Headline »

December 13, 2017 – 2:00 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Di antara umat beliau SAW, ada yang susah-payah mendatangi telaga dalam keadaan kehausan, namun ketika mendekat, ia dihalau dari telaga dan tidak diizinkan untuk meminum setetes pun darinya. Merekalah orang-orang yang merugi.
Imam …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline, Teladan

Alif : Nabi Muhammad ﷺ Makhluk Termulia

Submitted by on November 26, 2017 – 8:26 am

Pada kesempatan Bulan Maulid ini, kami mencoba menjelaskan bait demi bait Qoshidah Muhammadiyah yang dinisbatkan kepada Imam Bushiri RA. Qoshidah ini memiliki keistimewaan yang unik, selain bahasa pujian yang indah, qoshidah ini juga disusun berdasarkan Abjad. Setelah kata “Muhammad” pada setiap awal baitnya, kita akan menemukan huruf abjad Arab secara berurutan. Penjelasan ini diambil dari syarah yang dibuat oleh Syaikh Abdul Hadi Muhammad Khorsyah. Berikut ini bait pertama:

مُحَمَّدُ أَشْرَفُ الْأَعْرَابِ وَالْعَجَمِ***مُحَمَّدٌ خَيْرُ مَنْ يَمْشِي عَلَى قَدَمِ

(Sayyidina) Muhammad adalah yang termulia dari kalangan Arab dan Ajam (selain Arab)

(Sayyidina) Muhammad adalah manusia terbaik yang berjalan dengan kakinya

 

Baginda Nabi kita adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutholib bin Hasyim bin Abdumanaf bin Qushoi bin Kilab bin Murroh bin Kaab bin Luai bin Gholib bin Fihir bin Malik bin An Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhor bin Nizar bin Maad bin Adnan ﷺ. Nasab beliau terus bersambung sampai kepada Nabi Ismail As putra Nabi Ibrahim As.

Mengenai Nama-nama Nabi, Sahabat Jubair bin Mut`im RA pernah meriwayatkan sabda Nabi SAW:

ان لي أسماء أنا محمد وأنا أحمد وأنا الماحي الذي يمحو الله بي الكفر. وأنا الحاشر الذي يحشر الناس على قدمي وأنا العافب وفي رواية مسلم “والعاقب الذي ليس بعدي نبي

Sesungguhnya aku memiliki beberapa Nama. Akulah Muhammad, akulah Ahmad, akulah al Mahi (pemupus) yang Allah pupuskan kekafiran denganku. Akulah al Hasyir (pembangkit) yang manusia semua dibangkitkan setelahku, akulah al ‘Aqib (penerus)” dalam riwayat Muslim dikatakan “al Aqib  yang tiada nabi setelahku.” (HR Bukhari-Muslim)

Nama Muhammad secara bahasa berarti orang yang sangat sering dipuji. Ini menunjukkan bahwa beliau adalah makhluk yang sering dipuji oleh Allah ﷻ. Nama Ahmad secara bahasa berarti orang yang paling banyak memuji. Ini menunjukkan bahwa Beliau ﷺ adalah makhluk yang paling banyak memuji Allah ﷻ tidak ada seorang pun makhluk yang lebih sering dipuji oleh Allah, tidak pula ada yang lebih banyak memuji Allah selain baginda Nabi Muhammad  atau Ahmad ﷺ.

Oleh sebab itu, semua pujian yang dikatakan manusia untuk Nabi ﷺ dinilai kurang dan tidak sebanding dibandingkan dengan pujian Allah ﷻ kepada Beliau ﷺ. Allah ﷻ memuji Nabi ﷺ dalam Al-Quran, Kalamulloh yang Qodim, yang terdahulu tanpa permulaan dan tanpa akhir.  Sebagian pemuja Nabi ﷺ mengatakan:

أَرَى كُلَّ مَدْحٍ فِي النَّبِيِّ مُقَصِّراً**وَإِنْ بَالَغَ الْمُثْنِي عَلَيْهِ وَأَكْثَرَا

إِذِ اللهُ أَثْنَى بِالَّذِي هُوَ أَهْلُهُ***عَلَيْهِ فَمَا مِقْدَارُ مَا تَمْدَحُ الْوَرَى

Aku menilai segala pujian bagi Nabi adalah kurang, walau pemujanya megerahkan segala daya dan banyak memuja

Karena Allah telah memujinya dengan pujian yang layak baginya. Maka (setelah ini) apalah arti pujian manusia

Sepenggal Bait pertama, yaitu:

مُحَمَّدُ أَشْرَفُ الْأَعْرَابِ وَالْعَجَمِ

(Sayyidina) Muhammad adalah yang termulia dari kalangan Arab dan Ajam (selain Arab)

Menunjukkan bahwasanya baginda Nabi ﷺ adalah makhluk termulia, baik dilihat dari segi nasab dan asal usulnya maupun dari segi ilmu serta berbagai cakrawala yang Allah ﷻ tampakkan kepada Beliau ﷺ.

