Headline »

June 15, 2018 – 2:49 pm | Edit Post

Share this on WhatsApp
PERTANYAAN :
Bagaimana ya akhi hukum air sulingan dan air yang diberi kaporit.
Sherlock Hamdoen
JAWABAN :

Air Sulingan

Sebelumnya perlu dibedakan terlebih dahulu antara dzat najis dan dzat mutanajis. Dzat najis adalah yang murni najis, …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline, Teladan

Golongan Yang Terusir Dari Telaga Nabi SAW

Submitted by on December 13, 2017 – 2:00 am

Di antara umat beliau SAW, ada yang susah-payah mendatangi telaga dalam keadaan kehausan, namun ketika mendekat, ia dihalau dari telaga dan tidak diizinkan untuk meminum setetes pun darinya. Merekalah orang-orang yang merugi.

Imam Bukhori meriwayatkan dari sahabat Anas bahwa Nabi SAW bersabda : “Sekelompok orang dari sahabatku mendatangi telaga sampai ketika aku telah mengenalnya mereka pun dihalau dari telaga. Aku berkata, “Ini adalah sahabatku.” Maka dikatakan kepadaku, “Engkau tidak mengetahui apa yang telah mereka lakukan setelahmu.”

Sebagaimana telah diketahui, bahwa sepeninggalan Rasulullah saw banyak orang arab yang murtad, keluar dari agama Islam sehingga sahabat Abu Bakar pun berupaya memerangi mereka agar kembali ke agama Islam. Itulah yang dimaksud oleh hadits di atas, orang-orang yang dahulu berbaiat setia kepada Nabi daripada orang arab kemudian murtad, mereka dihalau dari telaga.

Para Ulama ra menyebutkan bahwa yang dihalau dari telaga Nabi SAW adalah orang-orang yang murtad dari agama Allah dan orang-orang yang membuat sesuatu hal baru dalam agama yang tidak diridhoi oleh Allah.

Di antara golongan yang paling keras diusir dari telaga adalah golongan yang menentang kelompok besar umat Muslim, berjalan di jalan yang berbeda dengan mereka seperti kaum Khawarij dengan semua sektenya, Rafidhoh dengan berbagai kesesatan dan perbedaannya, dan Muktazilah dengan berbagai pandangan-pandangan kelirunya. Mereka semua termasuk golongan yang mengutak-atik syariat.

Begitupula halnya orang-orang yang kedzolimannya melampaui batas, berusaha mamadamkan kebenaran dan membunuh serta merendahkan orang yang benar, melakukan berbagai dosa-dosa besar dan meremehkan maksiat. Dan juga sekelompok orang yang sesat dan mengikuti hawa nafsu serta bid`ah. Mereka semua terusir dari telaga, namun setelah itu, jika Allah mengampuni maka Allah akan mendekatkan kembali mereka ke telaga selama kesalahan mereka bukan dalam masalah aqidah.

Dikatakan bahwa para pelaku dosa besar yang akhirnya diizinkan untuk meminum dari telaga nabi, ketika mereka dimasukkan ke neraka untuk mempertanggung jawabkan dosanya ia tidak akan merasakan haus.

Termasuk mereka yang dijauhkan dari telaga nabi adalah orang-orang yang menjilat kepada penguasa yang lalim. Rasulullah SAW bersabda kepada Ka`ab bin Ujroh. “Aku memohon perlindungan Allah untukmu wahai Kaab bin Ujroh dari para penguasa yang ada setelahku. Siapa yang mendatangi pintu mereka dan membenarkan kedustaannya dan membantu kedzoliman mereka maka ia tidak termasuk ke dalam golonganku dan aku bukan termasuk golongan mereka. Mereka tidak akan datang ke telaga.” (HR Turmudzi)

Termasuk mereka yang diusir dari telaga adalah para pencaci sahabat Rasulullah SAW, ini diisyaratkan oleh sabda Beliau SAW:

“Jagalah aku melalui sahabatku. Siapa yang menjagaku melalui sahabatku maka ia akan menemaniku di telaga dan siapa yang tidak menjagaku melalu mereka maka ia tidak akan mendatangi telagaku dan tidak akan melihatku kecuali dari jauh.” ( HR Ibnu Asakir)

Di antara mereka juga adalah orang yang tidak mempercayai adanya telaga dan orang yang membenci sunnah Nabi SAW. Semoga kita dijauhkan dari sifat-sifat tercela sehingga tidak termasuk ke dalam golongan yang diusir dari telaga Nabi SAW. aamiin.

Sumber: at Tadzikroh lilQurthubi

Tags:

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.