Headline »

November 19, 2017 – 6:49 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Pada hakikatnya Hasud (iri) adalah bentuk permusuhan terang-terangan kepada Allah dan penentangan jelas atas kekuasaan Allah. Sebab Allah SWT ketika memberikan suatu nikmat kepada sebagian hamba-Nya, maka sudah jelas bahwa Allah SWT …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline, Rudud

KEUTAMAAN NASAB

Submitted by on July 22, 2017 – 12:46 pm

 

Allah SWT berfirman :

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Al Hujurat : 13 )

Mereka berkata :

Islam hanya memandang ketakwaan sebagai patokan keutamaan seseorang, bukan nasab atau kedudukan. Nasab seseorang tidaklah berguna tanpa ketakwaan. Ini berarti tidak ada perbedaan antara seorang berketurunan mulia dengan lainnya,  yang membedakan hanyalah ketakwaan mereka kepada Allah SWT.

Hubungan nasab dengan orang-orang mulia termasuk Rasulullah tidak dapat memberikan manfaat apa-apa, karena yang dapat menyelamatkan kita hanyalah ketakwaan kita sendiri. Lagi pula penisbatan nasab Sayidina Hasan dan Husain kepada Rasulullah perlu dipertanyakan.  Dalam Islam, nasab seseorang diambil dari jalur ayah dan bukan ibu, sedangkan nasab mereka bersambung kepada Rasulullah melalui jalur ibu mereka yaitu Sayidatuna Fatimah. Ini menunjukkan bahwa Rasulullah tidaklah memiliki keturunan.

Kami Menjawab

Islam memandang hubungan kekerabatan dengan orang-orang saleh sebagai sebuah anugrah yang patut disyukuri. Dalam Al Qur`an, Allah SWT berfirman :

وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنْزٌ لَهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَنْ يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنْزَهُمَا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ

“Ada pun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh. Maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada usia dewasa dan mengeluarkan simpanan itu sebagai rahmat dari Tuhanmu.” (Al Kahfi : 82)

Harta kedua anak yatim tersebut terjaga karena kesalehan orang tua mereka. Diceritakan oleh sebagian ahli tafsir, bahwa yang dimaksud dengan اَبُوْهُمَا (ayahnya) dalam ayat ini adalah kakek mereka yang ketujuh(1). Jika demikian besarnya perhatian Allah SWT terhadap keturunan seorang saleh biasa, maka bagaimana dengan perhatian Allah SWT terhadap keturunan pemimpin para shalihin yaitu Rasulullah saw.

Hubungan kekerabatan dengan kaum shalihin tidak hanya bermanfaat di dunia, tetapi juga berguna di akhirat kelak. Dalam sebuah ayat Allah SWT berfirman :

وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ

“Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.” (QS At Thur : 21)

Seorang anak yang beriman akan dikumpulkan dengan orang-tuanya yang sholeh di surga meski derajat ketakwaan mereka berbeda(2). Ayat-ayat ini dengan jelas menunjukkan betapa beruntungnya mereka yang memiliki hubungan nasab dengan orang-orang saleh, terlebih jika mereka yang memiliki hubungan nasab dengan Rasulullah saw.  Ini merupakan suatu anugrah yang patut dijaga dan disyukuri.

Mungkin sebagian orang yang kurang memahami ajaran Islam berusaha menafikan adanya kemuliaan nasab dengan berdasarkan firman Allah SWT :

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ                                                                                         

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu.” (Al Hujurat : 13 )

Ayat ini tidak dimaksudkan untuk menafikan kemuliaan nasab melainkan untuk menunjukkan bahwa kemuliaan nasab bukanlah dimaksudkan untuk dijadikan sesuatu yang dibangga-banggakan, tetapi untuk disyukuri dengan cara bertakwa kepada Allah. Kemuliaan yang sesungguhnya dinilai dari ketakwaan seseorang di hadapan Allah, bukan kemuliaan nasab di hadapan manusia.

Di luar semua ini, Allah berhak untuk memilih dan memuliakan suatu kaum untuk diberikan keutamaan yang tidak diberikan kepada kaum lainnya.

Dalam Al Qur`an Allah berfirman :

إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى آَدَمَ وَنُوحًا وَآَلَ إِبْرَاهِيمَ وَآَلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ

“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing).” (QS : Ali Imran : 33)

Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Allah mengkhususkan keluarga Ibrahim dan keluarga `Imran di atas umat-umat lainnya tanpa usaha dari mereka. Ibnu Abbas menyatakan bahwa yang termasuk  keluarga Ibrahim adalah keluarga Muhammad(3). Pengkhususan ini adalah hak mutlak Allah SWT sebagai bentuk anugrah  Allah pada mereka.

