Headline »

December 13, 2017 – 2:00 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Di antara umat beliau SAW, ada yang susah-payah mendatangi telaga dalam keadaan kehausan, namun ketika mendekat, ia dihalau dari telaga dan tidak diizinkan untuk meminum setetes pun darinya. Merekalah orang-orang yang merugi.
Imam …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline, Kalam Salaf

MUJAHADAH PARA IMAM SADAH BAALAWI

Submitted by on September 15, 2017 – 7:57 am

Para Imam Sadah Baalawi tidak mencapai derajat kewalian dengan mudah. Mereka melakukan berbagai mujahadah dan ibadah yang sulit diikuti oleh orang biasa. Inilah yang menyebabkan mereka dipilih oleh Allah SWT menjadi kekasihnya.

Al Habib Abdullah Alhaddad dalam Tatsbitul Fuad mengatakan mengenai sebagian mujahadah mereka:

Orang-orang terdahulu mengisi bak-bak air umum di malam hari agar tidak ada seorang pun yang melihatnya, mereka mengisi malamnya dengan shalat dan membaca Al-Quran, yang mereka tuju dengan ini semua adalah keridhoan Allah SWT oleh sebab itu mereka menyembunyikannya dari manusia.”

Syaikh Abdullah Baalawi dan murid beliau Syaikh Ali bin Silm ketika bermukim di Mekah jika selesai shalat Tarawih di Bulan Ramadhan, keduanya melaksanakan shalat dua rakaat dengan mengkhatamlan Al-Quran di dalam dua rakaat itu. Keduanya hanya makan malam dengan seteguk air atau satu butir kurma setelah menyelesaikan dua rakaat ini.

Dihikayatan pula dari Syaikh Muhammad Mauladawileh bahwa beliau selama 20 tahun melakukan shalat Shubuh dengan Wudhu Shalat Isya (tidak tidur). Beliau berpuasa 40 hari berturut-turut di musim panas. Putra beliau yaitu Syaikh Abdurahman Assegaf beribadah di bukit Nuair di sepertiga malam terakhir. Setiap siang beliau mengkhatamkan Al-Quran dua kali dan setiap malam dua kali. Kemudian beliau meningkatkannya menjadi empat khataman setiap siang dan empat khataman setiap malam. Dua khataman dilakukan antara Shubuh dan Dzhuhur, Satu Khataman antara Dzhuhur dan Ashar, satu Khataman setelah Ashar. Beliau selama 33 tahun tidak tidur baik di siang hari atau di malam hari. Beliau berkata, “Bagaimana bisa tidur orang yang jika berbaring di sisi tubuh kanannya ia melihat surga, dan jika berbaring di sisi kirinya ia melihat neraka?”

Putra beliau  yakni Syaikh Umar Almuhdhor selama 25 tahun makan makanan  yang kurang, tidak seperti makanan biasanya manusia. Beliau selama 30 tahun tidak memakan kurma . Beliau berkata, “Kurma itu adalah makanan yang paling diinginkan  syahwatku, oleh sebab itu aku menahan nafsuku dengan tidak memakannya.” Pernah beliau melakukan perjalanan haji selama 40 hari tanpa makan dan minum akan tetapi kekuatanya tidak berkurang dan jalannya tidak menjadi lemah.

Syaikh Abdullah Alaydrus pernah melawan nafsunya dengan tidak makan kecuali buah Isyriq (buah yang biasa dimakan ternak) selama beberapa waktu. Beliau juga selama tiga tahun tidur di tempat-tempat pembuangan untuk melawan nafsunya. Kemudia beliau tidak tidur selama lebih dari 20 tahun. Beliau berkata, “Aku ingin menghabiskan waktu tidurku dalam bersungguh-sungguh beribadah, aku menyukai hal itu tanpa terpaksa.”

Syaikh Abu Bakar bin Salim sebgaimana dihikayatkan mengenainya pernah selama beberapa waktu tidak berbuka kecuali dengan kurma mentah. Beliau selama 40 tahun melakukan shalat Shubuh dengan wudhu shalat Isya di Masjid Ba’isa.

