Headline »

February 17, 2018 – 6:58 am | Edit Post

Share this on WhatsAppBerikut adalah 20 wasiat penting dari ulama besar Tarim yang meninggal hari ini, Sabtu 17 Februari 2018, Habib Salim bin Abdullah bin Umar asy-Syathiri dari beberapa ceramahnya di Indonesia:
1. Durhaka pada orangtua …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline, Rudud

TANGAN KE LANGIT, DAHI KE BUMI, APA RAHASIANYA?*\

Submitted by on January 17, 2018 – 4:09 am

 

Agama Islam mengajarkan bahwa seluruh isi jagat raya ini adalah ciptaan Allah ﷻ. Segala yang nampak maupun tak nampak adalah ciptaan Allah ﷻ atau disebut makhuk. Hanya Allah lah Al Khalik (Sang Pencipta).

 

Diantara ciptaan-Nya adalah ruang dan waktu. Segala tempat di langit maupun bumi, di dunia maupun akhirat adalah ciptaan-Nya. Begitu pula segala waktu dan arah. Bayangkan, Andai Allah tidak ciptakan matahari, tentu manusia tidak akan mengenal istilah barat dan timur, selatan dan utara karena tidak ada patokannya.

Begitu pula munculnya istilah atas dan bawah. Istilah atas digunakan untuk benda yang berada di arah kepala, sedangkan istilah bawah digunakan untuk sesuatu yang berada di arah kaki.

Karenanya kita sebut langit-langit rumah di atas, namun berbeda dengan cicak yang kakinya merayap di sana, ia sebut langit-langit tempatnya berpijak adalah bawah sedang lantai rumah menurutnya adalah atas. Begitu seterusnya.

 

Seumpama Allah ciptakan manusia bulat seperti bola, tanpa kepala tanpa kaki tentu tidak akan ada lagi istilah atas dan bawah.

 

Dengan demikian nyatalah bahwa arah dan tempat adalah bagian dari makhluk Allah.

Lalu apakah Allah butuh kepada tempat? Butuhkah Allah pada arah? Tentu jawabnya mustahil Allah membutuhkan tempat karena tak mungkin Allah butuh kepada makhluk-Nya.

 

Allah ﷻ sudah ada sebelum adanya waktu,  sebelum adanya arah, sebelum diciptakannya arasy, kursi langit dan bumi. Maka setelah Allah ciptakan itu semua Allah pun tetap tidak membutuhkannya. Maha suci Allah ﷻ dengan segala kekuasaannya.

 

Senada dengan ini Imam Abdullah al Haddad pernah berpetuah:

 

اذا أردت ان تنفي الجهة فى حقه تعالى, وتعلم انه غير محتاج لجهة فأثبت حدوث العالم، فاذا ثبت فلا خفاء في ذلك، فاين كان قبل وجود الموجودات ؟ واين يكون عند قيام الساعة، وعندما يطوي السموات والأرض بيمينه فيعدمهما ؟ فيعلم غناه عن الجهة.

فاين كان قبل ذلك و بعده ؟

 

Jika kamu ingin meniadakan arah untuk  Allah ﷻ dan kamu ingin meyakini bahwa Allah ﷻ tidak membutuhkan arah, maka tetapkan dalam hatimu, yakinlah bahwa seluruh alam semesta ini adalah hal baru ciptaan Allah (hawadits). Bila kamu sudah meyakini hal itu maka tidak samar lagi  bahwa Allah ﷻ tidak membutuhkan arah.

 

Dimanakah Allah ﷻ ketika sebelum adanya alam semesta? Dan dimanakah kelak Allah ﷻ ketika terjadi kiamat? Saat langit dan bumi dilipat dengan ‘yamin’ dan dihancurkan keduanya?.

Dengan demikian nyatalah bahwa Allah ﷻ tidak membutuhkan arah.

 

Munculnya arah atas, bawah, kanan, kiri, depan, belakang itu semua karena ada langit, bumi dan perputaran matahari. Semua adalah makhluk yang baru diciptakan oleh Allah swt.

 

Dalam sebuah kitab  disebutkan kisah berikut:

 

Seorang kafir dzimmi bertanya kepada seorang waliyullah  “Aku lihat ketika kamu berdoa selalu mengangkat kedua tanganmu ke arah langit (atas). Sedangkan saat sujud kamu rundukkan dahimu ke arah bumi (bawah), lalu sebenarnya dimanakah tuhanmu?

 

Sang wali menjawab,

“Kami mengangkat tangan ke arah terbitnya rejeki kami, sedangkan dahi kami taruh di bumi untuk menolak keburukan dari harta kami. Tidakkah kau mendengar firman Allah ﷻ

 

وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ

Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezkimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu. (Qs adz Dzariat: 22)

Dan Allah ﷻ berfirman

مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَى

Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain. (QS Thoha: 55)

Mendengar jawaban itu orang kafir tersebut terkagum-kagum dan langsung bersyahadat menyatakan diri masuk islam dan menjadi muslim yang baik.

 

By : ja’far alhaddar

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.