Kemuliaan Baginda Nabi ﷺ dari sisi nasab telah ditetapkan dalam beberapa hadits. Di antaranya adalah Hadits yang diriwayatkan Sahabat Anas bin Malik RA. Bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

ما افترق الناس فرقتين إلا جعلني الله في خيرهما فأخرجت من بين أبوي فلم يصبني شيء من الجاهلية وخرجت من نكاح ولم أخرج من سفاح من لدن آدم حتى انتهيت إلى أبي وأمي فأنا خيركم نسبا وخيركم أبا

Tidaklah bercabang manusia dalam dua cabang kecuali Allah jadikan aku pada yang terbaik di antara keduanya. Maka aku dikeluarkan di antara ayah dan ibuku dengan tanpa terkena sedikitpun noda Jahiliyah. Aku keluar dari pernikahan dan tidak keluar dari perzinahan semenjak Adam sampai berakhir pada ayah dan ibuku. Akulah orang terbaik di antara kalian nasabnya, dan yang terbaik di antara kalian leluhurnya. (HR Baihaqi dalam dalail Nubuwah juz 1 hal 96)

Sahabat Watsilah bin Al Asqo` RA juga meriwayatkan sabda Nabi SAW:

إن الله اصطفى كنانة من ولد إسماعيل واصطفى قريشا من كنانة واصطفى من قريش بني هاشم واصطفاني من بني هاشم

Sesungguhnya Allah memilih Kinanah di antara keturunan Islmail. Kemudian memilih Quraisy di antara keturunan Kinanah. Dan memilih Bani Hasyim dari keturunan  Quraish, dan Memilihku dari Bani Hasyim. (HR Muslim)

Sayidatuna Asiyah RA meriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa Malaikat Jibril AS berkata:

قلبت مشارق الأرض ومغاربها فلم أجد رجلا أفضل من محمد, ولم أر بيتا أفضل من بيت بني هاشم

Aku membolak balik timur bumi dan baratnya dan tidak aku dapati seorang yang lebih utama dari Muhammad dan tidak pula aku dapati rumah yang lebih utama dari rumah Bani Hasyim. (HR Thabrani dalam al Ausath)  Al Hafidz Ibnu Hajar RA mengatakan mengenai hadits ini: tanda-tanda keshahihan nampak dalam lembaran matan ini.

Sedangkan dari keilmuan serta wawasan yang ditampakkan oleh Allah ﷻ kepada Beliau ﷺ itu sangat luas. Beliau bagaikan seorang yang berdiri di tempat yang tinggi dan dapat melihat segala sesuatu dengan jelas dan nyata. Ini disebutkan dalam berbagai hadits pula. Di antaranya hadits yang diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah RA, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

إن أتقاكم وأعلمكم بالله أنا

Sesungguhnya yang paling bertakwa di antara kalian dan yang paling mengetahui mengenai Allah di antara kalian adalah Aku. (HR Bukhari)

Dalam hadits Muslim disebutkan pula dengan lafadz:

أما والله إني لأتقاكم لله وأخشاكم له

Ketahuilah, Demi Allah, Sesungguhnya Aku adalah yang paling bertakwa kepada Allah di antara kalian dan yang paling takut kepada Allah. (HR Muslim)

Sayyidah Aisyah juga meriwayatkan sabda Nabi ﷺ:

والله لو تعلمون ما أعلم لضحكتم قليلا ولبكيتم كثيرا

Demi Allah seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, pasti kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis. (HR Bukhari)

Sayidah Asma RA juga meriwayatkan sabda Nabi ﷺ:

ما من شيء لم أكن رأيته إلا قد رأيته في مقامي هذا حتى الجنة والنار

Tidak ada sesuatu pun yang dahulu aku belum melihatnya, kecuali kini aku telah melihatnya di tempat berdiriku ini bahkan Surga dan neraka. (HR Bukhari-Muslim)

Adapun sepenggal Bait terakhir :

