Headline »

December 13, 2017 – 2:00 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Di antara umat beliau SAW, ada yang susah-payah mendatangi telaga dalam keadaan kehausan, namun ketika mendekat, ia dihalau dari telaga dan tidak diizinkan untuk meminum setetes pun darinya. Merekalah orang-orang yang merugi.
Imam …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline, Kalam Salaf

BAGAIMANA WALI MENGAJI?

Submitted by on November 24, 2017 – 2:28 am

Keterangan yang ada dibawah ini sangat penting untuk kita umat yang hidup di akhir zaman.

ولو أن طريق القوم يوصل إليها بالفهم من غير شيخ يسيّر بالطالب فيها، لما احتاج مثل حجة الإسلام الإمام الغزالي والشيخ عز الدين بن عبد السلام أخذ أدبهما عن شيخ، مع أنهما كان يقولان قبل دخولهما طريق القوم “كل من قال إن ثَم طريقا للعلم غير ما أبديناه، فقد افترى على الله عز وجل” فلما دخلا طريق القوم كانا يقولان “قد ضيعنا عمرنا في البطالة والحجاب” وأثبتا طريق القوم ومدحاها. وقد سلك الإمام الغزالي على الشيخ أبي محمد البازغاني، وسلك الشيخ عز الدين بن عبد السلام على الشيخ أبي الحسن الشاذلي، وصار يقول “مما يدلك على أن القوم قعدوا على قواعد الشريعة، وقعد غيرهم على الرسوم، ما يقع على يدهم من الكرامات والخوارق، ولا يقع ذلك على يد فقيه إلا إن سلك طريقهم” (المنن الكبرى ج ١ ص ٢٥ مطيعة ميمنية)

Seandainya jalan kaum sufi bisa ditempuh dengan mengandalkan kefahaman ilmu saja tanpa bimbingan guru Mursyid yg membimbing perjalanan ruhani murid, maka tentu sekelas Imam Al Ghozali (Hujjatul Islam) dan syekh ‘Izzuddin bin ‘Abdissalam (Sulthonul Auliya’) tidak perlu belajar adab pada guru Mursyid. Nyatanya, Imam Al Ghozali menjalani suluk thoriqoh dibawah bimbingan Syekh Abu Muhammad Al Bazighoni, sementara Syeh ‘Izzuddin menjalani suluk thoriqoh dibawah bimbingan Syekh Abul Hasan As Syadzili.

Sebelum masuk thoriqoh, beliau berdua sempat berkata “Setiap orang yang menganggap ada jalan menuju ilmu ma’rifat selain jalan yang kami tempuh (hanya fikih/tekstual AlQur’an-Hadits) maka sungguh ia berbuat bohong pada Allah SWT”. Namun, setelah masuk thoriqoh, beliau berdua berkata “Sungguh kami telah menyia-nyiakan umur kami dalam pengangguran dan terhalang dari Allah (hanya berkutat pada ilmu dhohir)”.

Syekh ‘Izzuddin menambahkan : “Termasuk bukti bahwa kaum sufi konsisten mengamalkan syari’at, dan selain mereka hanya beramal secara tekstual, adalah karomah dan kejadian luar biasa yang tampak pada kaum sufi, dan hal itu tidak akan tampak pada kaum fuqoha’ (pakar fikih) kecuali jika mereka menempuh jalan thoriqoh kaum sufi”

(Dari kitab Al Minan Al Kubro, Imam Abdul Wahab Sya’roni)

Tags:

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.