Headline »

September 24, 2017 – 2:13 am | Edit Post

Share this on WhatsApp

Rasulullah SAW adalah manusia yang paling waro (berhati-hati dalam agama), Paling zuhud (tidak mencintai dunia), Paling menjaga diri, paling dermawan, paling penyabar, paling banyak beribadah, paling menjauh tempat-tempat yang dapat menimbulkan kecurigaan. …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline, Kalam Salaf

ENAM KEISTIMEWAAN WAKTU SETELAH ASHAR

Submitted by on July 20, 2017 – 1:58 am

Al Habib Salim as Syathiri mengatakan:

Waktu sepanjang setelah Ashar sampai Maghrib memiliki keistimewaan dan kekhususan tersendiri. Di antaranya:

  1. Shalat Ashar adalah shalat yang paling utama setelah Shalat Jumat. Shalat Ashar hari Jumat lebih utama dari Shalat Ashar di hari-hari lainnya. Ini karena Ashar adalah Shalat Wustho menurut pendapat yang paling shahih. Allah SWT berfirman:

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’. (QS al-Baqarah: 238)

Para ulama berselisih dalam menentukan shalat wustho dalam 17 pendapat. Yang paling shahih bahwa itu adalah Shalat Ashar. Ini dikuatkan dengan tulisan di mushaf Aisyah RA, beliau membaca dalam Qiraah:

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى صلاة العصر وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa yaitu Shalat Ashar. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.

Adapun jamaah yang paling utama setelah Jamaah shalat Jumat adalah Jamaah Shalat Shubuh.

  1. Shalat Ashar adalah waktu bertemunya Malaikat Malam dan Malaikat Siang. Mereka bertemu bersamaan dengan Shalat Ashar, Malaikat Malam turun dan mulai mencatat amal manusia dan menjaganya, dan malaikat siang naik ke langit.
  2. Waktu setelah Ashar adalah waktu yang hukum sumpah di dalamnya lebih keras dibandingkan waktu lain. Rasulullah SAW bersabda:

ثَلَاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمْ اللَّهُ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ رَجُلٌ عَلَى فَضْلِ مَاءٍ بِطَرِيقٍ يَمْنَعُ مِنْهُ ابْنَ السَّبِيلِ وَرَجُلٌ بَايَعَ رَجُلًا لَا يُبَايِعُهُ إِلَّا لِلدُّنْيَا فَإِنْ أَعْطَاهُ مَا يُرِيدُ وَفَى لَهُ وَإِلَّا لَمْ يَفِ لَهُ وَرَجُلٌ سَاوَمَ رَجُلًا بِسِلْعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ فَحَلَفَ بِاللَّهِ لَقَدْ أَعْطَى بِهَا كَذَا وَكَذَا فَأَخَذَهَا

Tiga golongan yang Allah tidak akan mempedulikan mereka tidak pula melihat kepada mereka serta mensucikan mereka di hari kiamat dan bagi mereka ada azab yang pedih: Seorang yang memiliki air melebihi kebutuhan di jalan, akan tetapi ia melarang musafir untuk melakukannya. Kemudian seorang yang saling berjanji dengan orang lain  dengan tujuan dunia, jika kliennya memberikan apa yang ia kehendaki maa ia memenuhi janjinya dan jika tidak maka ia tidak memenuhi janjinya, kemudian orang yang menawarkan barang dagangan setelah ashar kemudian bersumpah dengan nama Allah bahwa ia mmebelinya dengan harga sekian (secara dusta) lalu si pembeli itu membelinya. (HR Bukhari)

  1. Waktu setelah Ashar adalah waktu yang dikhususkan untuk melakukan lian (saling laknat antara suami istri) dalam fiqih. Yaitu jika seorang istri melahirkan anak yang dicurigai suami sebagai anak haram karena misalnya suami telah lama tidak berhubungan dengannya. Jika ia ingin memutus nasab anak ini kepadanya, maka ia diharuskan melakukan lian. Tempat melakukannya diperkeras yaitu di Masjid Jamik di atas mimbar, waktunya pun diperkeras yaitu Setelah Shalat Ashar.
  2. Waktu selepas Ashar adalah waktu ketika hati manusia merasa sempit dan gundah. Ini karena, di waktu inilah wafatnya Rasulullah SAW.

Oleh sebab itu para salaf mengatur agar waktu setelah Ashar diisi majlis ilmu yang berkaitan dengan hati seperti ilmu tasawuf atau nasihat. Mereka menghindari ilmu-ilmu yang berkaitan denga logika seperti nahwu dan shorof. Dikatakan Wallahu A`lam:

” أن دراسة النحو بعد العصر يورث الجنون  ، أو يورث مرضاً عقلياً ”

Sesungguhnya mempelajari nahwu setelah Ashar dapat menyebabkan kegilaan atau menyebabkan gangguan akal.

 

Belajar Nahwu di waktu ini sebenarnya hukumnya boleh-boleh saja, akan tetapi jika mungkin untuk dipindahkan ke waktu yang lain, maka itu lebih baik lagi.

  1. Waktu setelah Ashar di Hari Jumat adalah waktu diijabahinya doa. Ada banyak pendapat mengenai kapan waktu ijabah di hari jumat, menurut pendapat yang paling Shahih bahwa itu adalah setelah Ashar, ini adalah pendapat Sayidatuna Fatimah Az Zahra RAH.

Sumber: Al Ghusnul Mutsmir Thoriy

*DZR

Tags:

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.