Headline »

November 19, 2017 – 6:49 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Pada hakikatnya Hasud (iri) adalah bentuk permusuhan terang-terangan kepada Allah dan penentangan jelas atas kekuasaan Allah. Sebab Allah SWT ketika memberikan suatu nikmat kepada sebagian hamba-Nya, maka sudah jelas bahwa Allah SWT …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline

20 JENIS KAROMAH WALI

Submitted by on July 26, 2017 – 8:28 am

Karomah adalah peristiwa luar biasa yang dikaruniakan oleh Allah SWT kepada sebagian wali-Nya. Para ulama ahlu sunnah telah sepakat bahwa karomah itu ada, dan terjadi. Di dalam Al-Quran pun diberikan gambaran mengenai sebagian karomah seperti kisah Ashabul Kahfi yang tertidur 309 tahun, kisah Sayidah Maryam, Dzul Qornain dan lainnya.

Para wali umat Nabi SAW juga banyak memiliki karomah. Berikut ini adalah 20 bentuk karomah yang terjadi pada mereka yang dikatakan oleh sebagian ulama:

1.Menghidupkan yang mati.

Ini adalah karomah tertinggi. Abu Ubaid al Busri pernah mengalaminya. Beliau berperang dengan membawa hewan tunggangannya. Selepas perang, hewan tunggangannya mati sehingga ia pun tidak dapat pulang ke kotanya. Ia pun berdoa kepada Allah agar menghidupkan kembali kudanya itu, maka Allah pun menghidupkan kembali kudanya agar ia dapat pulang. Setelah sampai di kotanya, kuda itu mati kembali.

Begitupula Mufarrij ad Damami as Shoidi, ketika dihidangkan burung panggang, ia mengatakan “Terbanglah dengan izin Allah.” Maka burung itu pun terbang kembali.

Syaikh al Ahdal memiliki kucing kesayangan. Suatu hari pembantunya memukulnya sehingga kucing itu mati, kemudian ia membuang bangkainya. Tiga hari kemudian, Syaikh menanyakan keberadaan kucingnya tetapi pembantunya malah mengatakan: ”Aku tidak tahu.” Lalu Syaikh memanggil kucingnya itu dan secara ajaib kucingnya datang kepadanya sambil berlari.

Al Kailani pernah meletakkan tanganya di atas tulang ayam yang telah ia makan sambil berkata, “Berdirilah dengan izin Allah yang menghidupkan tulang belulang.” Maka ayam itupun kembali hidup.

2.Berbicara dengan yang mati

Karomah jenis ini sangat sering terjadi. Syaikh Abdul Qodir Al Jailani dan banyak para wali lain pernah melakukannya.  Syaikh Islam as Syaraof Al Munawi pernah berbicara dengan Imam Syafii, maka Imam Syafii mengajaknya bicara dari kuburnya.

3.Membelah laut dan mengeringkannya

Ada salah satu wali yang jatuh sakit di atas perahu kemudian mati. Ketika jenazahnya telah diurus dan hendak dilemparkan ke laut, laut terbelah dua. Perahu itupun menyentuh tanah, lalu mereka menggali kubur di sana kemudian jenazah itu pun dikuburkan. Setelah selesai, air kembali seperti semula.

Di antaranya juga adalah berjalan di atas air dan ini banyak terjadi sebagaimana terjadi pada Imam Ibnu Daqiqil Id.

4.Merubah benda

Diantaranya yang terjadi pada Hitar al Yamani. Sebagian orang yang suka mengejeknya mengirimkan dua botol minuman keras kepadanya. Lalu beliau pun mengalirkan keduanya,  salah satunya menjadi madu dan yang lain menjadi samin. Kemudian beliau menghidangkannya kepada orang-orang yang hadir di sana.

5.Terlipatnya bumi

Sebagian mereka ada yang berada di kota Thurtus kemudian ia merindukan untuk menziarahi tanah Haram. Maka ia pun memasukan kepala ke dalam pakaiannya, kemudian ia mengeluarkannya dan ia sudah berada di tanah haram. Banyak sekali kejadian serupa sampai kepada derajat tawatur dan tidak ada yang mengingkarinya kecuali orang yang keras kepala.

