Headline »

December 13, 2017 – 2:00 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Di antara umat beliau SAW, ada yang susah-payah mendatangi telaga dalam keadaan kehausan, namun ketika mendekat, ia dihalau dari telaga dan tidak diizinkan untuk meminum setetes pun darinya. Merekalah orang-orang yang merugi.
Imam …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline, Teladan

Memuji Nabi Adalah Obatnya

Submitted by on September 21, 2017 – 2:47 am

Dalam Qoshidah Muhammadiyahi Imam Bushiri menyebutkan:

مُحَمَّدٌ غَيْثُ مَعْرُوفٍ يَدُومُ بِهِ**مُحَمَّدٌ مَدْحُهُ يَشْفِي مِنَ السَّقَمِ

(Sayidina) Muhammad bagaikan hujan kebaikan yang tak akan pernah reda

(Sayidina) Muhammad, memujinya adalah penawar dari segala lara

Memuji Nabi SAW adalah obat dari segala penyakit. Ini bisa difahami dari dua segi:

Pertama:

Allah SWT memuji Nabi SAW dalam banyak tempat di dalam Al-Quran. Al-Quran sendiri adalah obat penawar bagi segala jenis penyakit. Nabi SAW, para sahabat serta tabiin terbukti pernah berobat dengan ayat-ayat Al-Quran. Ini karena Al-Quran adalah obat sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah SWT:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآَنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (QS al-Isra: 82)

Semua ayat Al-Quran berisi rahmat sekaligus obat penawar. Di dalam ayat lain, Allah SWT berfirman:

قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آَمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ

Katakanlah: “Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. (QS Fushilat: 44)

Jika Al-Quran adalah obat penawar, dan di dalam Al-Quran terdapat pujian kepada Nabi SAW. Itu berarti memuji Nabi SAW adalah termasuk obat penawar pula. Siapa yang membaca ayat-ayat yang mengandung pujian kepada Nabi SAW, kemudian menjadikannya sebagai sebab untuk menyembuhkan penyakitnya, niscaya Allah akan menyembuhkannya.

Kedua:

Memuji Nabi SAW adalah satu akhlak yang diajarkan di dalam Al-Quran. Siapa yang berusaha untuk berakhlak dengan Akhlak Al-Quran dengan memuji Nabi SAW, kemudian ia menjadikan pujian itu sebagai perantara agar Allah SWT menganugrahkan kesembuhan maka Allah SWT akan menyembuhkannya.

Telah terbukti banyak sekali ulama dan para wali atau keluarga dan sahabat mereka yang mengalami suatu penyakit parah yang dokter pun telah angkat tangan untuk mengobatinya. Kemudian mereka membuat syair pujian untuk Nabi SAW sebagai perantara meminta syafaat kepada Nabi SAW untuk kesembuhannya. Maka Allah SWT menerima amal mereka dan menganugrahkan kesembuhan kepada mereka karena keberkahan memuji Nabi SAW, dan syafaat Nabi bagi mereka.

Nabi SAW selalu membalas kebaikan kepada orang yang memujinya. Sahabat Kaab bin Zuhair RA sebelum masuk Islam merupakan musuh Nabi SAW yang sangat keras. Ia membuat syair-syair menghina Islam sampai Nabi SAW memutuskan bahwa darahnya halal untuk dibunuh. Namanya dikecualikan dari nama orang-orang yang berhak diampuni. Akan tetapi Sahabat Kaab meminta maaf dan membuat suatu qoshidah memuji Nabi SAW untuk meminta syafaat beliau. Qoshidah itu dimulai dengan bait:

بَانَتْ سُعَادُ فَقَلْبِي اليَوْمَ مَتْبُوْلُ ***مُتَيَّمٌ إِثْرَهَا لَمْ يُفْدَ مَكْبُوْلُ

Suad telah pergi, pada hari ini hatiku sedih ***Gelisah sesudahnya, ia masih teringat dan belum lepas

Ia menceritakan bagaimana tadinya ia telah dihalalkan darahnya kemudian permohonan maafnya:

نُبِّئْتُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ أَوْعَدَنِي***وَالعَفْوُ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ مَأْمُوْلُ

Aku diberitahu bahwa Rasulullah mengancamku***Dan maaf di sisi Rasulullah benar-benar diharapkan

Maka Nabi SAW menerima permohonan maafnya, bahkan Nabi SAW membalas qoshidah pujian itu dengan menghadiahkan satu burdah (selendang) beliau kepadanya. Di dalam Qoshidah itu, Nabi SAW disifati dengan cahaya yang benderang:

إِنَّ الرَّسُوْلَ لَنُوْرٌ يُسْتَضَاءُ بِهِ *** مُهَنَّدٌ مِنْ سُيُوفِ اللهِ مَسْلُوْلُ

Sesungguhnya Rasul adalah cahaya yang menerangi ***Kuat pemberani dari pedang India yang terhunus

Setelah Nabi SAW berpindah ke alam Barzakh pun, siapa saja yang datang kepada beliau dan memujinya maka pujian itu akan disampaikan kepada Nabi SAW sebagaimana shalawat dan salam kita disampaikan kepada Nabi SAW. Nabi akan memintakan syafaat bagi para pemujinya kepada Allah untuk mengabulkan hajat yang diminta baik itu menyembuhkan penyakit atau lainnya. Karena Nabi SAW adalah termasuk hamba yang dapat memita apa saja kepada Tuhannya, karena beliau adalah pemimpin dari hamba-hamba yang disifati oleh Allah SWT:

{ لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ عِنْدَ رَبِّهِمْ } ]

Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka. (QS az Zumar: 34)

Menyebut Nama Nabi SAW saja dapat menyembuhkan, apalagi memuji Nabi SAW. Telah dikisahkan bahwa ada seorang lelaki yang kakinya kram di dekat Sayyidina Ibnu Umar Ra. Maka Sayyidina Ibnu Umar RA menyatakan padanya:

 اذكر أحبَّ الناس إليك

Sebutkan orang yang paling engkau cintai.

Diapun mengatakan:

محمّدٌ صلى اللّه عليه وسلم

Muhammad SAW.

Maka kakinya pun pulih kembali. (HR Ibnu Sunni)

اللهم صل على سيدنا محمد طب القلوب ودواءها وعافية الابدان وشفاءها ونور الابصار وضياءها وعلى آله وصحبه وسلم

Sumber: Syaikh Abdul Hadi al Khatsyah, Syarah Qoshidah Muhammadiyah. Dzr

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.