Headline »

July 24, 2017 – 1:48 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Salah satu kewajiban suami adalah memberi nafkah kepada istri, namun dalam beberapa keadaan kewajiban ini bisa gugur.  Kapan saja suami tidak lagi wajib menafkahi istrinya? insya Allah, Pada kesempatan kali ini kami …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline, Majelis Ifta', Rudud

BENARKAH ADA KHILAF YANG MENGATAKAN RAMBUT WANITA BUKAN AURAT?

Submitted by on June 30, 2017 – 6:18 am

Pertanyaan:

Saya mendapat BC ada yang menyatakan bahwa rambut wanita bukanlah aurat untuk mendukung seorang tokoh tertentu yang berpendapat rambut wanita tidak perlu ditutup berdasarkan kitab Maraqi Al Falah Bi Imdadi Al Fattah hal 83, Di sana tertulis

فشعر الحرة حتى المسترسل عورة فى الاصح وعليه الفتوى

“Rambut wanita merdeka hingga yang terurai adalah aurat menurut pendapat al ashah. Dan demikianlah yang telah difatwakan.

Dikatakan menurut pendapat al Ashoh (yang paling kuat) berarti di situ masih ada pendapat kuat yang menyatakan rambut wanita bukanlah aurat. Jadi, kesimpulannya, memakai kerudung dengan rambut terlihat adalah tidak masalah jika mengacu kaidah-kaidah tersebut.

Bagaimana menanggapinya?

M Mahdi-Tuban

Jawaban:

Kitab yang disebutkan di atas adalah kitab Dalam Madzhab Hanafi. Isi dari kitab itu sudah betul, akan tetapi pemahaman mengenai isi itu yang harus diperhatikan.

Dalam Madzhab Hanafi rambut terbagi menjadi dua, Rambut yang ada dalam batasan kepala dan rambut yang mustarsil/nazil (terurai) ke luar batas kepala.

Mengenai Rambut yang ada dalam batasan kepala semua ulama madzhab Hanafi sepakat itu adalah aurat. Sedangkan mengenai rambut yang telah keluar dari batas kepala, seperti yang terurai melebihi batas dua telinga disinilah ada khilaf, pendapat yang ashoh (yang terkuat) itu adalah aurat, ada juga pendapat yang mengatakan itu bukan aurat. Itulah makna dari ibaroh yang dibawakan di atas.

Jadi yang diperselisihkan di sana bukanlah hukum seluruh rambut wanita, tetapi hukum rambut yang terurai saja.

Untuk lebih jelas mari kita simak perkataan para ulama Hanafi dalam kitab-kitab mereka.

Ibnu Abidin dalam  Hasiah Radul Muhtar mengatakan ketika menyebutkan aurat wanita Merdeka:

وَلِلْحُرَّةِ ) وَلَوْ خُنْثَى ( جَمِيعُ بَدَنِهَا ) حَتَّى شَعْرُهَا النَّازِلُ فِي الْأَصَحِّ

قوله: (النازل) أي عن الرأس، بأن جاوز الاذن، وقيد به إذ لا خلاف فيما على الرأس.

 

Dan aurat  wanita serta khuntsa (orang yang memiliki dua jenis kelamin) adalah seluruh badanya termasuk rambutnya yang terurai dalam pendapa yang ashoh.

Kata (yang terurai) maksudnya yang keluar dari batas kepala seperti yang melampaui telinga. Dibatasi demikian karena tidak ada khilaf mengenai rambut yang ada di kepala (bahya itu adalah aurat)

 

Syaikh Abdullah bin Syaikh Muhamad bin Sulaiman yang terkenal dengan sebutan Damad Efendi, mengatakan dalam Majma al Anhar fi Syarh Multaqol Abhar Hal 81:

( وَشَعْرِهَا النَّازِلِ ) مِنْ الرَّأْسِ وَإِنَّمَا قَيَّدَ بِالنَّازِلِ احْتِرَازًا عَمَّا قِيلَ : الْمُرَادُ مِنْ الشَّعْرِ مَا عَلَى الرَّأْسِ فَإِنَّهُ عَوْرَةٌ كَرَأْسِهَا ، وَأَمَّا النَّازِلُ فَلَيْسَ فِي حُكْمِ الرَّأْسِ فَلَا يَكُونُ عَوْرَةً .

