Headline »

June 15, 2018 – 2:49 pm | Edit Post

Share this on WhatsApp
PERTANYAAN :
Bagaimana ya akhi hukum air sulingan dan air yang diberi kaporit.
Sherlock Hamdoen
JAWABAN :

Air Sulingan

Sebelumnya perlu dibedakan terlebih dahulu antara dzat najis dan dzat mutanajis. Dzat najis adalah yang murni najis, …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline, Majelis Ifta'

HUKUM AIR SULINGAN DAN AIR YANG DIBERI KAPORIT

Submitted by on June 15, 2018 – 2:49 pm

PERTANYAAN :

Bagaimana ya akhi hukum air sulingan dan air yang diberi kaporit.

Sherlock Hamdoen

JAWABAN :

  1. Air Sulingan

Sebelumnya perlu dibedakan terlebih dahulu antara dzat najis dan dzat mutanajis. Dzat najis adalah yang murni najis, seperti air kencing, khamer dll. Sedangkan dzat mutanajis adalah yang asalnya suci kemudian terkena najis sehingga menjadi najis hukumnya. Dari sini baru terdapat perincian hukum air sulingan:

  1. Jika sumber dari air sulingan itu adalah dzat najis maka hukum hasilnya adalah tetap najis. Sebab dzat najis tidak dapat berubah menjadi suci walaupun sudah hilang bau, rasa dan warnanya.
  2. Jika sumber air sulingan itu berasal dari air yang mutanajis. Maka apabila dalam proses penyulingan tidak ada tambahan dzat tertentu, dan hasil dari sulingan lebih dari dua kulah (±216 Liter) serta tidak ada perubahan warna, rasa dan bau. Air tersebut menjadi suci dan mensucikan
  3. Jika sumbernya dari air suci yang berubah rasa, bau dan warnanya. Maka hasilnya tetap suci dan bisa menjadi mensucikan apabila hilang rasa, bau dan warnanya tanpa ada penambahan dzat tertentu.

Air Kaporit

Dengan demikian, maka jawaban untuk air yang bercampur dengan kaporit dijawab sebagai berikut :
1.Apabila air yang berubah dengan sebab bercampur dengan kaporit tersebut, berubahnya banyak (dalam arti berubahnya dapat menghalangi nama air secara mutlaq atasnya, sehingga air itu dinamakan air kaporit, tidak disebut lagi sebagai air secara mutlaq), maka air itu dihukum suci tidak menyucikan
2.Apabila berubahnya sedikit (dalam arti berubahnya tidak dapat menghalangi nama air secara mutlaq atasnya, sehingga air itu tetap dapat disebut sebagai air tanpa dikaitkan dengan kaporit), maka air itu tetap suci menyucikan. ————————————-

 

 

Berikut ini keterangan para ulama mengenai ini, yakni sebagai berikut :
1.Imam Syafi’i mengatakan :
الام ( (21/1

وَإِذَا وَقَعَ فِي الْمَاءِ شَيْءٌ حَلاَلٌ فَغَيَّرَ لَهُ رِيحًا أَوْ طَعْمًا وَلَمْ يَكُنِ الْمَاءُ مُسْتَهْلَكًا فِيهِ فَلاَ بَأْسَ أَنْ يَتَوَضَّأَ بِهِ وَذَلِكَ أَنْ يَقَعَ فِيهِ الْبَانُ أَوْ الْقَطِرَانُ فَيَظْهَرُ رِيحُهُ أَوْ مَا أَشْبَهَهُ وَإِنْ أُخِذَ مَاءٌ فَشِيبَ بِهِ لَبَنٌ أَوْ سَوِيْقٌ أَوْ عَسَلٌ فَصَارَ الْمَاءُ مُسْتَهْلَكًا فِيهِ لَمْ يُتَوَضَّأْ بِهِ ِلانَّ الْمَاءَ مُسْتَهْلَكٌ فِيهِ إنَّمَا يُقَالُ
لِهَذَا مَاءُ سَوِيْقٍ وَلَبَنٍ وَعَسَلٍ مَشُوْبٌ
“Apabila jatuh dalam air sesuatu benda yang halal yang dapat merubah air, bau atau rasanya. Sedangkan air itu tidak larut dalam benda tersebut, maka tidak mengapa berwudhu’ dengannya. Yang demikian adalah seperti jatuh dalam air pohon kayu atau pelangkin, maka muncullah baunya atau yang serupa dengan itu. Dan seandainya diambil air dicampur dengan dengan susu, tepung atau madu, maka air itu kemudian larut dalamnya, maka tidak boleh berwudhu’ dengannya. Karena air larut dalamnya, sehingga dikatakan bagi iniair tepung, air susu atau air madu bercampur.”
2.Ibnu Qasim al-Ghazi mengatakan :
فتح القريب (1 (1/2

(والمتغير( أي ومن هذا القسم الماءُ المتغير أحدُ أوصافه )بما( أي بشيء )خالطه من الطاهرات( تغيُّرًا يمنع إطلاق اسم الماء عليه؛ فإنه طاهر غير طهور،
“Dan air yang berubah : maksudnya termasuk dalam pembagian ini adalah air yang berubah salah satu sifatnya dengan sebab sesuatu benda yang suci yang bercampur (larut) dimana berubahnya menghalangi nama air atasnya secara mutlaq. Maka air itu suci tidak menyucikan.”

 

Dengan demikian, maka jawaban untuk air yang bercampur dengan kaporit dijawab sebagai berikut :
1.Apabila air yang berubah dengan sebab bercampur dengan kaporit tersebut, berubahnya banyak (dalam arti berubahnya dapat menghalangi nama air secara mutlaq atasnya, sehingga air itu dinamakan air kaporit, tidak disebut lagi sebagai air secara mutlaq), maka air itu dihukum suci tidak menyucikan
2.Apabila berubahnya sedikit (dalam arti berubahnya tidak dapat menghalangi nama air secara mutlaq atasnya, sehingga air itu tetap dapat disebut sebagai air tanpa dikaidkan dengan kaporit), maka air itu tetap suci menyucikan.

 

Tags: , , ,

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.