6.Berbicara dengan hewan, tumbuhan dan benda mati.

Ini juga banyak terjadi. Di antaranya kisah Ibrahim bin Adham ketika duduk di bawah pohon delima. Pohon itu berkata padanya, “Hai Abu Ishaq, muliakan aku dengan cara engkau makan dari buahku.” Beliau pun memakannya.

Asyibli pernah berkehendak memakan buah dari suatu pohon. Ketika ia menjulurkan tangan, pohon itu berkata, “Jangan memakan buahku karena aku adalah pohon milik seorang Yahudi.”

7.Menyembuhkan penyakit

Imam Abdul Qodir al Jailani pernah berkata kepada anak kecil yang lumpuh dan buta. “Berdirilah dengan izin Allah.” Maka ia pun berdiri tanpa terisa penyakit apapun lagi padanya.

8.Tunduknya hewan kepada mereka

Al Mihani dan beberapa wali lainya dapat menunggangi singa.  Bahkan sebagian mereka ditaati oleh benda mati. Imam Ibnu Abdis Salam pernah mengatakan kepada angin ketika menghadapi musuh dalam pepeangan, “Hai angin, serbulah mereka.” Maka anginpun bertiup kencang pada mereka.

9, 10, 11. Meringkas waktu, memanjangkannya dan terkabulkannya doa.

Ini sangat banyak terjadi di antara mereka.

  1. Memberi kabar mengenai sebagian hal ghaib dengan izin Allah.

Di antaranya adalah kasyaf. Peristiwa yang seperti ini tidak dapat dihitung saking banyaknya. Yang dimaksud bukan semua hal ghaib, tapi sebagian hal ghaib dengan izin Allah.

  1. Menahan diri tidak makan dan minum dalam masa yang lama

Ini banyak terjadi dan masih dapat disaksikan pada sebagian orang.

  1. Maqomut tasrif (seperti mengatur turun hujan dengan izin Allah)

Ini banyak terjadi di setiap masa.

  1. Makan sejumlah besar makanan

Sebagaimana dinnukilkan Syaikh Dimradasy pernah diundang salah satu penguasa untuk menghadiri hidangan makanan. Penguasa itu mengundangnya dan jamaahnya. Syaikh datang kepadanya sendiri, penguasa itu heran dan mengatakan, “Siapa nanti yang akan menghabiskan makanan?” Maka beliau pun memakan semua makanan yang ada di sana.

  1. Terjaga dari yang haram

Harits al Muhasibi jika dihidangkan makanan yang mengandung syubhat maka salah satu uratnya bergerak. Sedangkan al Mursi bergerak semua uratnya.

  1. Melihat tempat yang jauh dari balik hijab

Syaikh Abu Ishaq as Syirozi menyaksikan Kakbah padahal ketika itu ia berada di Baghdad.

  1. Kewibawaan yang besar

Sebagian mereka ada yang memiliki kewibawaan yang sangat besar sehingga pernah orang yang melihatnya mati karena haibahnya. Ini terjadi pada Abi Yazid al Bisthomi dan Syaikh Ahmad al Badawi.

  1. Allah menghancurkan orang yang menghendaki keburukan pada mereka.

Sebagaimana terjadi pada salah seorang dari wali, ketika ia berdesakan dengan seseorang kemudian orang itu menampar wajahnya. Maka tiba-tiba tangannya terlepas bersama dengan pukulan itu. Ia mengatakan, “Demi Allah aku tidak menghendakinya, akan tetapi Tuhan pemilik anggota Tubuh itu yang merasa cemburu dengannya.”

  1. merubah rupa

Terjadi pada Qodhib al Bani al Maushili, ada seorang faqih yang mengingkarinya karena tidak melihatnya melakukan shalat. Maka ia pun berubah bentuk dalam sekejap dalam berbagai bentuk yang berbeda-beda. Lalu ia berkata, “Dalam bentuk yang manana engkau tidak melihat aku melaksanakan shalat?”

*Dzr

Sumber: al Kawakib ad Durriyah fi Tarojim as Sadah as Sufiyah lis Syaikh Zainuddin Muhammad Abdur Rouf al Munawi

 

 

 

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.