Dalam Ayat lain Allah SWT berfirman :

إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

”Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai Ahlul Bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (Al Ahzab : 33 )

Dalam ayat ini Allah mengkhususkan Ahlul Bait (keluarga) nabi untuk disucikan.

Dalam hadits-hadits sendiri terdapat banyak sekali isyarat mengenai keutamaan nasab, terutama nasab Rasulullah saw. Di antaranya adalah sabda Rasulullah saw :

إِنَّ اللهَ اصْطَفَى كِنَانَةَ من وَلَدِ إسماعيل وَاصْطَفَى قُرَيْشًا من كِنَانَةَ وَاصْطَفَى من قُرَيْشٍ بَنِي هَاشِمٍ وَاصْطَفَانِي من بَنِي هَاشِمٍ )صحيح مسلم – 4 / 1782)

“Sesungguhnya Allah memilih Bani Kinanah dari keturunan Ismail, dan memilih Quraisy dari Kinanah dan memilih Bani Hasyim dari Quraisy dan memilih aku dari Bani Hasyim.” (HR Muslim) (4)

Hadits Ini menunjukkan keutamaan nasab Quraisy dan Bani Hasyim, dibandingkan dengan suku lainnya. Jelas bahwa keutamaan di sini adalah semata-mata dari sisi keturunan saja.

Tidaklah benar bahwa hubungan kekerabatan, terutama kekerabatan dengan Rasulullah, tidak bermanfaat sama sekali karena Rasulullah saw sendiri pernah bersabda  :

 كُلُّ سَبَبٍ وَنَسَبٍ مُنْقَطِعٌ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ إِلاَّ مَا كَانَ مِنْ سَبَبِيْ وَنَسَبِى) سنن البيهقي الكبرى – (7 / 63(

“Setiap sebab dan nasab akan terputus di Hari Kiamat kecuali sebabku dan nasabku.”(HR Baihaqi)(5)

Ini tentu menjadi suatu petunjuk bahwa hubungan kekerabatan dengan Rasulullah memiliki manfaat di hari kiamat.

Tidak ada seorang ulama pun dari golongan Ahlus Sunnah yang mengingkari masalah keutamaan nasab. Bahkan Ibnu Taimiyyah berkata :

فَإِنَّ الَّذِي عَلَيْهِ أَهْلُ السُّنَّةِ وَاْلجَمَاعَةِ : اِعْتِقَادُ أَنَّ جِنْسَ اْلعَرَبِ أَفْضَلُ مِنْ جِنْسِ اْلعَجَمِ ، عِبْرَانِيْهِمْ  وَسُرْيَانِيْهِمْ رُوْمِيهِمْ وَفَرْسِيهِمْ  وَغَيْرِهِمْ .وَأَنَّ قُرَيْشًا أَفْضَلُ اْلعَرَبِ وَأَنَّ بَنِي هَاشِمٍ : أَفْضَلُ قُرَيْشٍ وَأَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْضَلُ بَنِي هَاشِمٍ . فَهُوَ : أَفْضَلُ اْلخَلْقِ نَفْسًا ، وَأَفْضَلُهُمْ نَسَبًا .وَلَيْسَ فَضْلُ اْلعَرَبِ ، ثُمَّ قُرَيْشٍ ثُمَّ بَنِي هَاشِمٍ ، لِمُجَرَّدِ كَوْنِ النَّبِيِّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْهُمْ ، وَإِنْ كاَنَ هَذَا مِنَ اْلفَضْلِ ، بَلْ هُمْ فِي أَنْفُسِهِمْ أَفْضَلُ

“Sesungguhnya yang diyakini oleh Ahlus Sunnah wal jama`ah, ialah bangsa Arab lebih utama dari pada bangsa ajam (bukan Arab), baik dari golongan Ibrani, Suryani, Roma, Persi, atau selain mereka. Dan bahwa Quraisy merupakan yang paling utama dari bangsa Arab, lalu Bani Hasyim merupakan golongan yang paling utama dalam Quraisy, dan bahwasanya Rasulullah saw adalah manusia yang paling utama dalam Bani Hasyim.  Rasulullah adalah makhluk yang paling utama dilihat dari jiwa dan nasabnya. Keutamaan Bangsa Arab, Quraisy dan Bani Hasyim bukan hanya karena adanya Rasulullah di antara mereka, meski pun itu merupakan suatu keutamaan, tetapi karena mereka memiliki keutamaan sendiri…” (6)

Ini menunjukkan bahwa keutamaan nasab diakui dalam Islam, akan tetapi keutamaan tersebut menjadi tidak berarti jika tidak dibarengi dengan ketakwaan. Oleh karena itu, Allah berfirman: “Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu.”.

