Headline »

November 19, 2017 – 6:49 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Pada hakikatnya Hasud (iri) adalah bentuk permusuhan terang-terangan kepada Allah dan penentangan jelas atas kekuasaan Allah. Sebab Allah SWT ketika memberikan suatu nikmat kepada sebagian hamba-Nya, maka sudah jelas bahwa Allah SWT …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline, Kalam Salaf

TASAWUF (tidak) SESAT?

Submitted by on October 27, 2017 – 9:20 am

 

Istilah tasawuf sudah tidak asing di telinga kita. Banyak kisah luar biasa dari para ulama sufi baik tentang karomah maupun mujahadahnya. Tetapi banyak yang masih belum faham apakah itu tasawuf? Apakah ajaran tasawuf itu sesuai dengan syariat atau tidak?

Tasawuf yang benar selalu berpegang teguh dengan ajaran Al-Quran dan Sunnah Nabi SAW. Ulama tasawuf selalu bersama keduanya bagaikan bayangan bersama orangnya. Mereka tidak berani menampakkan diri sebagai sufi  kecuali setelah menguasai seluruh ilmu syariat dan mengetahui seluruh dalil-dalil 4 mazhab, baik yang masih dipakai atau yang sudah lenyap.

Imam Junaid Sayyidut Thoifah mengatakan, “Kitab kita adalah Al-Qur’an, Kitab yang paling lengkap. Syariat kita adalah syariat yang paling jelas dan paling detailnya. Thoriqoh kita yaitu thoriqoh Tasawuf adalah thoriqoh yang didasari oleh Al-Qur’an dan as-Sunnah. Siapa yang tidak hafal Al-Qur’an, tidak hafal Ribuan hadist dan tidak faham makna-makna yang terkandung di dalam Al-Qur’an dan hadist maka tidak layak( tidak pantas ) untuk diikuti.”

 

As-syech Abdul-wahab As-sya’roni mengomentari perkataan Imam Junaid diatas :” Akhlaq ( kriteria ) seperti itu sudah sangat jarang sekali adanya pada ulama-ulama zaman inni, di antara ulama zaman ini ada yang berguru kepada seseorang yang tidak mempunyai pengalaman dalam ilmu tasawuf. ”

 

Beliau As-syech Abdul-wahab As-sya’roni sangat geram terhadap orang yang menuduh thoriqoh tasawuf bertentangan dengan syareat, beliau berkata ” Demi Allah, sungguh dusta orang yang mengatakan  thoriqoh tasawuf tidak ada dasarnya baik dari al-Qur’an maupun hadist. Perkataan seperti itu menunjukan betapa bodohnya dia. Hakekat sufi menurut ulama’ tasawuf adalah orang yang alim dan mengamalkan ilmunya dengan kesadaran bahwa tidak ada tujuan lain kecuali Allah swt. Tujuan tertinggi yang ingin dicapaai melalui mujahadah, puasa, qiyamul-lail, uzlah, waro’, tidak banyak bicara, adalah untuk mengerjakan amal ibadah sesuai dengan amal yang telah dikerjakan oleh para ulama salaf. Akan tetapi karena lenyapnya thoriqoh salaf dengan sebab lenyapnya orang-orang yang mengamalkan amalan salaf,  maka manusia menyangka bahwa TASAWUF telah keluar dari syariat atau aturan agama, prasangkan seperti itu muncul karena sangat sedikit sekali di zaman sekarang ulama’yang berakhlaq seperti pendahulunya.”

 

Sumber : Tanbiihul-mughtarriin. Hal. 19-20

Tags:

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.