Headline »

November 19, 2017 – 6:49 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Pada hakikatnya Hasud (iri) adalah bentuk permusuhan terang-terangan kepada Allah dan penentangan jelas atas kekuasaan Allah. Sebab Allah SWT ketika memberikan suatu nikmat kepada sebagian hamba-Nya, maka sudah jelas bahwa Allah SWT …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Featured, Headline

ASAL-USUL NAMA BULAN-BULAN ARAB

Submitted by on July 7, 2017 – 11:01 pm

Orang Arab membagi  bulan-bulan mereka menjadi dua, bulan biasa yaitu delapan bulan. Dan empat bulan suci yang diharamkan di dalamnya peperangan, kezaliman merampas dan kejahatan. Mereka biasa saling berperang di delapan bulan itu dan berhenti di empat bulan suci. Empat bulan suci itu adalah tiga bulan berturut-turut yaitu Dzul Qodah, Dzul Hijjah dan Muharom dan satu bulan yang sendiri yaitu Rojab. Pada empat bulan suci (asyhuril hurum) jika seorang lelaki bertemu pembunuh ayah atau saudaranya, ia tidak melakukan apa-apa karena mengagungkan bulan itu.

Mengenai penamaan ini ada khilaf ulama. Ada yang menamakan bulan-bulan ini dinamakan sesuai dengan keadaan ketika terjadinya penamaan bulan tersebut. Mereka mengatakan bahwa orang pertama yang menamakan bulan-bulan Arab seperti ini adalah leluhur Nabi SAW, Kilab bin Murroh. Berikut makna-maknanya

  1. Muharom (Yang dihormati/ diharamkan)

Dinamakan demikian sebab orang Arab sebelum Islam mengagungkan bulan ini dan  mengharamkan peperangan di dalamnya.

2.Shofar: (kosong)

Dinamakan demikian karena rumah-rumah orang Arab kosong ketika itu karena mereka keluar untuk berperang setelah keluar dari bulan Muharam.

Orang arab dahulu berkeyakinan bulan Shofar adalah bulan yang sial. Ini karena banyaknya bencana dan peperangan di dalamnya. Sebabnya Shofar jatuh setelah tiga bulan yang diharamkan untuk berperang.  Orang Arab menghindari perag di tiga bulan ittu, dan menyimpan dendam-dendam dan keinginan berperang mereka selama tiga bulan, jika datang Bulan Shofar maka mereka segera melampiaskan dendam mereka, dan kembali saling berperang maka di bulan ini banyak pembunuhan dan peperangan. Oleh sebab itu dinamakan shofar (kosong) karena mereka pergi perang dan meninggalkan orang yang mereka temui kosong dari harta dan perhiasan.

  1. Robiul Awwal (musim semi pertama)

Dinamakan demikian, sebab bulan ini datang bertepatan dengan musim semi di Arab.

  1. Robiul Akhir (Musim semi terakhir)

Dinamakan demikian sebab bulan ini juga bertepatan dengan musim semi. Disebut Robiul Akhir (semi terakhir) bukan Robiut Tsani (semi kedua) sebab orang arab tidak menamakan “kedua” kecuali jika ada yang ketiga. Karena bulan Robi hanya ada dua maka yang kedua dinamakan akhir bukan tsani.

  1. Jumadal Ula (Masa beku pertama)

Dinamakan demikian sebab ini datang di musim dingin ketika air membeku. Maka dinamakanlah jumada (masa beku)

  1. Jumadal Akhiroh (masa beku terakhir)

Ini juga terjadi di musim dingin maka dinamakan demikian. Yang betul dikatakan Jumadal Akhiroh bukan Jumadats Tsaniah karena alasan yang sama.

  1. Rojab (agung/berwibawa)

Dinamakan demikian karena orang Arab mengagungkannya. Rojab termasuk bulan suci yang diharamka berperang di dalamnya.

8.Sya`ban (bercabang)

Dinamakan demikian karena orang Arab saling bercabang (berpencar-pencar) di bulan ini untuk perang dan merampok setelah selama bulan Rajab mereka dilarang berperang.

  1. Romadhon

Romadhon diambil dari kata Romdho (panas membakar) karena bulan ini dinamakan ketika musim sangat panas.

Atau dari Romahdo Ash Shom (sangat panas isi perut orang puasa) atau karena bulan ini membakar dosa.

  1. Syawal:

Dinamakan demikian karena ini ketika itu unta-unta betina tasyawalat (mengangkat) ekor-ekornya. (siap untuk dibuahi)

Ada yang mengatakan diambil dari kata Syaulah, nama salah satu bintang di langit. Karena bintang itu muncul di masa musim panas ketika unta-unta siap dibuahi dan mengangkat ekornya.

  1. Dzul Qo’dah (Saat duduk)

Diambil dari kata qu’ud (duduk) karena orang arab di bulan itu duduk (berhenti) dari perang. Untuk mengagungkannya sebab ini termasuk bulan haram yang empat. Ada yang mengatakan karena mereka duduk di atas kendaraan-kendaraan mereka di masa-masa ini.

  1. Dzul Hijjah (saat haji)

Dinamakan demikian karena orang Arab melakukan haji di bulan ini. Haji sendiri makna asalnya adalah ziarah (berkunjung).

Demikian asal mula penamaan bulan Arab sesuai dengan sejarah.
*DZR dari berbagai sumber.

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.