Nasab sayidina Hasan dan Husain

Nasab Sayidina Hasan dan Husain yang dinisbatkan kepada Rasulullah melalui jalur ibu mereka yaitu Sayidatuna Fatimah adalah sebuah kekhususan. Ini berdasarkan apa yang disampaikan oleh Rasulullah saw :

عن جَابِرٍ رضي اللهُ عنه قال قال رسول اللهِ صلى اللهُ عليه وسلم  إِنَّ اللهَ عز وجل جَعَلَ ذُرِّيَّةَ كل نَبِيٍّ في صُلْبِهِ وَإِنَّ اللهَ تَعَالَى جَعَلَ ذُرِّيَّتِي في صُلْبِ عَلِيِّ بن أبي طَالِبٍ رضي اللهُ عنه

Dari Jabir berkata, Rasululah saw bersabda :“Sesungguhnya Allah telah menjadikan keturunan setiap nabi dalam sulbinya masing-masing dan sesungguhnya Allah menjadikan keturunanku dalam sulbi Ali bin Abi Thalib.”(HR Thabrani)(7)

Akan tetapi tidak semua keturunan Sayidina Ali bin Abi Thalib nasabnya disambungkan kepada Rasulullah. Penisbatan ini hanya dikhususkan bagi keturunan Sayidina Ali dari Sayidatuna Fatimah, putri Rasulullah. Dalam riwayat lain disebutkan :

عن عُمَرَ رضي اللهُ عنه قال سمعت رَسُولَ اللهِ صلى اللهُ عليه وسلم يقول  كُلُّ بني أُنْثَى فإن عَصَبَتَهُمْ لأَبِيهِمْ ما خَلا وَلَدَ فَاطِمَةَ فَإِنِّي أنا عَصَبَتُهُمْ وَأَنَا أَبُوْهُمْ

Dari Umar, berkata, aku mendengar Rasulullah saw bersabda: ”Setiap anak dari seorang wanita dinisbatkan kepada ayahnya kecuali anak Fatimah, karena sesungguhnya akulah ashabah mereka dan akulah ayah mereka.”(HR Thabrani)(8)

Oleh karena itu, keturunan putri-putri Nabi yang lain meski pun masih bisa dikatakan sebagai dzuriyah Rasul, akan tetapi nasabnya tidak tersambung kepada Rasulullah. Begitu juga anak dari seorang wanita keturunan Sayidatuna Fatimah yang menikah dengan lelaki yang bukan ahlul bait, nasabnya disandarkan kepada ayah mereka dan bukan kepada ibunya(9).

Di antara bukti yang kuat mengenai kepastian mengenai terus berlangsungnya keturunan Rasulullah saw adalah sabda beliau :

يآ أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي قَدْ تَرَكْتُ فِيْكُمْ مَا إِنْ أَخَذْتُمْ بِهِ لَنْ تَضِلُّوْا كِتَابَ اللهِ وَعِتْرَتِي أَهْلَ بَيْتِي

 

“Wahai manusia, sungguh aku telah meninggalkan bagi kalian sesuatu yang jika kalian berpegang teguh dengannya kalian tidak akan tersesat yaitu kitabullah dan itrahku (keturunanku), ahlul baitku” (HR Turmudzi)(10)

Yang dimaksud `itrah dalam hadits tersebut adalah keturunan dan kerabat Nabi terdekat(11), ini menunjukkan bahwa nasab Rasulullah saw masih berlangsung setelah wafatnya beliau.

