Headline »

June 28, 2017 – 4:38 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Oleh: Ustadz Jakfar al Haddar Pasuruan
Siapakah orang kafir itu ? Dan siapakah yang memberi predikat kafir ?
Syarat untuk menjadi orang Islam adalah mengucapkan dua kalimat syahadat, persaksian tiada tuhan yang pantas disembah …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline, Kalam Salaf

KESALAHAN FATAL DI BULAN RAMADHAN

Submitted by on June 4, 2017 – 10:15 pm

Banyak kesalahan fatal yang dilakukan oleh umat Islam di Bulan Ramadhan. Al Habib Segaf bin Ali Alaydrus dalam Risalahnya Kasyful Ghitho `An Ba`dhi ma yaqo` fi Syahril Ramadhan minal Akhtho menyebutkan beberapa contohnya. Berikut ini adalah intisarinya:

  1. Tidak Puasa atau membatalkan puasa tanpa uzur

Jangan meremehkan puasa Ramadhan. Meninggalkan puasa Ramadhan tanpa uzur merupakan salah satu dari dosa yang paling besar. Rasulullah SAW bersabda:

منْ أَفْطَرَ يَوْمًا مِنْ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ رُخْصَةٍ وَلَا مَرَضٍ لَمْ يَقْضِ عَنْهُ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ وَإِنْ صَامَهُ

Siapa yag tidak berpuasa sehari dari Ramadhan tanpa ada uzur, dan bukan pula karena sakit maka ia tidak akan dapat menebus dosanya dengan puasa sepanjang tahun walaupun ia melakukannya. (HR Turmudzi)

Imam Ibnu Hajar al Haitami dalam kitab al Zawajirnya mengatakan:

Dosa besar ke seratus empat puluh satu adalah meninggalkan puasa Ramadhan, dan membatalkan puasanya dengan bersetubuh atau selainnya tanpa ada uzur sakit atau bepergian.”

  1. Tidak niat di malam hari

Kesalahan fatal yang menunjukan kebodohan tentang hukum syariat adalah tidak niat puasa di malam-malam hari Ramadhan. Padahal sudah ditetapkan  dalam hadits-hadits shahih mengenai wajibnya niat di setiap malam Ramadhan dan niat itu harus dilakukan di malam hari antara Maghrib dan Shubuh.  Nabi SAW bersabda:

مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

Siapa yang tidak menginapkan (niat) Puasa sebelum fajar maka tidak ada puasa baginya. (HR Nasai)

Niat puasa adalah dengan hati, sedangkan mengucapkan niat hukumnya sunah.

  1. Memutus silaturahim

Termasuk kesalahan fatal bagi yang berpuasa adalah bahwa sebagian mereka tetap memutus silaturahim dan menyakiti tetangga di Bulan Ramadhan. Dengan perbuatan itu, mereka telah mengharamkan dirinya untuk mendapatkan cahaya Bulan Ramadhan dan kebaikan-kebakannya. Mereka akan terhalang dari keutamaaan-keutamaan dan keberkahan-keberahan yang ada di dalam Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ

Tidak akan masuk ke dalam surga orang yang memutus hubungan silaturahim. (HR Bukhari)

Dalam hadits lain dikatakan:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يُؤْذِي جَارَهُ

Siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka janganlah menyakiti tetangganya. (HR Bukhari-Muslim)

Maka akan sangat sia-sia jika ia berpayah-payah tarawih, menahan lapar serta haus jika ia masih tetap memutus silaturahim dan menyakiti tetangganya.

  1. Berbuka sebelum yakin Maghrib

Orang yang berpuasa harus hati-hati, apalagi dalam Puasa Ramadhan yang adalah rukun Islam. Jangan sampai berbuka sebelum waktunya, karena jika demikian maka puasanya tidak dianggap dan ia berdosa besar. Rasulullah SAW pernah bermimpi melihat manusia yang digantungkan di atas ujung tumit mereka dengan bibir robek  mengalirkan darah, ketika Beliau SAW bertanya siapa mereka ? maka dijawab:

هَؤُلَاءِ الَّذِينَ يُفْطِرُونَ قَبْلَ تَحِلَّةِ صَوْمِهِمْ

Mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum waktu berbuka bagi puasanya. (HR Ibnu Hibban)

Jika ragu, tunggulah beberapa saat sampai yakin telah masuk Maghrib. Tidak ada ruginya menunggu beberapa menit, agar kita yakin bahwa puasanya benar-benar sah.