Al-Habib Abdullah Alhaddad mengisahkan, “Dahulu jika aku pulang dari madrasah di waktu dhuha aku datang ke sebagian masjid dan aku melakukan shalat sunah di situ setiap hari sekitar 100 rakaat.” Beliau juga berkata, “Ketika aku kecil, aku shalat 200 rakaat di masjid Baalawi dan aku memohon kepada Allah untuk memberikan kepadaku Maqom (kedudukan) Syaikh Abdullah Alaydrus.”

Sayyid Abdullah bin Ahmad Bafaqih juga melakukan hal yang sama dan meminta maqom Al Habib Abdullah bin Muhammad Shohibuls Syubaikah.

Habib Hasan bin Sholeh Albahr, karena sangat seringnya beliau ibadah maka beliau kerap kali mengkhatamkan al-Quran dalam dua rakaat. Dan beliau di satu malam membaca 90 ribu surat Al-Ikhlas. Beliau juga kerap membaca surat Yasin dalam satu majlis 40 kali. Dalam salah satu kunjungannya, beliau membaca surat Yasin 40 kali dalam satu rakaat atau dalam dua rakaat padahal ketika itu beliau tengah sakit parah.

Imam Abdullah bin Husain bin Thohir setiap hari membaca “lailahailallah” sebanyak 25 ribu kali, “Ya Allah” untuk berdoa dan bermaksud dzikir sebanyak 25 ribu kali, dan shalawat kepada Nabi SAW sebanyak 25 ribu kali. Beliau mandi dan memakai wewangian setiap kali shalat fardhu.

Al Habib Ahmad bin Hasan Alatsas mengatakan: “Sayyidina Ali Zainal Abidin bin Husain RA setiap hari shalat 1000 rakaat. Selain beliau ada pula yang melakukan hal ini dari generasi setelahnya seperti Sayyidina Al Faqih Al Muqoddam Muhammad bin Ali, Syaikh Abdulqodir Aljailani, Syaikh Abul Hasan Asyadzili, Syaikh Ahmad Ar Rifaiy, Syaikh Ahmad Albadawi, Syaikh Ahmad bin Alwan dan selain mereka dari para ahlul bait, semoga Allah memberikan manfaat bagi kita dengan mereka.”

Sayyidina Al Imam Ahmad bin Muhammad Alhabsyi Shohibus Syiib Ra, beliau makan kurma sampai kedua kakinya tertutupi bijinya. Kemudian beliau shalat dengan jumlah rakaat yang sama dengan jumlah biji kurma itu.

Al Habib Hasan bin Al-Quthb Habib Abdullh Alhaddad termasuk orang yang sangat keras ibadahnya kepada Allah. Tangan beliau tidak pernah menyentuh tangan seorang pun wanita ajnabiyah. Beliau tidak berani melakukan sesuatu pun yang tidak disukai Allah, Tidak pernah meninggalkan satu sunah pun, tidak pernah shalat fardhu secara munfarid sepanjang hidupnya, tidak menunggang kendaraan ketika berjalan menuju ketaatan kepdada Allah, beliau tidak pernah membelakangi kiblat kecuali ketika berziarah ke makam Rasulullah SAW.

Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad juga adalah orang yang mengamalkan semua sunah-sunah Nabi SAW. Tidak ada satupun sunah yang ditinggalkan oleh Beliau. Bahkan memanjangkan rambut yang pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW. Habib Abdullah Al Haddad di akhir umurnya, ketika sakit yang menghantarkan kepada kematiannya, selama 40 hari beliau tidak memotong rambut sampai wafat. Dengan demikian beliau mendapatkan sunah memanjangkan rambut itu.

Al Habib Ahmad bin Muhammad Almuhdhor pernah mengatakan, “Telah berlalu 40 tahun aku membaca Al-Quran satu kali khatam di malam hari dan satu kali khatam di siang hari.”

Demikian sebagian dari mujahadah para imam Ahlul Bait, maka tidak heran apabila nama-nama mereka dikenal dan tercatat dalam sejarah.. Semoga kita dapat menirunya walau sebagian..*dzr

Dumber: al Manhaj As Sawi

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.