مُحَمَّدٌ خَيْرُ مَنْ يَمْشِي عَلَى قَدَمِ

(Sayyidina) Muhammad adalah manusia terbaik yang berjalan dengan kakinya

Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ adalam makhluk Allah yang terbaik. Sahabat Salman al-Farisi RA mengisahkan bahwa Malaikat Jibril As pernah turun kepada Baginda Nabi ﷺ, kemudian berkata kepada Nabi ﷺ:

إن ربك يقول: إن كنت اتخذت إبراهيم خليلا فقد اتخذتك حبيبا, وما خلقت خلقا أكرم علي منك

Sesungguhnya Tuhanmu berkata: Jika dahulu aku jadikan Ibrahim sebagai Khalil (orang dekat) maka aku jadikan engkau seorang Habib (kekasih). Tidaklah aku menciptakan makhluk yang lebih mulia bagi-Ku daripadamu. (HR Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyqi juz 3 hal 517)

Sahabat Abu Dzar juga mengarakan: “Wahai Rasulullah, bagaimana engkau tahu bahwa engkau adalah Nabi sehingga engkau menjadi yakin mengenainya?”

Nabi menjawab:

“Hai Abu Dzar, telah datang kepadaku dua malaikat ketika Aku berada Di Batha Mekah. Yang satu turun ke Bumi sedang yang satu lagi berada di antara langit dan bumi. Yang satu berkata kepada sahabatnya:

“Apakah dia itu adalah dia?”

“Benar” Jawab yang lain.

“Bandingkan ia dengan seorang lain.”

Maka aku ditimbang dan aku mengunggulinya. Kemudian ia berkata:

“Bandingkan ia dengan sepuluh orang.”

Maka aku ditimbang dan aku mengungguli mereka.

“Bandingkan ia dengan seratus orang.”

Akupun ditimbang dan aku mengungguli mereka.

“Bandingkan ia dengan seribu orang.”

Akupun ditimbang dan tetap mengungguli mereka. Seakan aku melihat kepada mereka diletakkan di satu sisi timbangan itu . Maka salah satu dari kedua malaikat itu berkata kepada yang lain, “Andai ia dibandingkan dengan seluruh umatnya pasti ia akan mengunggulinya pula.” (HR Darimi)

Maka beliau adalah makhluk yang paling baik di sisi Allah ﷻ

Mengenai hadits-hadits yang datang baik dalam hadits shahih atau lainnya mengenai larangan Beliau ﷺ untuk mengutamakan dirinya di atas nabi yang lain, para ulama menjawab maksudnya jangan sampai kita bandingkan beliau dengan cara merendahkan nabi yang lain. Adapun jika kita semua meyakini bahwa semua nabi adalah utama, akan tetapi mereka berbeda-beda derajatnya, maka itu tidak mengapa. Di dalam Al-Quran pun disebutkan isyarat perbedaan derajat para Nabi SAW ini, Allah ﷻ berfirman:

تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ مِنْهُمْ مَنْ كَلَّمَ اللَّهُ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجَاتٍ

Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat. (QS al Baqarah: 253)

Para Mufasir mengatakan maksud dari sebagian di dalam ayat di atas adalah Nabi Muhammad ﷺ. Al Imam Ahmad bin Hajar al Haitami dalam Syarah al Hamziyah mengatakan:

“Termasuk derajat-derajat itu, bahwa bukti tanda-tanda kenabian serta mukjizat-mukzijat Baginda Nabi Muhammad ﷺ lebih besar dan lebih mengagumkan. Tidak ada suatu mukjizat nabi sebelumnya, kecuali Nabi Muhammad ﷺ memiliki mukzijat serupa atau bahkan lebih luar biasa dari mukzijat mereka sebagaimana dijelaskan oleh para ulama. Selain itu Nabi ﷺ memiliki mukjizat lain yang tidak dimiliki mereka dan tidak dapat dibandingkan dengan mukjizat para nabi lainnya. Cukuplah dengan kitab Al-Quran sebagai mukjizat terbesar. Al-Quran adalah mukzijat Beliau ﷺ yang tidak pernah berakhir dan tidak pernah habis.

