Headline »

December 13, 2017 – 2:00 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Di antara umat beliau SAW, ada yang susah-payah mendatangi telaga dalam keadaan kehausan, namun ketika mendekat, ia dihalau dari telaga dan tidak diizinkan untuk meminum setetes pun darinya. Merekalah orang-orang yang merugi.
Imam …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline, Majelis Ifta'

MENJAWAB ADZAN DI TV DAN RADIO

Submitted by on July 29, 2017 – 7:16 am

Pertanyaan:

Apa hukum menjawab adzan dari media massa(TV, Radio, Dll) ?
terimakasih atas ilmunya

Jawaban:

Menjawab adzan dari TV atau radio jika disiarkan secara langsung setelah masuknya waktu maka sunah hukumnya. Dalam hal ini waktu yang menjadi patokan adalah waktu di tempat muadzin bukan waktu di tempat pendengar.  Adapun jika adzannya bukan siaran langsung dan hanya rekaman saja maka tidak disunahkan menjawabnya. Ini sesuai dengan fatwa Habib Zain bin smith yang berkata :

فوائد المختارة لسالك طريق الاخرة المستفاد من كلام العلامة الفقيه الحبيب زين بن ابراهيم بن سميط ( ص 125 )

يسن رد الاذان من نحو المذياع اذا كان مباشرا و مشروعا بان بكون بعد دخول الوقت و العبرة في دخول الوقت بمحل المؤذن لا بمحل السامع اما الاذان من نحو المسجل فلا يسن رده لانه غير المباشر, او ما هذا معناه

“ Disunahkan menjawab adzan yang terdengar dari semisal radio, jika adzan tersebut disiarkan secara langsung dan sesuai syariat yaitu dilakukan setelah masuk waktu. Waktu yang menjadi patokan dalam masalah masuk waktu adalah waktu di tempat muadzin bukan waktu di tempat pendengar. Adapun adzan yang didengar dari semisal kaset maka tidak disunahkan menjawabnya karena itu tidak dilakukan secara langsung..” (Fawaid Mukhtaroh hal 125)

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.