Headline »

November 19, 2017 – 6:49 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Pada hakikatnya Hasud (iri) adalah bentuk permusuhan terang-terangan kepada Allah dan penentangan jelas atas kekuasaan Allah. Sebab Allah SWT ketika memberikan suatu nikmat kepada sebagian hamba-Nya, maka sudah jelas bahwa Allah SWT …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline

BERSIN NABI SAW..

Submitted by on July 13, 2017 – 11:53 am

Sahabat Abu Hurairah RA mengatakan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا عَطَسَ وَضَعَ يَدَهُ أَوْ ثَوْبَهُ عَلَى فِيهِ وَخَفَضَ أَوْ غَضَّ بِهَا صَوْتَهُ

Apabila Rasulullah SAW bersin, maka beliau meletakkan tangannya atau pakaiannya ke mulutnya untuk merendahkan atau memelankan suaranya. (HR Abu Dawud)

Ini adalah adab bersin ketika berkumpul dengan orang lain. Sebab umumnya orang tidak nyaman mendengarkan suara bersin

Rasulullah SAW juga mengucapkan alhamdulillah, Abdullah bin Jakfar mengatakan:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا عَطَسَ حَمِدَ اللَّهَ فَيُقَالُ لَهُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ فَيَقُولُ يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

Apabila Rasulullah SAW bersin beliau mengucapkan hamdalah, kemudian akan dikatakan kepada beliau “yarhamukallah (semoga Allah merahmatimu). Nabi SAW akan menjawab, “Yahdikumulloh wa yuslihu Balakum”(semoga Allah memberikan petunjuk kepada kalian dan memperbaiki keadaan kalian). (HR Ahmad)

Hadits ini menunjukan kesunahan dalam bersin. Bagi yang bersin hendaknya ia mengucapkan hamdalah yaitu dengan ucapan:

اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam

Yang mendengarnya telah mengucapkan hamdalah hendaknya menjawab bersin dengan ucapan:

 

يَرْحَمُكَ اللهُ

Semoga Allah merahmatimu

Atau:

عَافَانَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ النَّارِ، يَرْحَمُكُمُ اللهُ

Semoga Allah menyelamatkan kami dan kalian dari neraka dan merahmati kalian.

Setelah itu yang bersin membalas untuk mendoakan:

يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

Semoga Allah memberikan petunjuk kepada kalian dan memperbaiki keadaan kalian

Rasulullah SAW tidak menyukai suara bersin yang terlalu keras.  Sahabat Abu Hurairah RA mengatakan:

كان صلّى الله عليه وسلم يكره العطسة الشّديدة في المسجد

Rasulullah SAAW tidak menyukai bersin yang keras di masjid. (HR Baihaqi)

Mengeraskan suara dalam bersin memang makruh hukumnya, oleh sebab itu dianjurkan menutupi mullut dengan tangan atau kain untuk memelankan suarannya.  Di sebagian riwayat dikatakan suara bersin yang keras itu berasal dari setan. Mengeraskan suara bersin makruh baik dilakukan di masjid atau di lainnya, Akan tetapi kemakruhan di dalam masjid lebih keras lagi.

Menguap

Rasulullah SAW tidak pernah menguap sama sekali, dan tidak menyukai apabila ada orang yang menguap. Ini karena sebab menguap adalah banyak makan, dan itu menyebabkan malas beribadah. Siapa yang banyak makan dan minum maka ia akan banyak tidur dan kehilangan banyak kebaikan.

Dianjurkan bagi yang tidak bisa menahan untuk menguap untuk meletakan tangan kirin ke mulutnya untuk mencegah setan.

Tidak ada seorang pun dari nabi yang menguap, sebab menguap berasal dari setan dan nabi terjaga dari setan. Yazid bin al ashom mengatakan:

ما تثاءب نبيّ قطّ

Tidak ada seorang pun nabi yang meguap.

Muslim bin Abdul Malik juga mengatakan tidak menguap adalah salah satu dari tanda kenabian. Dalam Shahih Bukhari disebutkan:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ فَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَحَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يُشَمِّتَهُ وَأَمَّا التَّثَاؤُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنْ الشَّيْطَانِ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ فَإِذَا قَالَ هَا ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ

Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Maka jika seorang bersin hendakna ia memuji Allah. Dan wajib bagi setiap muslim yang mendengar untuk menjawab bersinnya. Adapun menguap itu berasal dari Setan, maka hendaknya ia menahan untuk menguap semampunya. Ketika ia berkata “Ha“” (kertika menguap) Maka setan akan tertawa. (HR Bukhari)

Sumber: Muntaha Sul fi Wasailil Wushul.

*Dzr

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.