Headline »

November 19, 2017 – 6:49 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Pada hakikatnya Hasud (iri) adalah bentuk permusuhan terang-terangan kepada Allah dan penentangan jelas atas kekuasaan Allah. Sebab Allah SWT ketika memberikan suatu nikmat kepada sebagian hamba-Nya, maka sudah jelas bahwa Allah SWT …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline, Kalam Salaf

NASEHAT PERLU SIASAT.

Submitted by on October 15, 2017 – 1:00 am

 

Oleh: Ustadz Jakfar bin Abdulqodir Alhaddar Sangata, Alumni Ma`had Suniyah Salafiyah

Memberi nasehat sangatlah mudah akan tetapi tidak semua orang mau menerima nasehat, karena nasehat bagi manusia yang masih menjadi budaknya nafsu sangatlah pahit lebih-lebih bagi orang alim ( tokoh masyarakat ) yang hanya sekedar mencari kedudukan dunia dengan ilmunya.

Para salaf-salaf kita tidak mau memberi nasehati kecuali kepada orang yang mereka tahu bahwa orang yang akan dinasehatinya menerima, jika mereka pandang bahwa orang tersebut tidak akan menerima nasehatnya atau marah ketika dinasehati maka mereka tunda sampai mendapatkan jalan / cara yang pas untuk menasehati.

As-syech Hamid Al-laffaf berkata ” janganlah engkau menasehati seseorang kecuali engkau mengetahui bahwa ia akan menerima nasehatmu, karena banyak kemungkinan nasehat tersebut mengakibatkan mala petaka bagimu yang engkau tidak mampu menghadapinya, karena zaman sekarang setiap orang menganggap sudah mempunyai kedudukan masing-masing. ”

Al-arif bil-llah Abdul-wahhab As-sya’roni berkata ” perkataan As-syech hamid memang benar sekali, dulu pernah terjadi kepada diriku, aku pernah memberi nasehat kepada salah satu tokoh / panutan di zamannya hendak dia jangan makan di rumahnya pemerintah, nasehat tersebut aku utarakan hanya antara aku dan dia saja tidak ada orang lain, gara-gara nasehatku tersebut dia tidak mau menyapa aku selama 17 tahun, bagaimana keadaanku kalau seandainya aku menasehatinya di depan halayak ramai ? Bisa jadi dia akan berusaha untuk membinasakan aku !

Karena itu kenali zaman kamu dan nasehati saudara-saudaramu dengan siasat.

Wallahu a’lam.

Sumber : Tanbiihul-Mughtarriin. Hal.140

Tags:

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.