(Begitu pula batal shalat dengan tebukanya seperempat bagian dari aurat) dari rambutnya yang terurai (karena itu adalah aurat). Beliau menyebutkan yang terurai untuk menyanggah perkataan sebagian ulama yang mengatakan bahwa Rambut yang ada di atas kepala hukumya aurat sebagaimana kepala itu sendiri, sedangkan yang terurai tidak dihukumi seperti kepala sehingga bukanlah aurat.

Dalam kitab al Inayah syarah Hidayah disebutkan:

( وَالْمُرَادُ بِهِ النَّازِلُ مِنْ الرَّأْسِ ) أَيْ الْمُسْتَرْسِلُ .

وَقَوْلُهُ : ( هُوَ الصَّحِيحُ ) احْتِرَازٌ عَنْ اخْتِيَارِ الصَّدْرِ الشَّهِيدِ ، وَغَيْرِهِ أَنَّ الْمُرَادَ مِنْ الشَّعْرِ مَا عَلَى الرَّأْسِ ، وَأَمَّا الْمُسْتَرْسِلُ وَهُوَ مَا نَزَلَ إلَى أَسْفَلَ مِنْ الْأُذُنَيْنِ فَفِي كَوْنِهِ عَوْرَةً رِوَايَتَانِ ، وَاخْتَارَ الْفَقِيهُ أَبُو اللَّيْثِ كَوْنَهُ عَوْرَةً احْتِيَاطًا ؛

Yang dimaksud rambut yang dikatakan aurat di sini adalah yang terurai atau mustarsil. Inilah pendapat yang shahih (bahwa rambut yang terurai termasuk aurat) berbeda dengan pendapat yang dipilih oleh Ashadr As Syahid dan selainnya yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan rambut yang dikatakan aurat hanyalah yang ada di batas kepala, adapun yang terurai yaitu yang terurai ke bawah du telinga ada dua riwayat, al faqih Abul Laits memilih itu adalah auurat sebagai bentuk kehati-hatian (al Inayah Syarh Hidayah juz 1 hal 424)

Dan masih banyak keterangan-keterangan lain mengenai hal ini yang bisa dilihat dalam kitab-kitab hanafiyah.

Kesimpulan bahwa dalam Madzhab Hanafi :

  1. Rambut yang ada di atas kepala adalah aurat sesuai kesepakatan
  2. Rambut yang terurai melebihi batas kepala ini yang ada khilaf, yang terkuat tetap duhukumi aurat

Jadi wanita yang membuka seluruh kepalanya di hadapan ajnabi dengan berlandaskan keterangan di atas adalah keliru menurut semua ulama Madzhab Hanafi. Sedangkan wanita yang menyelempangkan selendang di atas kepala, tetapi tetap menutup leher dan anggota tubuh lain, ini dirinci:

  1. Apabila selendangnya menutupi semua bagian rambut yang ada di kepala tetapi memperlihatakan ujung-ujung rambutnya, maka menurut pendapat yang paling kuat ia keliru sebab menampakkan aurat, tapi masih ada sebagian ulama hanafiyah yang membolehkan
  2. Apabila selendangnya tidak menutupi semua bagian rambut yang ada di atas kepala maka ia keliru menurut madzhab hanafi

NB:

  1. Tidak termasuk aurat bukan artinya boleh dilihat. Dalam Fathul Qodir dikatakan:

وَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا مُلَازَمَةَ بَيْنَ كَوْنِهِ لَيْسَ عَوْرَةً وَجَوَازِ النَّظَرِ إلَيْهِ ، فَحِلُّ النَّظَرِ مَنُوطٌ بِعَدَمِ خَشْيَةِ الشُّهْوةِ مَعَ انْتِفَاءِ الْعَوْرَةِ

Ketahuilah bahwa adanya sesuatu bukan termasuk aurat tidak berarti bahwa itu boleh dilihat. Kehalalan untuk melihat bagi sesuatu yang bukan aurat dilihat dari takutnya (bangkitnya) syahwat.

