Headline »

November 19, 2017 – 6:49 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Pada hakikatnya Hasud (iri) adalah bentuk permusuhan terang-terangan kepada Allah dan penentangan jelas atas kekuasaan Allah. Sebab Allah SWT ketika memberikan suatu nikmat kepada sebagian hamba-Nya, maka sudah jelas bahwa Allah SWT …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline

TAWA DAN TANGIS NABI SAW

Submitted by on July 1, 2017 – 4:43 am

 

Jarang sekali Rasulullah SAW tertawa dengan menampakan giginya. Kebanyakan tawa Nabi SAW adalah senyuman. Apabila beliau tertawa sampai menampakan gigi, maka gigi Beliau SAW nampak bagaikan cahaya kilat yang berkilauan atau awan putih yang akan menurunkan hujan.

Sahabat Abdullah bin Harits RA pernah mengatakan:

 ما رأيت أحدا أكثر تبسّما من رسول الله صلّى الله عليه وسلّم.

Aku tidak pernah melihat seorang yang lebih banyak tersenyum dari Rasulullah SAW.

Sayidah Aisyah RAH juga mengatakan,

ما رأيت رسول الله صلّى الله عليه وسلّم قطّ مستجمعا ضاحكا حتّى أرى منه لهواته

Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW tertawa penuh sampai aku dapat melihat ujung langit-langitnya.

Ini menunjukan bahwa tawa Nabi SAW tidak seperti tawa manusia lain yang terkadang terbahak-bahak dan membuka mulut lebar-lebar sehingga terlihat ujung langit-langitnya. Kebanyakan tawa Nabi Saw hanya berupa senyuman yang merupakan bentuk paling ringan dari sebuah tawa.

Tidaklah Rasulullah SAW berbicara dengan suatu pembicaran kecuali dengan tersenyum. Karena itu, apabila berada di hadapan Nabi SAW, para sahabat hanya tertawa dengan senyum tanpa suara untuk meneladani Beliau SAW sekaligus menghormati Beliau.

Kalaupun beliau tertawa sampai membuka mulutn, dan ini jarang terjadi, maka beliau meletakan tangan untuk menutupi mulut agar tidak ada bagian dalam mulut beliau yang terlihat.  Memang ada hadits-hadits yang menunjukkan bahwa Nabi SAW tertawa sampai terlihat gigi gerahamnya, namun ini jarang terjadi.

Tangisan Nabi SAW

Adapun tangisan Nabi SAW sejenis dengan tawanya, tangisan beliau tidak menimbulkan suara keras atau ratapan, sebagaimana tawa beliau tidak terbahak-bahak. Akan tetapi kedua mata beliau mengalirkan air mata dan terdengar suara getaran dari dadanya. Beliau menangis ada kalanya karena belas-kasih kepada orang yang mati, takut dan mengkhawatirkan umatnya, takut kepada Allah SWT atau ketika mendengar ayat al-Quran dan terkadang Beliau SAW menangsis dalam shalat malamnya.

Abdullah bin Syukhair Ra mengatakan:

 أتيت رسول الله صلّى الله عليه وسلّم وهو يصلّي، ولجوفه أزيز كأزيز المرجل  من البكاء.

Aku mendatangi Nabi SAW ketika beliau sedang shalat, aku mendengar dari dalam tubuh beliau suara seperti air mendidih karena tangisan.

Abdullah bin Masud RA juga mengatakan pernah Rasulullah SAW memerintahkannya untuk membacakan al Quran. Ketika beliau membacakan al Quran maka kedua mata Nabi SAW mengalirkan air mata.

Sahabat Anas bin Malik Ra mengatakan, “Aku menyaksikan kematian putri Rasulullah. Beliau SAW duduk dekat kuburnya dan aku melihat kedua matanya mengalirkan air mata.”

Sayidah Aisyah RA juga mengatakan bahwa Rasululah SAW mencium jenazah Utsman bin Madzhun sambil menangis.

Kedua mata Rasulullah SAW memang sering mengalirkan air mata. Ketika terjadi gerhana Matahari, Rasulullah SAW pun menangis dalam shalatnya seraya berkata:

يا ربّ؛ ألم تعدني ألاتعذّبهم وأنا فيهم، وهم يستغفرونك؟ ونحن نستغفرك يا ربّ

Wahai Tuhanku, Bukankah engkau menjanjikan untuk tidak mengadzab mereka ketika aku berada di antara mereka dan mereka meminta ampun kepadamu? Inilah kami meminta ampun kepada-Mu, Wahai Tuhanku.”

Allahumma sholli ala Sayyidina Muhammad wa ala Alihi wa shohbihi wa sallim

*Dzr

 

Tags:

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.