Headline »

December 13, 2017 – 2:00 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Di antara umat beliau SAW, ada yang susah-payah mendatangi telaga dalam keadaan kehausan, namun ketika mendekat, ia dihalau dari telaga dan tidak diizinkan untuk meminum setetes pun darinya. Merekalah orang-orang yang merugi.
Imam …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline, Teladan

Ta: Nabi Muhammad Mahkota Para Rasul yang Terpercaya ﷺ

Submitted by on November 29, 2017 – 2:38 am

 

Imam Bushiri meneruskan bait ketiga dari Qoshidah Muhammadiyahnya:

مُحَمَّدٌ تَاجُ رُسْلِ اللهِ قَاطِبَةً***مُحَمَّدُ صَادِقُ الْأَقْوَالِ وَالْكَلِمِ

Sayyidina Muhammad adalah mahkota para rasul seluruhnya

Sayyidina Muhammad adalah yang  benar sabda dan  tutur katanya

Mahkota para Rasul

Rasulullah adalah mahkota para rasul, artinya beliau adalah pemimpin para rasul keseluruan. Sahabat Jabir RA meriwayatkan sabda Nabi :

أنا قائد المرسلين ولا فخر, وأنا خاتم النبيين ولا فخر, وأنا أول شافع وأول مشفع ولا فخر

Aku adalah pemimpin para rasul dan (aku ucapkan ini) tanpa berbangga diri, Aku adalah penutup para nabi dan (aku ucapkan ini) tanpa berbangga diri, Aku adalah orang pertama yang memberi syafaat dan orang pertama yang diberi izin untuk memberikan syafaat dan (aku ucapkan ini) tanpa berbangga diri. (HR ad-Darimi)

Hal senada diriwayatkan oleh Sahabat Ubai bin Kaab RA. Beliau meriwayatkan sabda Nabi :

إذا كان يوم القيامة كنت إمام النبيين وخطيبهم وصاحب شفاعتهم ولا فخر

Jika datang hari Kiamat, aku adalah pemimpin para nabi, juru bicara mereka dan pemilik syafaat mereka dan (aku ucapkan ini)  tanpa berbangga diri. (HR Turmudzi)

Nabi juga bersabda:

أنا أكرم الأولين والآخرين ولا فخر

Akulah yang paling mulia dari mereka yang terdahulu maupun yang terkemudian dan (aku ucapkan ini)  tanpa berbangga diri.  (HR Turmudzi)

Dalam hadits  lain dikatakan:

انا سيد ولد آدم ولا فخر

Akulah sayyid(Pemimpin) keturunan Adam dan (aku ucapkan ini)  tanpa berbangga diri. ( HR Muslim)

Tidak diberikan kepada seorang nabi suatu mukjizat atau keutamaan kecuali Nabi diberikan yang semisalnya atau yang lebih hebat lagi. Selain itu, Nabi diberikan kelebihan yang tidak dimiliki oleh rasul terdahulu. Rasulullah SAW dianugrahi mukjiza Al-Quran, mukjizat Isro dan Mikroj dengan ruh dan jasad, batu mengucapkan salam kepada Beliau , batang pohon kurma menangis ketika ditinggalkan Beliau . Dan masih banyak mukjizat Nabi yang tidak dianugrahkan kepada Nabi yang lainnya.

Jika Nabi Musa AS dapat memancarkan air dari batu dengan mengetuk memakai tongkatnya, maka Nabi diberikan mukjizat yang lebih mengagumkan, Air memancar langsung dari sela-sela jari Nabi .

Jika Nabi Isa AS memiliki mukjizat dapat menyembuhkan orang buta, maka Nabi pun pernah meakukan yang lebih hebat dari itu. Beliau pernah mengembalikan mata seorang sahabat yang sudah menggantung di pipi, kemudian mata itu kembali dapat melihat.

Jika Nabi Isa AS dapat menghidupkan jasad beberapa orang saja, maka betapa banyak jumlah hati yang dihiduplan oleh Nabi dari kematian kekufuran menuju kehidupan iman.

Kebenaran sabda Nabi SAW.

Kejujuran dan kebenaran ucapan Nabi adalah hal yang sudah terisar luas tanpa ada yang mengingkarinya. Beliau dijuluki kaumnya sebagai as-Shodiq (yang jujur) dan al Amiin (Yang terpercaya).  Tidak pernah sekalipun kaumnya mendapati Nabi berdusta. Oleh sebab itu, Heraklus pernah berkata kepada Abu Sufyan RA untuk mengakui kebenaran Nabi :

لم يكن ليذر الكذب على الناس ويكذب على الله

Tidak mungkin orang yang meninggalkan dusta kepada manusia, berdusta atas nama Allah. (HR Bukhori)

Kabar-kabar ghaib yang beliau tuturkan kepada para sahabatnya selalu terbukti terjadi sebagaimana yang beliau sabdakan. Beliau menceritakan apa saja yang akan terjadi sampai hari kiamat kepada para sahabatnya, dan semua itu terjadi persis sebagaimana sabda Nabi . Sahabat Ibnu Umar RA menceritakan sabda Nabi :