  1. Bahwa dianjurkan bagi setiap muslim untuk berhati-hati dalam beragama.
  2. Jangan teledor dalam memahami makna suatu ibarot dalam suatu kitab, bandingkan dengan kitab-kitab yang lain agar tidak salah dalam memahami hukum yang dapat berakibat fatal dan menimbulkan fitnah

Referensi:

رد المحتار (3/ 253(

( قَوْلُهُ حَتَّى شَعْرُهَا ) بِالرَّفْعِ عَطْفًا عَلَى جَمِيعٍ ح ( قَوْلُهُ النَّازِلُ ) أَيْ عَنْ الرَّأْسِ ، بِأَنْ جَاوَزَ الْأُذُنَ ، وَقَيَّدَ بِهِ إذَا لَا خِلَافَ فِيمَا عَلَى الرَّأْسِ ( قَوْلُهُ فِي الْأَصَحِّ ) صَحَّحَهُ فِي الْهِدَايَةِ وَالْمُحِيطِ وَالْكَافِي وَغَيْرِهَا ، وَصَحَّحَ فِي الْخَانِيَّةِ خِلَافَهُ مَعَ تَصْحِيحِهِ لِحُرْمَةِ النَّظَرِ إلَيْهِ ، وَهُوَ رِوَايَةُ الْمُنْتَقَى وَاخْتَارَهُ الصَّدْرُ الشَّهِيدُ ، وَالْأَوَّلُ أَصَحُّ وَأَحْوَطُ كَمَا فِي الْحِلْيَةِ عَنْ شَرْحِ الْجَامِعِ لِفَخْرِ الْإِسْلَامِ وَعَلَيْهِ الْفَتْوَى كَمَا فِي الْمِعْرَاجِ

العناية شرح الهداية (1/ 424)

( وَالشَّعْرُ وَالْبَطْنُ وَالْفَخِذُ كَذَلِكَ : يَعْنِي عَلَى هَذَا الِاخْتِلَافِ ) أَيْ الَّذِي تَقَدَّمَ ذِكْرُهُ أَنَّ الرُّبْعَ مَانِعٌ أَوْ النِّصْفَ ؛ لِأَنَّ كُلَّ وَاحِدٍ عُضْوٌ عَلَى حِدَةٍ ، قِيلَ وَجَعَلَ الشَّعْرَ مِنْ الْأَعْضَاءِ لِلتَّغْلِيبِ أَوْ ؛ لِأَنَّهُ جُزْءٌ مِنْ الْآدَمِيِّ حَتَّى لَا يَجُوزَ بَيْعُهُ ( وَالْمُرَادُ بِهِ النَّازِلُ مِنْ الرَّأْسِ ) أَيْ الْمُسْتَرْسِلُ .

وَقَوْلُهُ : ( هُوَ الصَّحِيحُ ) احْتِرَازٌ عَنْ اخْتِيَارِ الصَّدْرِ الشَّهِيدِ ، وَغَيْرِهِ أَنَّ الْمُرَادَ مِنْ الشَّعْرِ مَا عَلَى الرَّأْسِ ، وَأَمَّا الْمُسْتَرْسِلُ وَهُوَ مَا نَزَلَ إلَى أَسْفَلَ مِنْ الْأُذُنَيْنِ فَفِي كَوْنِهِ عَوْرَةً رِوَايَتَانِ ، وَاخْتَارَ الْفَقِيهُ أَبُو اللَّيْثِ كَوْنَهُ عَوْرَةً احْتِيَاطًا ؛ لِأَنَّ تِلْكَ الرِّوَايَةَ تَقْتَضِي أَنْ يَجُوزَ النَّظَرُ إلَى صُدْغِ الْأَجْنَبِيَّةِ وَطَرَفِ نَاصِيَتِهَا كَمَا ذَهَبَ إلَيْهِ عَبْدُ اللَّهِ الْبَلْخِيُّ ، وَهُوَ أَمْرٌ يُؤَدِّي إلَى الْفِتْنَةِ فَكَانَ الِاحْتِيَاطُ فِي الْأَخْذِ بِهَذِهِ الرِّوَايَةِ .

