Headline »

December 13, 2017 – 2:00 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Di antara umat beliau SAW, ada yang susah-payah mendatangi telaga dalam keadaan kehausan, namun ketika mendekat, ia dihalau dari telaga dan tidak diizinkan untuk meminum setetes pun darinya. Merekalah orang-orang yang merugi.
Imam …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline, Kalam Salaf, Teladan

KENAPA KETURUNAN ORANG KAYA BISA MENJADI FAKIR?

Submitted by on October 4, 2017 – 11:30 am

Al Habib Ahmad bin Umar bin Sumaith menerangkan mengenai orang yang mewriskan banyak harta kepada keturunannya, akan tetapi kemudian keturunannya iti menjdi orang-orang fakir. Apakah sebabnya?

Beliau berkata:

Ini termasuk bukti kebenaran firman Allah SWT:

وَذَلِكُمْ ظَنُّكُمُ الَّذِي ظَنَنْتُمْ بِرَبِّكُمْ أَرْدَاكُمْ

Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangka kepada Tuhanmu, Dia telah membinasakan kamu. (QS Fushilat: 23)

Orang kaya itu telah berburuk sangka kepada Allah (dengan menyangka bahwa Allah akan memiskinkan keturunan mereka jika ia tidak mewariskan harta yang banyak), maka Allah SWT membuat nyata hukuman buruk sangka itu bagi anak-anaknya.

Adapun orang yang berbaik sangka kepada Allah SWT, dan percaya Allah akan memberikan anugrah kepada keturunannya ketika ia meninggalkan dunia, ini seperti yang diriwayatkan dari Sayyidina Umar bin Abdul Aziz. Dikatakan bahwa beliau pernah ditanya,

“Apa yang engkau wariskan untuk keturunanmu?”

Beliau menjawab:

أولادي أحد رجلين إما صالحون فالله يتولى الصالحين وإما عاصون فلا أخلف لهم مالا يعصون الله به

“Keturunanku ada dua kemungkinan. Bisa jadi mereka adalah orang-orang shaleh, maka Allah yang mengurus urusan orang-orang shaleh. Bisa jadi mereka pelaku maksiat, maka aku tidak ingin mewariskan harta yang akan mereka gunakan untuk bermaksiat kepada Allah.”

Diriwayatan bahwa beliau tidak mewariskan sedikitpun harta untuk keturunannya. Kemudian belum  berlalu satu tahun sejak kematian Beliau, salah satu keturunan beliau bersedekah dengan 1000 kuda untuk dijadikan kendaraan berperang di jalan Allah. Salah satu keturunan beliau yang yang menjadi peguasa mati dalam keadan meninggalan harta yang banyak bagi keturunannya. Namun belum berlalu setahun sejak kematian penguasa ini, sebagian keturunannya sudah menjadi peminta-minta yang mengetuk pintu-pintu rumah untuk meminta.

(Majmu Kalam Habib Ahmad bin Umar bin Sumaith hal 102)

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.