إن الله عز وجل قد رفع لي الدنيا فأنا أنظر إليها وإلى ما هو كائن فيها إلى يوم القيامة كأني أنظر كفي هذه

Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah mengangkat dunia kepadaku, lalu aku melihatnya dan melihat apa yang terjadi di dalamnya sampai hari kiamat seakan aku melihat kepada telapak tanganu ini. (HR Thabrani)

Sahabat Amr bin Akhthob al Anshori juga mengatakan:

صلى بنا رسول الله صلى الله عليه وسلم الفجر وصعد المنبر فخطبنا حتى حضرت الظهر فصلى ثم صعد المنبر فخطبنا حتى حضرت العصر فنزل فصلى ثم صعد المنبر فخطبنا حتى غربت الشمس فأخبرنا بما هو كائن إلى يوم القيامة. فأعلمنا أخفظنا

Pernah Nabi melaksanakan Shalat Shubuh bersama kami, kemudian beliau naik mimbar dan berkhutbah sampai datang waktu Dzuhur. Beliau turun dari mimbar, melaksanakan Shalat Dzuhur, lalu melanjutkan khutbahnya sampai datang waktu Ashar. Beliau turun dari mimbar, melaksanakan Shalat Ashar, kemudian melanjutkan khutbahnya sampai tenggelamya matahari. Beliau mengabarkan kepada kami apa yang akan terjadi sampai datangnya hari kiamat. Orang yang paling cerdas di antara kami adalah yang paling banyak mengingatnya. (HR Muslim)

Sahabat Hudzaifah Ra juga meriwayatkan sabda Nabi :

قام فينا رسول الله صلى الله عليه وسلم مقاما فما ترك شيئا يكون من مقامه ذلك إلى قيام الساعة إلا حدثه. حفظه من حفظه ونسيه من نسيه وقد علمه أصحابي هؤلاء وإنه ليكون منه الشيء قد نسيته فأراه فأذكره كما يذكر الرجل وجه الرجل إذا غاب عنه ثم إذا رآه عرفه

Rasulullah pernah berdiri di antara kami dan menyebutkan semua yang akan yang terjadi sejak berdirinya itu sampai datangnya kiamat. Ada yang mengingatnya dan ada pula yang melupakannya. Para sahabatku telah mengetahuinya. Dan sungguh ada sebagian yang aku telah dibuat lupa kemudian aku melihatnya terjadi, maka aku pun menjadi ingat. Seperti seorang yang mengingat suatu wajah, kemudian ia lupa, dan ketika ia melihatnya ia pun mengenalnya kembali. (HR Muslim)

Sahabat Hudzaifah RA juga mengatakan:

والله ما ترك رسول الله صلى الله عليه وسلم من قائد فتنة إلى أن تنقضي الدنيا يبلغ من معه ثلاثمائة فصاعدا إلا وقد سماه لنا باسمه واسم أبيع واسم قبيلته

Demi Allah, tidaklah Rasulullah meninggalkan untuk menyebutkan para penggerak fitnah sampai berakhirnya dunia ini. Mereka mencapai 300 orang lebih. Dan Beliau menyebutkan namanya, nama ayahnya dna nama sukunyaa. (HR Abu Dawud)

Termasuk kebenaran sabda Beliau yang terbukti kemudian adalah sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah RA:

يأبى الله والمؤمنون إلا أبا بكر

Allah dan kaum mukmin menolak kecuali Abu Bakar. (HR Muslim) Dan ternyata benar, bahwa Sayyidina Abu Bakar menjadi khalifah yang dipilih oleh kaum muslimin setelah wafatnya Nabi .

Sahabat Huzaifah juga meriwayatkan sabda Nabi :

اقتدوا باللذين من بعدي أبي بكر وعمر

Ikutilah dua orang setelahku yaitu Abu Bakar dan Umar. (HR Ibnu Hiban, Ibnu Majah, Al Hakim) Sabda Nabi ini menjadi isyarat bahwa Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar akan menjadi khalifah sepeninggalan Beliau , dan itu memang terjadi.

Diriwayatkann pula bahwa ketika Nabi , bersama Sahabat Abu Bakar, Sahabat Umar dan Sahabat Utsman berada di gunung Uhud, gunung Uhud itu bergoncang. Maka Nabi bersabda:

اثبت أحد فما عليك إلا نبي وصديق وشهيدين

Tenanglah Hai Uhud, di atasmu tiada lain kecuali seorang Nabi, seorang Shiddiq dan dua orang syahid. (HR Ibnu Hibban, Ahmad, Thabrani) Dan sabda ini terbukti setelahnya. Sayyidina Abu Bakar RA wafat dengan kematian alami, sedangkan Sahabat Umar da Sahabat Utsman wafat syahid karena dibunuh.

