Headline »

November 19, 2017 – 6:49 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Pada hakikatnya Hasud (iri) adalah bentuk permusuhan terang-terangan kepada Allah dan penentangan jelas atas kekuasaan Allah. Sebab Allah SWT ketika memberikan suatu nikmat kepada sebagian hamba-Nya, maka sudah jelas bahwa Allah SWT …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline, Kalam Salaf

RESIKO BERINTERAKSI DENGAN PEMERINTAH DHALIM.

Submitted by on November 1, 2017 – 4:19 am

Membantu orang yang membutuhkan bantuan adalah perbuatan yang mulia, akan tetapi yang patut diwaspadai adalah ketika bantuan itu bersumber dari harta pemerintah. Nah, apabila anda dijadikan wakil untuk memberikan bantuan oleh pemerintah, maka agar anda selamat di akhirat, maka sebaiknya anda TOLAK. Mengapa bisa begitu?

Dikisahkan di dalam kitab tanbiihul-mughtarriin halaman 40 bahwa pada suatu hari Ibrohim bin Adham didatangi oleh beberapa utusan raja dengan membawa harta yang banyak dari raja.  Mereka memohon supaya Ibrohim sudi membagi harta tersebut kepada orang-orang fakir yang beliau kenal. Ibrohim menolak harta tersebut sambil berkata, “Ketika Allah SWT menghisab (memperhitungkan) orang dhalim kelak di hari kiamat atas harta yang ia peroleh, maka orang dhalim tersebut akan berkata kepada Allah swt: ‘Hartaku telah aku berikan kepada Ibrohim, maka orang dhalim tersebut akan menuntut aku kelak di hari kiamat.’ Oleh karena itu orang yang mengumpulkan harta lebih utama dan lebih berhak untuk membagikannya sendiri.”

Demikianlah resiko yang bakal ditanggung oleh orang yang ikut andil dalam perputaran harta yang didapat secara dhalim. Ia bakal ikut dikenai pertanggung-jawaban atas harta yang didapat secara dhalim itu.

Wallahu Alam.

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.