Headline »

September 24, 2017 – 2:13 am | Edit Post

Share this on WhatsApp

Rasulullah SAW adalah manusia yang paling waro (berhati-hati dalam agama), Paling zuhud (tidak mencintai dunia), Paling menjaga diri, paling dermawan, paling penyabar, paling banyak beribadah, paling menjauh tempat-tempat yang dapat menimbulkan kecurigaan. …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline, Majelis Ifta'

MENCUKUR HABIS JANGGUT DAN KUMIS?

Submitted by on July 19, 2017 – 4:59 am

 

Pertanyaan:

Ana mau tanya apa hukumnya mencukur habis jenggot dan kumis shingga bersih tak ada bulu…???
Sebagaimana lelaki kebanyakan pada zaman ini.

 

Jawaban:

 

Mencukur janggut sampai habis hukumnya makruh, begitupula halnya mencukur kumis sampai habis hukumnya makruh. Yang sunah hendaknya mencukur kumis sehingga tidak menutupi bibir atas. Tapi Sebagian ulama mutaakhir mengatakan  bahwa mencukur habis kumis juga termasuk dalam sunah.

 

Syaikh Nawawi al Banteni dalam Kasyifatus Saja mengatakan:

قال عثمان في تحفة الحبيب: حلق اللحية مكروه وليس حراماً وأخذ ما على الحلقوم قيل مكروه وقيل مباح، ولا بأس بإبقاء السيالين وهما طرفا الشارب وأخذ الشارب بالحلق أو القص مكروه فالسنة أن يحلق منه شيئاً حتى تظهر الشفة وأن يقص منه شيئاً ويبقي منه شيئاً.

Berkata Syaikh Utsman dalam Tuhfatull Habib: Mencukr habis janggut hukumnya makruh tidak sampai haram. Mencukur rambut yang ada di leher tenggorokan ada yang mengatakan makruh dan ada pula yang mengatakan mubah. Dibolehkan pula menetapkan dua ujung kumis. Adapun mencukur habis kumis dan memotong kumis juga makruh hukumnya. Yang sunah hendaklah ia mencukur sebagian kumis sampai bisa terlihat bagian bibir bagian atas, dan memotong sebagian kumis dan membiarkan sebagian yang lain.

 

Ibnu Hajar dalam Minhajul Qowim juga mengatakan:

و أن يقص الشارب حتى تتبين حمرة الشفة بيانا ظاهرا ولا يزيد على ذلك وهذا هو المراد بإحفاء الشوارب الوارد في الحديث كما قال النووي واختار بعض المتأخرين أن حلقه سنة أيضا لحديث فيه

 

Disunahkan pula untuk memotong kkumis sampai terlihat merah bibir bagian atas dengan jelas, tidak lebih dari itu. Ini yang dimaksud dengan ihfais Syawarib yang datang dalam hadits sebagaimana dikatakan Imam Nawawi. Sebagian ulama mutaakhirin memilih pendapat bahwa mencukur habis kumis adalah sunah juga berdasarkan hadits mengenainya.

Referensi:

 

المنهج القويم شرح المقدمة الحضرمية للهيتمي (ص: 12)

و أن يقص الشارب حتى تتبين حمرة الشفة بيانا ظاهرا ولا يزيد على ذلك وهذا هو المراد بإحفاء الشوارب الوارد في الحديث كما قال النووي واختار بعض المتأخرين أن حلقه سنة أيضا لحديث فيه

 

حاشية البجيرمي على الخطيب (13/  273)

( أَوَّلَ طُلُوعِهَا ) لَيْسَ قَيْدًا وَكَذَا الْكَبِيرُ أَيْضًا أَيْ إنَّ حَلْقَ اللِّحْيَةِ مَكْرُوهٌ حَتَّى مِنْ الرَّجُلِ وَلَيْسَ حَرَامًا وَلَعَلَّهُ قَيَّدَ بِهِ لِقَوْلِهِ : إيثَارًا لِلْمُرُودَةِ ، وَأَخْذُ مَا عَلَى الْحُلْقُومِ قِيلَ مَكْرُوهٌ وَقِيلَ مُبَاحٌ ، وَلَا بَأْسَ بِإِبْقَاءِ السِّبَالَيْنِ وَهُمَا طَرَفَا الشَّارِبِ وَإِحْفَاءُ الشَّارِبِ بِالْحَلْقِ أَوْ الْقَصِّ مَكْرُوهٌ وَالسُّنَّةُ أَنْ يَحْلِقَ مِنْهُ شَيْئًا حَتَّى تَظْهَرَ الشَّفَةُ وَأَنْ يَقُصَّ مِنْهُ شَيْئًا وَيُبْقِيَ مِنْهُ شَيْئًا

حاشية الجمل (22/  228)

وَأَنْ يَقُصَّ شَارِبَهُ عِنْدَ الْحَاجَةِ حَتَّى يُبَيِّنَ طَرَفَ الشَّفَةِ بَيَانًا ظَاهِرًا ، وَيُكْرَهُ الْإِحْفَاءُ وَهُوَ حَلْقُ شَعْرِ الشَّارِبِ

كاشفة السجا (ص: 21)

فرع] قال عثمان في تحفة الحبيب: حلق اللحية مكروه وليس حراماً وأخذ ما على الحلقوم قيل مكروه وقيل مباح، ولا بأس بإبقاء السيالين وهما طرفا الشارب وأخذ الشارب بالحلق أو القص مكروه فالسنة أن يحلق منه شيئاً حتى تظهر الشفة وأن يقص منه شيئاً ويبقي منه شيئاً.

Tags:

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.