Di antaranya pula, bahwa umat Nabi Muhammad ﷺ adalah umat yang paling diberkahi, paling banyak kebaikannya dan paling disucikan daripada umat-umat terdahulu. Di dalam Al-Quran disebutkan:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. (QS Ali Imron: 110)

Kebaikan umat ini tidak terlepas dari kebaikan Nabinya dan keutamaan ajaran agamannya.  Oleh sebab itulah Imam Bushiri mengatakan dalam Burdahnya:

لَمَّا دَعَا اللهُ دَاعِينَا لِطَاعَتِهِ*** بِأَكْرَمِ الرُّسْلِ كُنَّا أَكْرَمَ الْأُمَمِ

Ketika Allah memanggil nabi yang mengajarkan taat kepada kita dengan sebutan Akromar rusli (Rasul termulia). Maka kita pun menjadi umat yang paling mulia.

Di antaranya bahwa sifat-sifat Nabi adalah yang paling agung dan paling tinggi. Dzat Beliau adalah yang paling sempurna. Ini dapat difahami dari ayat:

فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهِ

Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. (al Anam: 90)

Dalam ayat ini, Allah ﷻ mensifati para Nabi AS dengan sifat-sifat yang baik kemudian memerintahkan Nabi Muhammad ﷺ untuk mengikuti mereka semua. Nabi ﷺ pasti melaksanakan perintah itu, artinya beliau memiliki semua sifat-sifat baik yang ada di dalam para nabi. Sifat baik yang berpencar-pencar dalam diri setiap nabi, dikumpulkan dalam pribadi Baginda Nabi Muhammad ﷺ.”

Dalam hadits Shahih, Nabi ﷺ bersabda:

أنا سيد ولد آدم

Aku adalah pemimpin keturunan Adam. (HR Muslim)

Sahabat Abu Said RA juga meriwayatkan sabda Nabi ﷺ:

ما من نبي يومئذ آدم فمن سواه إلا تحت لوائي

Tiada Nabi di hari itu baik Adam ataupun selainnya kecuali berada di bawah panjiku. (Hr Turmudzi)

Ini menunjukan bahwa Nabi ﷺ lebih utama pula daripada para malaikat. Sebab Nabi Adam AS lebih utama dari para malaikat berdas nash ayat yang memerintahkan malaikat bersujud kepada Nabi Adam. Jika Nabi ﷺ lebih utama dari Nabi Adam, maka Beliau ﷺ juga lebih utama dari para malaikat Allah ﷻ. Oleh sebab itu Nabi ﷺ bersabda:

أنا أكرم الأولين والآخرين

Akulah yang paling termulia baik dari kalangan terdahulu ataupun yang terkemudian. (HR Turmudzi)

Maka pujian di dalam bait bahwa Nabi ﷺ adalah sebaik-baiknya orang yang berjalan, dirasa kurang. Sebab yang berjalan ini tidak mencakup malaikat padahal Nabi ﷺ lebih baik pula daripada para malaikat. Kecuali jika dicakupkan pula para malaikat ketika mereka berbentuk dengan rupa manusia saat turun ke bumi, dan berjalan di bumi. Ini sebagimana disebutkan dalam Hadits Abdullah bin Mas`ud bahwa Nabi ﷺ bersabda:

إن لله ملائكة سياحين في الأرض يبلفوني عن أمتي السلام

Sesungguhnya Allah memiliki para malaikat yang menyusuri bumi untuk menyampaikan salam umatku ku. (HR Nasai)

Telah ditetapkan pula bahwa para malaikat berjalan di belakang Nabi ﷺ. Sahabat Jabir bin Abdillah RA mengatakan

كان النبي إذا مشى مشى أصحابه أمامه وتركوا ظهره للملائكة

Nabi apabila berjalan, para sahabatnya berjalan di depannya dan mereka meninggalkan belakang Nabi untuk malaikat. (Hr Ibnu Majah)

Atau dimungkinkan bahwa penyair menyebutkan pujian ini secara khusus terlebih dahulu, kemudian mengumumkannya dalam bait yang setelahnya yang insya Allah kita akan bahas yaitu:

مُحَمَّدٌ خَيْرُ خَلْقِ اللهِ كُلِّهِمِ

Muhammad adalah yang terbaik dari makhluk Allah semuanya

Maka di dalam bait ini ada penyebutan secara khusus sebelum akhirnya disebutkan secara umum, sebagaimana juga terjadi di dalam Ayat Al-Quran:

فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ مَوْلَاهُ وَجِبْرِيلُ وَصَالِحُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمَلَائِكَةُ بَعْدَ ذَلِكَ ظَهِيرٌ

Maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan malaikat-malaikat adalah penolongnya pula. (QS at Tahrim: 6)

Dalam ayat ini disebutkan Jibril secara khusus, kemudian disebutkan malaikat secara umum yang mencakup juga Jibril. Wallohu a`lam.

 

 

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.