 

Referensi

 (1)زاد المسير – (5 / 182)

قوله تعالى وكان أبوهما صالحا قال ابن عباس حفظا بصلاح أبيهما ولم يذكر منهما صلاحا وقال جعفر بن محمد عليه السلام كان بينهما وبين ذلك الأب الصالح سبعة آباء وقال مقاتل كان أبوهما ذا أمانة

تفسير ابن كثير (5/  186)

وقوله: { وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا } فيه دليل على أن الرجل الصالح يحفظ في ذريته، وتشمل بركة بادته لهم في الدنيا والآخرة، بشفاعته فيهم ورفع درجتهم إلى أعلى درجة في الجنة لتقر عينه بهم، كما جاء في القرآن ووردت السنة به  . قال سعيد بن جبير عن ابن عباس: حفظا بصلاح أبيهما، ولم يذكر لهما صلاح، وتقدم أنه كان الأب السابع.

تفسير البغوي – (3 / 177)

( وكان أبوهما صالحا ) قيل كان اسمه كاشح وكان من الأتقياء قال ابن عباس حفظا بصلاح أبيهما وقيل كان بينهما وبين الأب الصالح سبعة آباء قال محمد بن المنكدر إن الله يحفظ بصلاح العبد ولده وولد ولده وعترته وعشيرته وأهل دويرات حوله فما يزالون في حفظ الله ما دام فيهم قال سعيد بن المسيب إني لأصلي فأذكر ولدي فأزيد في صلاتي قوله عز وجل ( فأراد ربك أن يبلغا أشدهما ) أي يبلغا ويعقلا وقيل أن يدركا شدتهما وقوتهما وقيل ثمان عشرة سنة

 (2)تفسير الطبري (22/  467)

القول في تأويل قوله تعالى : { وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ (21) }اختلف أهل التأويل في تأويل ذلك، فقال بعضهم: معناه: والذين آمنوا وأتبعناهم ذرياتهم بإيمان، ألحقنا بهم ذرياتهم المؤمنين في الجنة، وإن كانوا لم يبلغوا بأعمالهم درجات آبائهم، تكرمة لآبائهم المؤمنين، وما ألتنا آباءهم المؤمنين من أجور أعمالهم من شيء.

 (3)صحيح البخاري (3/  1263(

{ إذ قالت الملائكة يا مريم إن الله يبشرك بكلمة } / آل عمران 45 / . { إن الله اصطفى آدم ونوحا وآل إبراهيم وآل عمران على العالمين – إلى قوله – يرزق من يشاء بغير حساب } / آل عمران 33 – 37 /   قال ابن عباس وآل عمران المؤمنون من آل إبراهيم وآل عمران وآل   ياسين وآل محمد صلى الله عليه و سلم يقول { إن أولى الناس بإبراهيم   للذين اتبعوه } / آل عمران 68 / وهم المؤمنون . ويقال آل يعقوب أهل يعقوب فإذا صغروا آل ثم ردوه إلى الأصل قالوا أهيل

 (4)صحيح مسلم – (4 / 1782)

2276 حدثنا محمد بن مِهْرَانَ الرَّازِيُّ وَمُحَمَّدُ بن عبد الرحمن بن سَهْمٍ جميعا عن الْوَلِيدِ قال بن مِهْرَانَ حدثنا الْوَلِيدُ بن مُسْلِمٍ حدثنا الْأَوْزَاعِيُّ عن أبي عَمَّارٍ شَدَّادٍ أَنَّهُ سمع وَاثِلَةَ بن الْأَسْقَعِ يقول سمعت رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يقول  إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى كِنَانَةَ من وَلَدِ إسماعيل وَاصْطَفَى قُرَيْشًا من كِنَانَةَ وَاصْطَفَى من قُرَيْشٍ بَنِي هَاشِمٍ وَاصْطَفَانِي من بَنِي هَاشِمٍ   

شرح النووي على صحيح مسلم – (15 / 36)

( باب فضل نسب النبي صلى الله عليه وسلم ( وتسليم الحجر عليه قبل النبوة)  2276 قوله صلى الله عليه وسلم ( إن الله اصطفى كنانة ) إلى آخره استدل به أصحابنا على أن غير قريش من العرب ليس بكفء لهم ولا غير بني هاشم كفؤ لهم إلا بني المطلب فانهم هم وبنو هاشم شيء واحد كما صرح به في الحديث الصحيح والله أعلم قوله صلى الله عليه وسلم

 (5)سنن البيهقى – (ج 2 / ص 104)