الجوهرة النيرة (1/ 191-192

( قَوْلُهُ : وَبَدَنُ الْمَرْأَةِ الْحُرَّةِ كُلُّهُ عَوْرَةٌ إلَّا وَجْهَهَا وَكَفَّيْهَا ) فِيهِ إشَارَةٌ إلَى أَنَّ الْقَدَمَ عَوْرَةٌ وَفِيهِ خِلَافٌ فَفِي الْهِدَايَةِ الْأَصَحُّ أَنَّهُ لَيْسَ بِعَوْرَةٍ ، وَقِيلَ الصَّحِيحُ أَنَّهُ عَوْرَةٌ فِي حَقِّ النَّظَرِ وَالْمَسِّ وَلَيْسَ بِعَوْرَةٍ فِي حَقِّ الصَّلَاةِ وَالْمَشْيِ وَالْمُرَادُ مِنْ الْكَفِّ بَاطِنُهُ أَمَّا ظَاهِرُهُ فَعَوْرَةٌ وَلَوْ انْكَشَفَ رُبُعُ قَدَمِهَا عَلَى قَوْلِ مَنْ جَعَلَهُ عَوْرَةً مَنَعَ أَدَاءِ الصَّلَاةِ ، وَإِنْ صَلَّتْ وَرُبُعُ سَاقهَا مَكْشُوفٌ تُعِيدُ الصَّلَاةَ عِنْدَهُمَا ، وَإِنْ كَانَ أَقَلَّ لَا تُعِيدُ وَعِنْدَ أَبِي يُوسُفَ لَا تُعِيدُ إذَا كَانَ أَقَلَّ مِنْ النِّصْفِ وَفِي النِّصْفِ عَنْهُ رِوَايَتَانِ فِي رِوَايَةِ الْجَامِعِ الصَّغِيرِ جَعَلَهُ فِي حَدِّ الْقَلِيلِ وَفِي رِوَايَةِ الْأَصْلِ جَعَلَهُ فِي حَدِّ الْكَثِيرِ وَالْحُكْمُ فِي الشَّعْرِ وَالْبَطْنِ وَالظَّهْرِ وَالْفَخِذِ عَلَى هَذَا الِاخْتِلَافِ وَالْمُرَادُ بِالشَّعْرِ النَّازِلُ مِنْ الرَّأْسِ وَهُوَ الصَّحِيحُ ، وَاخْتَارَ الصَّدْرُ الشَّهِيدُ أَنَّهُ هُوَ مَا عَلَى الرَّأْسِ وَأَمَّا الْمُسْتَرْسِلُ فَفِيهِ رِوَايَتَانِ وَالْأَحْوَطُ أَنَّهُ عَوْرَةٌ ، وَلَوْ انْكَشَفَ رُبُعُ أُذُنِهَا لَا تَجُوزُ صَلَاتُهَا هُوَ الصَّحِيحُ قَالَ التُّمُرْتَاشِيُّ كُلُّ عُضْوٍ هُوَ عَوْرَةٌ مِنْ الْمَرْأَةِ إذَا انْفَصَلَ عَنْهَا هَلْ يَجُوزُ النَّظَرُ إلَيْهِ فِيهِ رِوَايَتَانِ أَحَدُهُمَا يَجُوزُ كَمَا يَجُوزُ لَنَا النَّظَرُ إلَى رِيقِهَا وَدَمِهَا ، وَالثَّانِيَةُ لَا يَجُوزُ وَهُوَ الْأَصَحُّ وَكَذَا الذَّكَرُ الْمَقْطُوعُ مِنْ الرَّجُلِ وَشَعْرُ عَانَتِهِ إذَا حُلِقَ فَفِيهِ الرِّوَايَتَانِ ، وَالْأَصَحُّ أَنَّهُ لَا يَجُوزُ النَّظَرُ إلَيْهِمَا وَالثَّانِيَةُ يَجُوزُ ؛ لِأَنَّهُ إذَا انْفَصَلَ سَقَطَتْ حُرْمَتُهُ

