Headline »

December 13, 2017 – 2:00 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Di antara umat beliau SAW, ada yang susah-payah mendatangi telaga dalam keadaan kehausan, namun ketika mendekat, ia dihalau dari telaga dan tidak diizinkan untuk meminum setetes pun darinya. Merekalah orang-orang yang merugi.
Imam …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline, Teladan

Tsa: Nabi Muhammad Yang Selalu memenuhi Janji ﷺ

Submitted by on December 2, 2017 – 12:18 pm

Imam Bushiri Ra melanjutkan bait keempat dari qoshidah Muhammadiyahnya:

مُحَمَّدٌ ثَابِتُ الْمِيْثَاقِ حَافِظُهُ***مُحَمَّدٌ طَيِّبُ الْأَخْلَاقِ وَالشِّيَمِ

Sayyidina Muhammad yang kokoh memegang janji dan mengembannya

Sayyidina Muhammad yang harum budi pekerti dan tabiatnya

Baginda Nabi Muhammad ﷺ adalah manusia yang selalu teguh memegang janjinya. Baik janji kepada Allah ﷻ, ataupun kepada sesama manusia, bahkan kepada musuhnya sekalipun. Beliau tidak pernah melupakan suatu janji dan amanah, dan selalu memperhatikannya. Oleh sebab itu Rasulullah ﷺ menjadi contoh teragung dan layak dijuluki sebagai “Sayyidul Aufiya” (Pemimpin dari orang-orang yang selalu memenuhi janji)

Banyak sekali peristiwa-peristiwa yang menunjukkan bahwa Nabi ﷺ adalah seorang yang tidak pernah lupa kepada ucapan dan janjinya. Diriwayatkan dari Abdullah bin Hamsa bahwa ia pernah berjual beli dengan Rasulullah ﷺ di masa Jahiliyah. Saat itu masih ada urusan yang harus diselesaikan maka ia berjanji kepada Rasulullah ﷺ untuk datang ke tempat yang disepakati. Akan tetapi sahabat ini lupa mengenai janjinya dan baru ingat setelah berlalu tiga hari. Saat datang, ternyata rasulullah telah menunggu di tempat itu selama tiga hari, Rasulullah ﷺ pun berkata kepadanya:

يا فتى لقد شققت علي أنا هاهنا منذ ثلاث أنتظرك

Hai pemuda, engkau telah membuatku susah. Aku telah berada di sini semenjak tiga hari lalu menunggu kedatanganmu. (HR Abu Dawud)

Rasulullah ﷺ juga selalu memenuhi perjanjian yang dibuat bersama musuh-musuhnya. Diriwayatakan bahwa Nabi ﷺ berkata kepada dua utusan dari nabi palsu Musailamah Al Kadzab:

 ((لولا أن الرسل لا تقتل لقتلتكما))

Jika bukan karena ada aturan bahwa utusan tidak boleh dibunuh, aku telah membunuh kalian berdua. (HR Abu Dawud)

Dalam perjanjian Hudaibiyah Rasulullah ﷺ mengadakan perjanjian bahwa beliau tidak akan menerima orang Mekah yang melarikan diri ke Madinah. Ketika Sahabat Abu Jandal melarikan diri ke Madinah, maka Rasulullah ﷺ menolaknya sebab adanya perjanjian itu.

Budi Pekerti luhur

 

Nabi ﷺ adalah manusia yang harum budi pekerti dan tabiatnya. Allah ﷻ memuji akhlak Nabi ﷺ dalam firman-Nya:

وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ

Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (QS al-Qolam: 4)

Ayat ini menunjukkan bahwa nilai-nilai akhlak yang agung telah mendarah-daging dengan Rasulullah ﷺ. Andai akhlak ini dibagikan kepada seluruh manusia, maka akan mencukupi meeka semua. Dalam ayat ini Allah  ﷻmenyebut akhlak Nabi dengan Agung, padahal Allah ﷻ adalah Yang Mahaagung. Ini menunjukkan keagungan akhlak Nabi ﷺ sangat tinggi sehingga tidak akan ada kata yang mampu mengungkapkannya.

Contoh-contoh mengenai sifat pemaaf Nabi ﷺ, kelembutan hati, kesabaran, sifat toleran, sifat syukur, kelunakan, kerendahan hati, kebaikan pergaulan, kebaikan akhlak, kepedulian kepada umat, keinginan untuk membuat umatnya beriman, kasih-sayang kepada umat, gangguan-gangguan yang merintangi tujuan luhur beliau, semua itu banyak disebutkan dalam Kitabulloh, dan hadits-hadits nabi.

Cukuplah menjadi bukti tentang kelihuran akhlak Nabi ﷺ, apa yang dituturkan oleh Sahabat Anas RA:

خدمت النبي صلى الله عليه وسلم عشر سنين فما قال لي لشيء فعلته لم فعلت ولا لشيء تركته لم تركت, ولا لامني على أمر إلا قال: دعوه فإنه لو قدر لكان

Aku melayani Rasulullah SAW selama sepuluh tahun. Tidak pernah Rasulullah ﷺ mengatakan mengenai apa yang aku lakukan, “Mengapa engkau melakukannya?” Tidak pula mengenai apa yang tidak aku lakukan, “Mengapa engkau tidak melakuannya?” Apabila keluargaku mencelaku atas suatu hal, Beliau mengatakan, “Biarkanlah, jika itu adalah takdir pasti itu terjadi.” (HR Muslim)

Pernah seorang Arab dusun datang kepada Nabi dan menarik selendang Najron kasar yang dikenakan Nabi dengan keras seraya berkata: “Hai Muhammad, Berilah Aku!”

Nabi ﷺ menoleh kepadanya, tersenyum, dan memerintahkan untuk memberikan orang dusun itu sesuatu.  Sahabat Anas mengatakan, “Aku melihat pinggiran kain itu membekas di leher Rasulullah ﷺ.”. (HR Bukhari Muslim). dzr

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

Tags:

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.