– أَخْبَرَنَا أَبُو عَبْدِاللَّهِ الْحَافِظُ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ يَعْقُوبَ وَإِبْرَاهِيمُ بْنُ عِصْمَةَ قَالاَ حَدَّثَنَا السَّرِىُّ بْنُ خُزَيْمَةَ حَدَّثَنَا مُعَلَّى بْنُ أَسَدٍ حَدَّثَنَا وُهَيْبُ بْنُ خَالِدٍ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَلِىِّ بْنِ الْحُسَيْنِ ح وَأَخْبَرَنَا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ الْحَافِظُ حَدَّثَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ : مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الْجَبَّارِ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ بُكَيْرٍ عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ حَدَّثَنِى أَبُو جَعْفَرٍ عَنْ أَبِيهِ عَلِىِّ بْنِ الْحُسَيْنِ قَالَ : لَمَّا تَزَوَّجَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ أُمَّ كُلْثُومٍ بِنْتَ عَلِىٍّ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُمْ أَتَى مَجْلِسًا فِى مَسْجِدِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بَيْنَ الْقَبْرِ وَالْمِنْبَرِ لِلْمُهَاجِرِينَ لَمْ يَكُنْ يَجْلِسُ فِيهِ غَيْرُهُمْ فَدَعَوْا لَهُ بِالْبَرَكَةِ. فَقَالَ : أَمَا وَاللَّهِ مَا دَعَانِى إِلَى تَزْوِيجِهَا إِلاَّ أَنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ :« كُلُّ سَبَبٍ وَنَسَبٍ مُنْقَطِعٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلاَّ مَا كَانَ مِنْ سَبَبِى وَنَسَبِى ». لَفْظُ حَدِيثِ ابْنِ إِسْحَاقَ وَهُوَ مُرْسَلٌ حَسَنٌ وَقَدْ رُوِىَ مِنْ أَوْجُهٍ أُخَرَ مَوْصُولاً وَمُرْسَلاً.

 مسند أحمد – (ج 4 / ص 323)

(18907) 19114- حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ ، مَوْلَى بَنِي هَاشِمٍ ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ جَعْفَرٍ ، حَدَّثَتْنَا أُمُّ بَكْرٍ بِنْتُ الْمِسْوَرِ بْنِ مَخْرَمَةَ ، عَنْ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ أَبِي رَافِعٍ ، عَنِ الْمِسْوَرِ ، أَنَّهُ بَعَثَ إِلَيْهِ حَسَنُ بْنُ حَسَنٍ يَخْطُبُ ابْنَتَهُ ، فَقَالَ لَهُ : قُلْ لَهُ : فَلْيَلْقَنِي فِي الْعَتَمَةِ ، قَالَ : فَلَقِيَهُ ، فَحَمِدَ الْمِسْوَرُ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ وَقَالَ : أَمَّا بَعْدُ ، وَاللَّهِ مَا مِنْ نَسَبٍ ، وَلاَ سَبَبٍ ، وَلاَ صِهْرٍ ، أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ سَبَبِكُمْ وَصِهْرِكُمْ ، وَلَكِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : فَاطِمَةُ مُضْغَةٌ مِنِّي ، يَقْبِضُنِي مَا قَبَضَهَا ، وَيَبْسُطُنِي مَا بَسَطَهَا ، وَإِنَّ الأَنْسَابَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تَنْقَطِعُ غَيْرَ نَسَبِي ، وَسَبَبِي ، وَصِهْرِي ، وَعِنْدَكَ ابْنَتُهَا وَلَوْ زَوَّجْتُكَ لَقَبَضَهَا ذَلِكَ قَالَ : فَانْطَلَقَ عَاذِرًا لَهُ.

المستدرك – (ج 3 / ص 153)

4684 – حدثنا الحسن بن يعقوب و إبراهيم بن عصمة العدلان قالا : ثنا السري بن خزيمة ثنا معلى بن راشد ثنا وهيب بن خالد عن جعفر بن محمد عن أبيه عن علي بن الحسين أن عمر بن الخطاب رضي الله عنه خطب إلى علي رضي الله عنه أم كلثوم فقال : انكحنيها فقال علي إني أرصدها لابن أخي عبد الله بن جعفر فقال عمر انكحينها فو الله ما من الناس أحد يرصد من أمرها ما أرصده فأنكحه علي فأتى عمر المهاجرين فقال : ألا تهنوني فقالوا بمن يا أمير المؤمنين فقال بأم كلثوم بنت علي و ابنة فاطمة بنت رسول الله صلى الله عليه و سلم إني سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول كل نسب و سبب ينقطع يوم القيامة إلا ما كان من سببي و نسبي فأحببت أن يكون بيني و بين رسول الله صلى الله عليه و سلم نسب و سبب  هذا حديث صحيح الإسناد و لم يخرجاه