 

فتح القدير  (1/ 496(

وَفِي الْمَبْسُوطِ فِي الذِّرَاعِ رِوَايَتَانِ ، وَالْأَصَحُّ أَنَّهُ عَوْرَةٌ ، وَفِي الِاخْتِيَارِ لَوْ انْكَشَفَ ذِرَاعُهَا جَازَتْ صَلَاتُهَا لِأَنَّهَا مِنْ الزِّينَةِ الظَّاهِرَةِ وَهُوَ السِّوَارُ وَتَحْتَاجُ إلَى كَشْفِهِ لِلْخِدْمَةِ وَسَتْرُهُ أَفْضَلُ .

وَصَحَّحَ بَعْضُهُمْ أَنَّهُ عَوْرَةٌ فِي الصَّلَاةِ لَا خَارِجِهَا .

وَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا مُلَازَمَةَ بَيْنَ كَوْنِهِ لَيْسَ عَوْرَةً وَجَوَازِ النَّظَرِ إلَيْهِ ، فَحِلُّ النَّظَرِ مَنُوطٌ بِعَدَمِ خَشْيَةِ الشُّهْرَةِ مَعَ انْتِفَاءِ الْعَوْرَةِ وَلِذَا حَرُمَ النَّظَرُ إلَى وَجْهِهَا وَوَجْهِ الْأَمْرَدِ إذَا شَكَّ فِي الشَّهْوَةِ وَلَا عَوْرَةَ .

وَفِي كَوْنِ الْمُسْتَرْسِلِ مِنْ شَعْرِهَا عَوْرَةٌ رِوَايَتَانِ .

وَفِي الْمُحِيطِ الْأَصَحُّ أَنَّهُ عَوْرَةٌ وَإِلَّا جَازَ النَّظَرُ إلَى صُدْغِ الْأَجْنَبِيَّةِ وَطَرَفِ نَاصِيَتِهَا وَهُوَ يُؤَدِّي إلَى الْفِتْنَةِ وَأَنْتَ عَلِمْتَ أَنَّهُ لَا تَلَازُمَ بَيْنَهُمَا كَمَا أَرَيْتُك فِي الْمِثَالِ .

 

العناية شرح الهداية (1/ 424(

وَقَوْلُهُ : ( هُوَ الصَّحِيحُ ) احْتِرَازٌ عَنْ اخْتِيَارِ الصَّدْرِ الشَّهِيدِ ، وَغَيْرِهِ أَنَّ الْمُرَادَ مِنْ الشَّعْرِ مَا عَلَى الرَّأْسِ ، وَأَمَّا الْمُسْتَرْسِلُ وَهُوَ مَا نَزَلَ إلَى أَسْفَلَ مِنْ الْأُذُنَيْنِ فَفِي كَوْنِهِ عَوْرَةً رِوَايَتَانِ ، وَاخْتَارَ الْفَقِيهُ أَبُو اللَّيْثِ كَوْنَهُ عَوْرَةً احْتِيَاطًا ؛ لِأَنَّ تِلْكَ الرِّوَايَةَ تَقْتَضِي أَنْ يَجُوزَ النَّظَرُ إلَى صُدْغِ الْأَجْنَبِيَّةِ وَطَرَفِ نَاصِيَتِهَا كَمَا ذَهَبَ إلَيْهِ عَبْدُ اللَّهِ الْبَلْخِيُّ ، وَهُوَ أَمْرٌ يُؤَدِّي إلَى الْفِتْنَةِ فَكَانَ الِاحْتِيَاطُ فِي الْأَخْذِ بِهَذِهِ الرِّوَايَةِ .

