Headline »

November 19, 2017 – 6:49 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Pada hakikatnya Hasud (iri) adalah bentuk permusuhan terang-terangan kepada Allah dan penentangan jelas atas kekuasaan Allah. Sebab Allah SWT ketika memberikan suatu nikmat kepada sebagian hamba-Nya, maka sudah jelas bahwa Allah SWT …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline

SEKILAS KISAH NABI NUH DAN ISTRINYA

Submitted by on July 16, 2017 – 3:17 am

Nabi Nuh AS adalah nabi pertama setelah Nabi Idris AS. Nabi Nuh adalah tukang kayu, Allah mengutus Beliau kepada kaumnya ketika beliau berumur 50 tahun. Ada yang mengatakan umur Nabi Nuh  ketika diutus sebagai Rasul adalah 250 Tahun. Dan terus berdakwah sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran:

{ فَلَبِثَ فِيهِمْ أَلْفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمْسِينَ عَامًا } [العنكبوت: 14]

maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. (QS al Ankabut: 14)

kemudian beliau hidup setelah Banjir Topan selama 250 Tahun.

Istri Nabi Nuh AS

Istri Nabi Nuh bernama Wa`ilah ada yang mengatakan namanya Wali`ah. Istri Nabi Nuh yang menyebarkan rumor kepada masyarakat bahwa Nabi Nuh adalah orang gila dan menceritakan rahasia-rahasia nabi Nuh. Jika ada seorang yang beriman kepada Nuh, maka istri Nabi Nuh akan mengabarkan kepada para penguasa kaumnya, dan mereka akan membunuhnya. Istri Nabi Nuh ini yang membuat usaha Nabi Nuh menjadi sulit ia alah orang yang paling kafir di zamannya, dan selalu berkaa, “Jangan mempercayainya (Nuh) karena ia adalah orang gila.”

Istri Nabi Nuh tenggelam dalam peristiwa banjir Topan itu.

Bahtera

Lalu Allah mengutus malaikat Jibril AS untuk memerintahkan Nabi Nuh As membuat perahu. Nabi Nuh dahulunya adalah tukang kayu yang memotong kayu, dan membuat peralatan besi. Kaumnya melihat Nabi Nuh AS membuat perahu dan mulai mengejeknya. Mereka mengatakan,

“Hai Nuh, setelah jadi nabi sekarang engkau jadi tukang kayu?” Ada pula yang mengatakan, “Lihatlah kepada orang gila ini, ia ingin membuat rumah yang dapat berjalan di atas air!”

Mereka pun mentertawainya. Ini sesuai dengan firman Allah SWT:

وَيَصْنَعُ الْفُلْكَ وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيْهِ مَلَأٌ مِنْ قَوْمِهِ سَخِرُوا مِنْهُ قَالَ إِنْ تَسْخَرُوا مِنَّا فَإِنَّا نَسْخَرُ مِنْكُمْ كَمَا تَسْخَرُونَ

Dan mulailah Nuh membuat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan meliwati Nuh, mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh: “Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami).(QS Nuh: 38)

 

Wahab bin Munabbih menceritakan: Ketika Nabi Nuh As diperintahan untuk membawa setiap pasangan  hewan ke atas perahu, Nabi Nuh berkata:

“Bagaimana caranya aku membawa singa bersamaan dengan sapi? Kambing bersama serigala? Burung bersamaan dengan kucing?”

“Siapa yang menaruh permusuhan di antara mereka?”

“Engkau wahai Tuhanku?”

“Maka Aku akan jinakkan mereka sehingga mereka tidak akan saling memangsa.”

Nabi Nuh AS membawa hewan-hewan buas, dan hewan darat lain di tingkat pertama. Allah jadikan Singa sibuk dengan dirinya sendiri sehingga tidak peduli kepada mangsanya. Begitupula hewan-hewan buas lainnya.

Dikatakan bahwa Allah ingin menjadikan semua manusia setelah peristiwa banjir Topan ini dari keturunan Nabi Nuh saja. Maka Allah jadikan semua manusia yang ada di bahera itu mandul kecuali tiga putra Nabi Nuh: Sam Ham dan Yafits. Semua orang yang ada di bumi adalah keturunan tiga putra Nabi Nuh ini.

Bahtera Nabi Nuh AS tingginga 1.200 hasta dan lebarnya 600 hasta. Ia memiliki tiga tingkat. Satu tingkat diisi hewan darat dan hewan buas, satu tingkat diisi manusia, dan satu tingkat diisi burung. Perahu itu terbuat dari kayu Jati. Hewan pertama yang dibawa ke atas perahu adalah cacing dan yang terakhir adalah keledai.  Beliau membawa dari setiap hewan sepasang, jantan dan betina.

Nabi Nuh mengutus burung gagak untuk mencari kabar apakah air sudah meresap atau belum, di tengah jalan gagak menemukan bangkai dan lupa pada pekerjaannya. Maka Nabi Nuh mendoakan agar ia selalu dalam ketakutan, oleh sebab itu ia tidak suka tinggal di rumah-rumah. Kemudian Nabi Nuh mengutus burung dara, kemudian ia datang dengan membawa daun Zaitun di paruhnya dan tanah liat di kakinya. Maka Nabi Nuh tahu bahwa air telah meresap, beliau pun mengalunginya dengan warna hijau di leher burung dara dan mendoakan kejinakan dan keamanan baginya, oleh sebab itu burung dara jinak berada di rumah-rumah.

Nabi Nuh memerintahkan semua yang ada di perahu untuk tidak bersetubuh karena khawatir perahu itu tidak akan cukup jika mereka berkembang-biak di dalamnya. Tapi putra beliau, Ham menyetubuhi istrinya di perahu. Maka Nabi Nuh mendoakan agar merubah nutfahnya, jadilah keturunannya berkulit hitam.

Nabi Nuh AS jika ingin menjalankan perahunya mengatakan:

بِسْمِ اللَّهِ مَجْرَاهَا

Dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar

Dan jika ingin berhenti/berlabuh mengatakan

بِسْمِ اللَّهِ مُرْسَاهَا

Dengan menyebut nama Allah di waktu berlabuhnya.

Ikrimah mengatakan: Perahu Nabi Nuh berjalan di tanggal 10 Bulan Rajab dan berlabuh di atas bukit Judi di tanggal 10 Muharam.

Allah SWT menyelamatkan Nabi Nuh AS dalam banjir besar bersama orang –orang yang mengikutinya. Ibnu Ishaq mengatakan bahwa orang-orang selamat yang mengikuti beliau  adalah tiga putra Beliau : Sam, Ham dan Yafits, istri-istri mereka, enam orang yang telah beriman bersamanya. Nabi Nuh AS membawa mereka ke atas  bahtera. Sedangkan menurut Al Kalbi yang dibawa di atas bahtera ada 80 orang, 40 lelaki dan 40 wanita.

Ketika Nuh berumur 1450 tahun, maka beliau pun wafat. Beliau berwasiat kepada putranya Sam dan menjadikannya sebagai penggantinya untuk mengurus semua keturunannya. *DZR

Sumber: Ibtilaul Akhyar bin Nisail Asyror

 

Tags:

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.