 (6)اقتضاء الصراط المستقيم لمخالفة أصحاب الجحيم (1/  327)

فإن الذي عليه أهل السنة والجماعة : اعتقاد أن جنس العرب أفضل من جنس العجم ، عبرانيهم وسريانيهم ، روميهم وفرسيهم ، وغيرهم .وأن قريشا أفضل العرب ، وأن بني هاشم : أفضل قريش ، وأن رسول الله صلى الله عليه وسلم أفضل بني هاشم . فهو : أفضل الخلق نفسا ، وأفضلهم نسبا .وليس فضل العرب ، ثم قريش ، ثم بني هاشم ، لمجرد كون النبي صلى الله عليه وسلم منهم ، وإن كان هذا من الفضل ، بل هم في أنفسهم أفضل ، وبذلك يثبت  لرسول الله صلى الله عليه وسلم : أنه أفضل نفسا ونسبا ، وإلا لزم الدور . ولهذا ذكر أبو محمد حرب بن إسماعيل  الكرماني ، صاحب الإمام أحمد ، في وصفه للسنة التي قال فيها : ” هذا مذهب أئمة العلم وأصحاب الأثر ، وأهل السنة المعروفين بها ، المقتدى بهم فيها ، وأدركت من أدركت من علماء أهل العراق ، والحجاز والشام وغيرهم عليها ، فمن خالف شيئا من هذه المذاهب ، أو طعن فيها ، أو عاب قائلها – فهو مبتدع خارج من الجماعة ، زائل عن منهج السنة ، وسبيل الحق ، وهو مذهب أحمد ، وإسحاق بن إبراهيم بن مخلد  ، وعبد الله بن الزبير الحميدي  ، وسعيد بن منصور ، وغيرهم ممن جالسنا ، وأخذنا عنهم العلم ، وكان من قولهم أن الإيمان قول وعمل ونية ” ، وساق كلاما طويلا . . . . إلى أن قال : ” ونعرف للعرب حقها وفضلها وسابقتها ونحبهم ؛ لحديث رسول الله صلى الله عليه وسلم « حب العرب إيمان وبغضهم نفاق »  ولا نقول بقول الشعوبية وأراذل الموالي الذين لا يحبون العرب ، ولا يقرون بفضلهم ، فإن قولهم بدعة وخلاف ” .ويروى هذا الكلام عن أحمد نفسه  في رسالة أحمد بن سعيد الإصطخري  عنه – إن صحت – وهو قوله ، وقول عامة أهل العلم .

مجموع الفتاوى (19/  29)

وجمهور العلماء على أن جنس العرب خير من غيرهم كما أن جنس قريش خير من غيرهم وجنس بنى هاشم خير من غيرهم وقد ثبت فى الصحيح عنه صلى الله عليه و سلم أنه قال الناس معادن كمعادن الذهب والفضة خيارهم فى الجاهلية خيارهم فى الإسلام إذا فقهوا  لكن تفضيل الجملة على الجملة لا يستلزم أن يكون كل فرد أفضل من كل فرد فان فى غير العرب خلق كثير خير من أكثر العرب

 (7) المعجم الكبير – (3 / 43)

0 حدثنا محمد بن عُثْمَانَ بن أبي شَيْبَةَ ثنا عُبَادَةُ بن زِيَادٍ الأَسَدِيُّ ثنا يحيى بن الْعَلاءِ الرَّازِيُّ عن جَعْفَرِ بن مُحَمَّدٍ عن أبيه عن جَابِرٍ رضي اللَّهُ عنه قال قال رسول اللَّهِ صلى اللَّهُ عليه وسلم  إِنَّ اللَّهَ عز وجل جَعَلَ ذُرِّيَّةَ كل نَبِيٍّ في صُلْبِهِ وَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى جَعَلَ ذُرِّيَّتِي في صُلْبِ عَلِيِّ بن أبي طَالِبٍ رضي اللَّهُ عنه

 (8)المعجم الكبير للطبراني – (ج 3 / ص 73(

2565- حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بن زَكَرِيَّا الْغَلابِيُّ ، حَدَّثَنَا بِشْرُ بن مِهْرَانَ ، حَدَّثَنَا شَرِيكُ بن عَبْدِ اللَّهِ ، عَنْ شَبِيبِ بن غَرْقَدَةَ ، عَنِ الْمُسْتَظِلِّ بن حُصَيْنٍ ، عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، يَقُولُ : ” كُلُّ بني أُنْثَى فَإِنَّ عَصَبَتَهُمْ لأَبِيهِمْ ، مَا خَلا وَلَدَ فَاطِمَةَ فَإِنِّي أَنَا عَصَبَتَهُمْ ، وَأَنَا أَبُوهُمْ “.