Di antara sabda Nabi yang terbukti adalah sabda Beliau RA kepada Sayyidina Ali RA:

أما أنك ستلقى من بعدي جهدا قال: في سلامة من ديني؟ قال نعم

“Engkau akan mendapati kepayahan setelahku.” Sayyidina Ali bertanya: “Tapi agamaku selamat?” Nabi bersabda; “Iya.” (HR Abu Yala, HR Hakim, HR Ibnu Abi Syaibah) Sabda ini terbukti di masa kekhalifahan Sayyidina Ali. Beliau mendapati banyak pemberontaan yang memayahkan, namun beliau tetap berada pada ajaran agama yang lurus.

Rasulullah juga bersabda kepada Sayyidina Ali RA:

إن فيك من عيسى مثلا, أبغضته اليهود حتى يهتوا أمه وأحبته النصارى حتى أنزلوه من منزلته التي ليس بها

Engkau memiliki keserupaan dengan Nabi Isa. Kaum Yahudi membencinya sehingga memfitnah ibunya dan kaum Nasrani mencintainya sampai menempatkannya pada kedudukan yang bukan kedudukannya. (HR Ahmad, al Baazzar, al Abu Yala.) Sabda ini terbukti kebenarannya, ada kaum yang sangat membenci Sayyidina Ali sehingga mengkafirkan beliau, dan ada pula kaum yang berlebihan mencintai Sayyidina Ali sehingga beranggapan beliau sebagai nabi yang tertukar.

Sabda Nabi lain yang terbukti adalah sabda Beliau pada perang Khaibar. Ketika itu benteng musuh sulit ditembus, maka Rasulullah pun bersabda:

لأعطين الراية رجلا يحب الله ورسوله ويحبه الله رسوله يفتح الله على يديه

Sungguh Aku akan memberikan bendera perang kepada seorang yang mencintai Allah dan rasul-Nya, dan dicintai Allah dan rasul-Nya. Allah akan memberikan kemenangan melaluinya. (HR Bukhari Muslim) Keesokan harinya Rasulullah memaggil Sayyidina Ali RA yang ketika itu tengah sakit mata, Beliau meludahi matanya sehingga sembuh kemudian memberikan bendera perang kepadanya. Dan kaum muslim pun menang perang.

Kebenaran sabda Nabi juga terbukti dalam sabda Nabi kepada Putrinya Fatimah RA menjelang wafat:

لا تبكي فإنك أول أهلي لاحق بي

Jangan engkau menangis sebab engkau adalah keluargaku yang pertama kali menyusulku. (HR Darimi) Dan sabda ini terbukti, Sayyidah Fatimah hidup hanya 6 bulan setelah wafatnya Baginda Nabi .

Di antara kebenaran sabda Nabi yang terbukti pula adalah Sabda Beliau mengenai cucunya Sayyidina Al Hasan:

إن ابني هذا سيد ولعل الله ان يصلح به بين فئتين عظيمتيم من المسلمين

Sesungguhnya putraku ini adalah seorang Sayyid (pemimpin). Semoga saja Allah mendamaikan dengannya anatra adua golongan besar dari kaum muslimin. (HR Bukhari) Terbukti tiga puluh tahun setelah wafatnya Baginda Nabi , Sayyidina Hasan mencegah pertemburan antara dua kaum muslimin dengan cara menyerahkan kepemimpinanya kepada Sahabat Muawiyah. Tahun itu dinamakan tahun Jamaah (tahun persatuan).

Mengenai Sayyidina Husain Ra, Nabi bersabda:

إن أمتي ستقتل ابني هذا

Umatku akan membunuh anakku ini. (HR Hakim, Baihaqi) sabda ini terbukti puluhan tahun setelah wafatnya Nabi SAW.

Masih banyak lagi sabda-sabda Nabi SAW yang terbukti kebenarannya. Seperti kabar mengenai gugurnya sahabat Zaid, Jakfat dan Ibnu Rowahah di perang Mut`ah padahal beliau berada jauh dari tempat peperangan itu. Juga sabda Nabi kepada Sahabat Ammar bin Yasir:

تقتلك الفئة الباغية

Kau akan dibunun kelompok pemberontak. (HR Bukhari Muslim) Dan terbukti beliau terbunuh dalam perang melawan kelompok yang memberontak dari kepemimpinan yang sah. Begitupula kabar yang beliau sampaikan mengenai akan takluknya negri Yaman, Syam, dan Persia di tangan umat Islam, mengenai Suroqoh bin Malik yang akan memakai gelang dan sabuk milik Raja Kisrra dan terbukti di masa Khalifah Sayyidina Umar dan selainnya. Juga mengenai tanda-tanda kiamat yang kecil telah terjadi sebagaimana yang dikabarkan, dan yang besar yang akan terjadi tanpa keraguan.  Semua itu adalah bukti terbesar kebenaran sabda Nabi Muhammad SAW.  Inilah yang diisyaratkan oleh Al Bushiri dalam penggalan terkhir bait di atas:

مُحَمَّدُ صَادِقُ الْأَقْوَالِ وَالْكَلِمِ

Sayyidina Muhammad adalah yang  benar sabda dan  tutur katanya

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

 

 

 

Tags:

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.