Headline »

October 21, 2017 – 1:12 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Pertanyaan:
Ustadz, Bagaimana Hukumnya orang yang jualan jangkrik ?
Ainul Yaqin
Jawaban:
Hukum Jual beli hewan diperinci sebagai berikut:

Apabila hewan itu bermanfaat (secara syariat), seperti unta, sapi, kambing, kuda dan lain-lain, maka sah jual belinya, karena …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline, Kalam Salaf

Perbedaan kenikmatan hati dan kenikmatan hawa nafsu

Submitted by on September 19, 2017 – 4:36 am

Al Habib Muhammad bin Abdullah Alaydrus dalam kitabnya Ifadah Ahli Iqbal menuturkan:

Kenikmatan hakiki dapat dirasakan oleh pemilik hati yang bersih. Mereka merasa akrab dengan kebaikan, senang dengan kebaikan batin, dan terhibur dengan pikiran yang baik. Tanda kenikmatan berasal dari hati adalah sebagai berikut:

  1. Gemar pada tempat-tempat yang sepi terutama untuk merenung
  2. Merasa cukup (qonaah) dengan harta yang sedikit
  3. Hati mereka merasa kaya walaupun mereka tidak berharta
  4. Banya bersyukur walaupun atas sesuatu yang sedikit

Adapun kenikmatan yang berasal dari hawa nafsu itu hanya akan membuat susah dan lelah. Kenikmatan yang berasal dari nafsu ada pada hal-hal berikut:

  1. Memperbanyak harta dan enggan untuk mengeluarkannya
  2. Membalas dendam kepada musuhnya
  3. Memperturutkan syahwatnya

Tanda dari kesenangan yang berasal dari hawa nafsu  adalah:

  1. Hatinya sempit
  2. Akhlaknya buruk
  3. Sering gelisah
  4. Badannya lelah
  5. Hatinya selalu banyak pikiran
  6. Target dunia mereka sangat tinggi dan tidak tergapai
  7. Suka bermewah-mewah dalam urusan dunia seperti pakaian, dan rumah yang mewah

Ada beberapa faktor yang mendukung untuk mendapatkan kenikmatan yang berasal dari hati dan waktu yang bermanfaat, di antaranya:

  1. Hati yang baik
  2. Melihat kepada ulama yang utama
  3. Menetapi kebenaran dalam segala tujuannya
  4. Berlomba-lomba untuk beramal dengan sunah-suanah yang baik.

Jika faktor-faktor ini tidak ada, maka orang akan mencari kesenangan melalui hawa nafsu yang justru akan membuatnya semakin lelah dan gelisah.

 

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.