 المقاصد الحسنة السخاوي– (ج 1 / ص 172)

حديث: كل بني آدم ينتمون إلى عصبة أبيهم إلا ولد فاطمة فإني أنا أبوهم وأنا عصبتهم، الطبراني في الكبير من طريق عثمان بن أبي شيبة عن جرير عن شيبة بن نعامة عن فاطمة ابنة الحسين عن جدتها فاطمة الكبرى به مرفوعاً، وكذا أخرجه أبو يعلى ومن طريقه الديلمي في مسنده عن عثمان بن أبي شيبة بلفظ: لكل بني آدم عصبة ينتمون إليه إلا ولدي فاطمة فأنا وليهما وعصبتهما، ولم ينفرد به ابن أبي شيبة بل رواه الخطيب في تاريخه من طريق محمد ابن أحمد بن يزيد بن أبي العوام حدثنا أبي حدثنا جرير بلفظ: كل بني آدم ينتمون إلى عصبتهم إلا ولد فاطمة فإني أنا أبوهم وأنا عصبتهم، ومن طريق حسين الأشقر عن جرير بنحوه ولكن شيبة ضعيف، ورواية فاطمة عن جدتها مرسلة، ولكن له شاهد عند الطبراني في ترجمة الحسن من الكبير أيضاً من طريق يحيى بن العلاء الرازي عن جعفر بن محمد عن أبيه عن جابر مرفوعاً: إن الله جعفر ذرية كل نبي في صله وإن الله جعل ذريتي في صلب علي، ويروى أيضاً عن ابن باس كما كتبته في ارتقاء الغرف وبعضها يقوي بعضاً وقول ابن الجوزي في العلل المتناهية: إنه لا يصح ليس بجيد، وفيه دليل لاختصاصه صلى الله عليه وسلم بذلك كما أوضحته في بعض الأجوبة بل وفي مصنفي في أهل البيت.

الفوائد المجموعة للشوكاني بتحقيق المعلمي الشوكاني – (ج 1 / ص 189)

_ حديث : كل بني آدم ينتمون إلى عصبة أبيهم ، إلا ولد فاطمة فإنني أنا أبوهم ، وأنا عصبتهم . قال في المقاصد : فيه إرسال وضعف ، ولكن له شاهد عن جابر ، رفعه : إن الله جعل ذرية كل نبي من صلبه ، وإن الله جعل ذريتي في صلب علي ، وبعضها يقوي بعضا .وقال ابن الجوزي : إنه لا يصح .

 (9)التيسير بشرح الجامع الصغير – (2 / 212)

وقال ك + صحيح + فقال الذهبي + بل فيه لين + ( كل بني أم ينتمون إلى عصبة إلا ولد فاطمة فأنا وليهم وأنا عصبتهم ) ومن خصائصه أن أولاد بناته ينسبون إليه بخلاف غيره وأولاد بنات بناته لا يشاركون أولاد الحسنين في الانتساب إليه وإن كانوا من ذريته ( طب عن فاطمة الزهراء ) + بإسناد ضعيف + ووهم المؤلف ( كل بني أنثى فإن عصبتهم لأبيهم ما خلا ولد فاطمة فإني أنا عصبتهم وأنا أبوهم ) انظر كيف خص التعصيب بأولادها دون أختيها ولذلك ذهب جمع إلى أن ابن الشريفة غير شريف إذا لم يكن أبوه شريفاً

فيض القدير (5/  23(

6294 – (كل بني أنثى فإن عصبتهم لأبيهم ، ما خلا ولد فاطمة فأنا عصبتهم وأنا أبوهم) انظر لفظه كيف خص التعصيب بأولادها دون أختيها ، ولهذا ذهب السلف والخلف إلى أن ابن الشريفة غير شريف إذا لم يكن أبوه شريفا ، وهل يطلق على الزينبية أنهم أشراف ؟ خلاف هذا ما ذكره المؤلف ، وقال الشهاب ابن حجر الهيثمي : معنى الانتساب إليه الذي هو من خصوصياته أنه يطلق عليه أنه أب لهم وأنهم بنوه حتى يعتبر ذلك في الكفاءة ، فلا يكافئ شريفة هاشمي غير شريف قال : وقولهم إن بني هاشم والمطلب أكفاء محله فيما عدا هذه

