Headline »

November 19, 2017 – 6:49 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Pada hakikatnya Hasud (iri) adalah bentuk permusuhan terang-terangan kepada Allah dan penentangan jelas atas kekuasaan Allah. Sebab Allah SWT ketika memberikan suatu nikmat kepada sebagian hamba-Nya, maka sudah jelas bahwa Allah SWT …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline, Teladan

MENGHIRAUKAN CIBIRAN BUKAN PORSI HABAIB

Submitted by on October 30, 2017 – 2:39 am


(Oleh: Sayyid Husein Ali Assegaf)

Jujur saya heran ………

Akhir-akhir ini banyak oknum satu organisasi yang selalu mencibir tentang Habaib, seakan para cucu Rasulullah SAW itu akan berkurang kemuliaannya dimata Allah SWT karena cibiran lisan mereka.

Mungkin hal tersebut muncul karena melihat semakin banyak yang mengenal dan mencintai Para habaib?,
Tenang saja karena Habaib tidak butuh organisasi untuk mengangkat nama mereka sehingga bertujuan untuk merebut organisasi kalian.

Lagi pula, pernahkah kalian melihat Habaib yang marah karena dihina kepribadiannya? Semisal Habib Rizieq Syihab yang mana banyak sekali yang membenci beliau dari mengedit foto sampai fitnah chat yang tidak pantas?

Apakah pernah beliau mengutus laskarnya untuk menyerbu para penghina dan menuntut klarifikasi?? Pernahkah ada seruan ” bela Habaib??”.

Mengapa mereka tidak menghiraukan cacian dan hinaan?

Tidak lain karena tujuan mereka bukanlah kecintaan makhluk, yang mereka takutkan bukanlah kebencian makhluk bahkan memikirkan siapa yang membenci dan mencintai bukanlah ” porsi Habaib ”

Karena para leluhur mereka pun sudah ada yang membenci bahkan membunuh , Sayidina Ali bin Abi Thalib ditusuk ketika shalat,
Sayidina Hasan diracun dan Sayyidina  Husein dibunuh dan dipenggal
Sayyidina Musa Alkadzim di penjara kaum keji hingga beliau wafat.

Jadi, dihina bahkan dibunuh bukan lagi menjadi hal yang dipikirkan Habaib , karena harapan mereka adalah menggapai ridho Allah swt dengan berkhidmat menyelamatkan Ummat Nabi Muhammad SAW dari panasnya api neraka.

Wallahu a’lam , semoga bermanfaat.

*Penulis adalah Ketua Majelis Syuro Front Mahasiswa Islam / FMI Yaman dan Mahasiswa Universitas Al-Ahgaff tingkt 5

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.