درر الحكام شرح غرر الأحكام (1/ 266)

( وَمِنْهَا ) أَيْ مِنْ الشُّرُوطِ ( سَتْرُ الْعَوْرَةِ وَهِيَ ) أَيْ الْعَوْرَةُ ( لِلرَّجُلِ مَا تَحْتَ سُرَّتِهِ ) فَالسُّرَّةُ لَيْسَتْ بِعَوْرَةٍ ( إلَى تَحْتَ رُكْبَتَيْهِ ) فَالرُّكْبَةُ عَوْرَةٌ ( وَنَحْوُهُ الْأَمَةُ ) أَيْ مَا يَكُونُ عَوْرَةً مِنْ الرَّجُلِ يَكُونُ عَوْرَةً مِنْ الْأَمَةِ ( مَعَ ظَهْرِهَا وَبَطْنِهَا ) فَإِنَّهُمَا فِي الرَّجُلِ لَيْسَا بِعَوْرَةٍ وَفِيهَا عَوْرَةٌ ( وَنَحْوُهَا ) أَيْ الْأَمَةِ ( الْمُكَاتَبُ وَالْمُدَبَّرَةُ وَأُمُّ الْوَلَدِ ) فِي كَوْنِ ظَهْرِهِنَّ وَبَطْنِهِنَّ أَيْضًا عَوْرَةً ( الْحُرَّةُ ) أَيْ جَمِيعُ أَعْضَائِهَا ( عَوْرَةٌ إلَّا وَجْهَهَا وَكَفَّيْهَا وَقَدَمَيْهَا ) فَإِنَّهَا لَا تَجِدُ بُدًّا مِنْ مُزَاوَلَةِ الْأَشْيَاءِ بِيَدَيْهَا وَفِي كَفَّيْهَا زِيَادَةٌ ضَرُورَةً وَمِنْ الْحَاجَةِ إلَى كَشْفِ وَجْهِهَا خُصُوصًا فِي الشَّهَادَةِ وَالْمُحَاكَمَةِ وَالنِّكَاحِ وَتَضْطَرُّ إلَى الْمَشْيِ فِي الطُّرُقَاتِ وَظُهُورُ قَدَمَيْهَا خُصُوصًا الْفَقِيرَاتِ مِنْهُنَّ وَهُوَ مَعْنَى قَوْله تَعَالَى عَلَى مَا قَالُوا { إلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا } أَيْ مَا جَرَتْ الْعَادَةُ وَالْجِبِلَّةُ عَلَى ظُهُورِهِ وَيُرْوَى أَنَّ الْقَدَمَ عَوْرَةٌ ( يُفْسِدُ ) الصَّلَاةَ ( كَشْفُ رُبْعِ عُضْوٍ هُوَ عَوْرَةٌ غَلِيظَةٌ كَالْقُبُلِ وَالدُّبُرِ أَوْ خَفِيفَةٌ كَمَا عَدَاهُمَا ) مِنْ الْبَطْنِ وَالْفَخِذِ وَعِنْدَ أَبِي يُوسُفَ يُفْسِدُهَا كَشْفُ نِصْفِهِ ، ذَكَرَ الْعَوْرَتَيْنِ إشَارَةً إلَى التَّسْوِيَةِ بَيْنَهُمَا فِي الْحُكْمِ وَلِذَا قَالَ صَاحِبُ الْهِدَايَةِ وَالْعَوْرَةُ الْغَلِيظَةُ عَلَى هَذَا الْخِلَافِ بَعْدَ مَا ذَكَرَ الْخِلَافَ فِي الْكَشْفِ الْمَانِعِ أَنَّهُ مِقْدَارُ الرُّبْعِ أَوْ النِّصْفِ ( وَكُلٌّ مِنْ ذَكَرِهِ وَأُنْثَيَيْهِ ) احْتِرَازٌ عَمَّا قَالَ بَعْضُهُمْ الذَّكَرُ وَالْأُنْثَيَانِ عُضْوٌ وَاحِدٌ ( وَرَأْسُهَا وَشَعْرُهُ ) أَيْ شَعْرُ رَأْسِهَا ( مُطْلَقًا ) أَيْ النَّازِلُ وَغَيْرُهُ ( وَأُذُنُهَا وَثَدْيُهَا الْمُتَدَلِّي ) احْتِرَازٌ عَنْ النَّاهِضِ فَإِنَّهُ تَابِعُ لِلصَّدْرِ

Tags:

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.