(10) سنن الترمذى (13/  407)

4155 – حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْكُوفِىُّ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحَسَنِ هُوَ الأَنْمَاطِىُّ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى حَجَّتِهِ يَوْمَ عَرَفَةَ وَهُوَ عَلَى نَاقَتِهِ الْقَصْوَاءِ يَخْطُبُ فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ « يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّى قَدْ تَرَكْتُ فِيكُمْ مَا إِنْ أَخَذْتُمْ بِهِ لَنْ تَضِلُّوا كِتَابَ اللَّهِ وَعِتْرَتِى أَهْلَ بَيْتِى ». قَالَ وَفِى الْبَابِ عَنْ أَبِى ذَرٍّ وَأَبِى سَعِيدٍ وَزَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ وَحُذَيْفَةَ بْنِ أَسِيدٍ.قَالَ وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ. قَالَ وَزَيْدُ بْنُ الْحَسَنِ قَدْ رَوَى عَنْهُ سَعِيدُ بْنُ سُلَيْمَانَ وَغَيْرُ وَاحِدٍ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ.

 (11)تحفة الأحوذي (9/  203(

” كِتَابَ اللَّهِ وَعِتْرَتِي أَهْلَ بَيْتِي” قَالَ التُّورْبَشْتِيُّ عِتْرَةُ الرَّجُلِ أَهْلُ بَيْتِهِ وَرَهْطُهُ الْأَدْنَوْنَ وَلِاسْتِعْمَالِهِمْ الْعِتْرَةَ عَلَى أَنْحَاءَ كَثِيرَةٍ بَيَّنَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَوْلِهِ ” أَهْلَ بَيْتِي ” لِيُعْلَمَ أَنَّهُ أَرَادَ بِذَلِكَ نَسْلَهُ وَعِصَابَتَهُ الْأَدْنَيْنَ وَأَزْوَاجَهُ اِنْتَهَى . قَالَ الْقَارِي وَالْمُرَادُ بِالْأَخْذِ بِهِمْ التَّمَسُّكُ بِمَحَبَّتِهِمْ وَمُحَافَظَةُ حُرْمَتِهِمْ وَالْعَمَلُ بِرِوَايَتِهِمْ وَالِاعْتِمَادُ عَلَى مَقَالَتِهِمْ وَهُوَ لَا يُنَافِي أَخْذَ السُّنَّةِ مِنْ غَيْرِهِمْ لِقَوْلِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” أَصْحَابِي كَالنُّجُومِ بِأَيِّهِمْ اِقْتَدَيْتُمْ اِهْتَدَيْتُمْ ” وَلِقَوْلِهِ تَعَالَى { فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ } وَقَالَ اِبْنُ الْمَلَكِ : التَّمَسُّكُ بِالْكِتَابِ الْعَمَلُ بِمَا فِيهِ وَهُوَ الِائْتِمَارُ بِأَوَامِرِ اللَّهِ وَالِانْتِهَاءُ عَنْ نَوَاهِيهِ ، وَمَعْنَى التَّمَسُّكُ بِالْعِتْرَةِ مَحَبَّتُهُمْ وَالِاهْتِدَاءُ بِهَدْيِهِمْ وَسِيرَتِهِمْ ، زَادَ السَّيِّدُ جَمَالُ الدِّينِ إِذَا لَمْ يَكُنْ مُخَالِفًا لِلدِّينِ

مرقاة المفاتيح شرح مشكاة المصابيح (18/  24)

تضلوا بعده أي بعد أخذ ذلك الشيء كتاب الله بالنصب بيان ما في ما إن أخذتم به أو بدل أو بتقدير أعني وفي نسخة بالرفع أي هو كتاب الله وعترتي في محل نصب أو رفع وقوله أهل بيتي معرب من وجهين قال التوربشتي عترة الرجل أهل بيته ورهطه الأدنون ولاستعمالهم العترة على أنحاء كثيرة بينها رسول الله صلى الله عليه وسلم بقوله أهل بيتي ليعلم أنه أراد بذلك نسله وعصابته الأدنين وأزواجه اه  .

 

 

Tags:

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.