Headline »

December 13, 2017 – 2:00 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Di antara umat beliau SAW, ada yang susah-payah mendatangi telaga dalam keadaan kehausan, namun ketika mendekat, ia dihalau dari telaga dan tidak diizinkan untuk meminum setetes pun darinya. Merekalah orang-orang yang merugi.
Imam …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline

MINUMAN PENGHUNI NERAKA

Submitted by on August 12, 2017 – 4:40 am

Di antara minuman neraka adalah Ghasaq, Allah SWT berfirman:

{لَا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلَا شَرَابًا (24) إِلَّا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا } [النبأ: 24، 25[

Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, selain air yang mendidih dan Ghasaq. (QS an Naba`: 24-25)

Ghasaq juga adalah cairan yang mengalir berasal dari lelehan tubuh mereka. Ada pula yang mengatakan bahwa Ghasaq adalah nanah yang kental lagi busuk baunya.

Sahabat Abdullah bin Umar ra mengatakan, “Ghasaq adalah nanah yang sangat kental. Seandainya setetes darinya ditumpahkan di pelosok barat maka penghuni pelosok timur akan merasakan bau yang sangat busuk. Dan seandainya ia ditumpahkan di pelosok timur maka penghuni pelosok barat akan merasakan bau yang sangat busuk.”

Ada pula yang mengatakan Ghasaq adalah minuman yang sangat dinginnya sehingga tidak ada yang sanggup menelan. Ini dinamakan pula Zamharir.

Ka`ab berkata, “Ghasaq adalah mata air di Jahanam yang dialiri racun dari segala jenis racun sehingga menggenang. manusia akan didatangkan dan ditenggelamkan di dalamnya sekali maka kulit dan dagingnya meluruh dari tulamgnya. Dagingnya menjulur dari kedua mata kakinya seperti pakaian yang terjulur.”

Ini semua adalah balasan yang setimpal sesuai dengan amalan mereka yang busuk.

Ada pula Muhli, Allah SWT berfirman:

وَإِنْ يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ بِئْسَ الشَّرَابُ وَسَاءَتْ مُرْتَفَقًا  [الكهف: 29]

Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti Muhli yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek. (QS al Kahfi: 29)

Muhli adalah lelehan perak dan timah, ada pula yang mengatakan ia adalah endapan minyak yang kental, panas lagi sangat hitam.  Ketika didekatkan ke wajah maka melelehlah kulit kepalanya. Ada yang mengatakan Muhli adalah lelehan dari permata-permata di dunia. Ibnu Masud pernah pula ditanya mengenai Muhli, kemudian beliau meminta diambilkan emas dan perak. Setelah dilelehkan, beliau berkata, “Ini yang paling mirip dengan Muhli yang menjadi minuman penghuni neraka, warnanya seperti warna langit namun minuman penghuni neraka lebih panas dari ini.

Di neraka juga terdapat Ghislin:

{فَلَيْسَ لَهُ الْيَوْمَ هَاهُنَا حَمِيمٌ (35) وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنْ غِسْلِينٍ} [الحاقة: 36]

Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari Ghislin. (QS al Haqqah: 36)

Ghislin adalah cairan tubuh penghuni neraka atau apa yang terbasuh dan mengalir dari kedua tangan mereka daripada nanah dan lelehan tubuhnya. Ada pula yang mengatakan bahwa ia adalah nama pohon yang dimakan penghuni neraka dan adalah seburuk-buruknya makanan.

Di neraka terdapat pula Dhori`:

{تُسْقَى مِنْ عَيْنٍ آنِيَةٍ (5) لَيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ إِلَّا مِنْ ضَرِيعٍ } [الغاشية: 5، 6]

Diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas.
Mereka tiada memperoleh makanan selain dari Dhori`. (QS al Ghasyiyah: 5-6)

Di dunia, Dhori` adalah tumbuhan yang tumbuh di musim semi, jika datang musim panas ia akan kering. Ketika berdaun namanya adalah Syibriq, setelah daunnya berguguran dinamakan Dhori`. Biasanya unta makan ketika ia hijau jika telah kering maka tidak ada unta yang memakannya. Ada yang mengatakan Dhori` adalah duri, ada yang mengatakan ia adalah batu, ada yang menyamakan Dhori` dengan Zaqum dan ada pula yang menyebutnya sebagai nama lembah di Jahanam. Wallahu a`lam.

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.