Headline »

November 19, 2017 – 6:49 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Pada hakikatnya Hasud (iri) adalah bentuk permusuhan terang-terangan kepada Allah dan penentangan jelas atas kekuasaan Allah. Sebab Allah SWT ketika memberikan suatu nikmat kepada sebagian hamba-Nya, maka sudah jelas bahwa Allah SWT …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline

Lafad Hamdalah Yang Paling Utama

Submitted by on November 4, 2017 – 6:14 am

Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya menjelasakan: “Disunahkan untuk menulis hamdalah di permulaan karya kitab, begitupula di permulaan belajar bagi para guru, dan permulaan membaca bagi para murid di hadapan gurunya, baik yang dibaca adalah hadits, fiqih, atau selain keduanya. Lafadz terbaik hamdalah adalah:

اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam”

 

Sebagian ulama Syafiiyah sebagaimana disebutkan pula dalam Al Adzkar mengataan bahwa hamdalah yang paing utama adalah dengan mengatakan:

اَلْحَمْدُ لِلهِ حَمْداً يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ

Segala puji bagi Allah dengan pujian yang menunaikan syukur atas nikmat-nikmatnya dan sebanding pula dengan tambahan nikmat itu.

Ada juga sebagian ulama yang mengatakan bahwa paling utamanya pujian adalah:

اَلْحَمْدُ لِلهِ بِجَمِيعِ مَحَامِدِهِ كُلِّهَا مَا عَلِمْتُ مِنْهَا وَمَا لَمْ أَعْلَمْ

Aku memuji Allah dengan seluruh puja-puji kepada-Nya baik yang aku ketahui ataupun yang tidak aku ketahui

Sebagian ulama menambahkan:

عَدَدَ خَلْقِهِ كُلِّهِمْ مَا عَلِمْتُ مِنْهُمْ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ

Pujian itu sejumlah seluhur makhluk-Nya baik yang aku ketahui atau tidak.

 

Dalam hadits yang dikeluarkan Imam Ibnu Majah RA bahwa Sayyidah Aisyahh RA mengatakan. “Nabi SAW, apabila melihat apa yang disukai akan mengatakan:

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

Segala puji bagi Allah yang dengan kenikmatan dari-Nya menjadi sempurna segala kebaikan.

Dan Apabila Nabi SAW melihat sesuatu yang tidak disukai beliau akan mengatakan:

اَلْحَمْدُ لِلهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ, رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ حَالِ أَهْلِ النَّارِ

Segala puji bagi Allah dalam segala keadaaan. Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keadaan penghuni neraka.*dzr

 

ٍٍSumber: Kasyifatus Saja Syarah Safinatun Naja, Syaikh Nawawi Al Banteni RA

 

 

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.