Headline »

November 19, 2017 – 6:49 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Pada hakikatnya Hasud (iri) adalah bentuk permusuhan terang-terangan kepada Allah dan penentangan jelas atas kekuasaan Allah. Sebab Allah SWT ketika memberikan suatu nikmat kepada sebagian hamba-Nya, maka sudah jelas bahwa Allah SWT …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline, Teladan

BERKAH IKUT MENSHALATI JENAZAH ORANG ALIM

Submitted by on September 12, 2017 – 3:18 am

Syaikh Allamah Umar bin Mubarok Bahroq (869-930H) Seorang ulama yang memiliki banyak tulisan bermanfaat adalah sahabat dari Syaikh Abdullah bin Abdurahman Bafadhol penulis kitab Muqoddimah al Hadromiyah. Keduanya sama-sama belajar  kepada al Imam Abdulah bin Ahmad Bamakhromah dan Allamah Muhammad bin Ahmad Bafadhol di Adn.Imam Bahroq sangat mencintai Syaikh Abdullah Bafadhol.

Sebagian ahli Sejarah meriwayatkan bahwa Imam Bahroq hadir ketika jenazah Syaikh Abdullah Bafadhol dimakamkan pada waktu Dhuha hari Senin 5 Ramadhan 918 H. Beliau berdiri untuk berkhutbah selepas pemakaman itu, di sana juga hadir semua penduduk kota dan Suمtan Badr Bathuwairiq serta penasihatnya.

Imam Bahroq memuji Allah kemudian berkhutbah dengan khutbah yang mengesankan, di antara isi khutbahnya adalah,

“Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang melihatku dalam mimpi maka sungguh ia telah melihatku dengan benar. Tadi malam aku melihat Junjungan kita Rasulullah SAW bersabda, ‘Setiap orang yang ikut menshalati jenazah ini kelak akan diampuni oleh Allah’”

Syaikh Abdurahman bin Sirajudin Bajamal berkata,

Aku terheran-heran dengan ucapan beliau, ini terlalu berlebihan. Bagaimana mungkin pengampunan itu terjadi pada jamaah yang sangat banyak ini, dan di antara mereka ada orang-orang zalim dan fasik. Malamnya aku bermimpi melihat Rasulullah SAW.

Beliau bersabda, ‘Apakah engkau merasa apa yang dikatakana al-faqih Muhammad Bahraq terlalu berlebihan?’

‘Iya” jawabku.

Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Ketahuilah bahwa ia berkata benar.’”

 

 

 

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.