  1.  Banyak tidur dan main

Termasuk kesalahan fatal adalah menghabiskan banyak waktu di Bulan Ramadhan untuk tidur, bermain atau melakukan hal-hal yang tidak berguna seperti menonton program tv dan lainnya. Ini bisa menyebabkan ia lalai sehingga tertinggal shalat berjamaah atau terlambat menunaikannya.

Kemudian sebagian dari perbuatan-perbuatan ini dapat menyiakan pahala puasa yang agung. Melihat dengan syahwat atau menonton acara-acara yang tidak sesuai dengan syariat itu termasuk hal yang dapat merusak pahala puasa. Jika demikian maka ia akan masuk dalam golongan:

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ

Banyak orang berpuasa namun ia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain rasa lapar. (HR Ibnu Majah) naudzu billahi min dzalik

6.Memperbanyak jenis makanan  

Banyak orang yang melakukan kekeliruan di malam-malam Bulan Ramadhan dengan menjadikan perhatian terbesarnya adalah untuk memperbanyak ragam makanan dan minuman buka dan sahur. Ini adalah bertentangan dengan rahasia dan hikmah puasa. Yaitu sebagaimana firman Allah dalam hadits qudsi:

يدع طعامه وشرابه وشهوته من أجلي

Ia meninggalkan makanan, minuman dan kesenangan syahwatnya karena aku. (HR Bukhari)

Bulan Ramadhan adalah bulan untuk melatih menjinakan ketamakan kepada makanan, minuman dan kesenangan syahwat. Dan mengubahnya menjadi pribadi yang sederhana, dan dapat mengendalikan syahwatnya sehingga ia meningkat dari derajat hewan yang hanya memikirkan makanan, minuman dan syahwat kepada derajat malaikat yang minatnya hanyalah berbakti kepada Allah SWT. Jika yang ia pikirkan hanya memperbanyak jenis makanan, maka akan sia-sia perjuangannya berpuasa di siang Ramadhan.

7. Meninggalkan sunah Rawatib

Kekeliruan sebagian orang yang berpuasa adalah tidak bersemangat untuk memperbanyak shalat-shalat sunah, apalagi sampai meninggalkan shalat Rawatib (Qobliyah-ba`diyah). Padahal pahala shalat sunah di bulan Ramadhan dilipat-gandakan seperti Pahala Shalat Wajib di bulan lain Nabi SAW bersabda:

من تقرب فيه بخصلة من الخير ، كان كمن أدى فريضة فيما سواه

Siapa yang melakukan satu kebaikan (sunah) maka seakan mengerjakan satu kewajiban di bulan lain. (HR Ibnu Khuzaimah)

Seorang muslim seharusnya lebih rajin dan bersemangat untuk melaksanakan shalat fardhu dan sunahnya. Jangan berpikiran tidak perlu shalat sunah karena kalaupun tidak dilakukan ia tidak berdosa. Ini pemikiran yang keliru karena shalat sunah dapat membuat derajatnya naik, memperbanyak kebaikan, menghapus dosa-dosa dan menyempurnakan kekurangan-kekurangan dalam shalat fardhu, dan yang terpenting itu dapat menjadi sebab Allah mencintai seorang hamba. Dalam hadits qudsi Allah SWT berfirman:

وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ

Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepadaku dengan melakukan perbuatan-perbuatan sunah sampai Aku mencintainya. (HR Bukhari)

  1. Meninggalkan tarawih

Meninggalkan shalat sunah rawatib adalah kesalahan besar, dan meninggalkan shalat tarawih adalah kesalahan yang tidak kalah besarnya. Karena tarawih adalah salah satu symbol Bulan Ramadhan, dan sunah Nabi SAW. Orang yang tidak tarawih atau tidak sempurna melakukan tarawih sungguh tercela dan jatuh dalam kerugian yang sangat besar.

Kesalahan ini sering terjadi bahkan pada orang yang bersemangat melakukan kebaikan, misalnya karena sebab tamu yang berbuka di kediamannya atau dengan alasan-alasan lain. Padahal sebagian ulama mengatakan bahwa meninggalkan shalat tarawih sehari saja itu membuat kita tidak mendapatkan fadhilah yang disebutkan oleh Nabi SAW:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Siapa yang berdiri (shalat Tarawih) di Bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala maka akan diampuni dosanya yang terdahulu. (HR Bukhari-Muslim)

  1. Lupa niat i`tikaf

Di antara kesalahan yang merugikan adalah lupa untuk niat i`tikaf ketika ia duduk di masjid. Dengan demikian ia telah kehilangan pahala besar i`tikaf yang tidak perlu melelahkan diri untuk mendapatkannya. Pahala itikaf itu sangat besar apalagi di Bulan Ramadhan, padahal yang perlu ia lakukan hanyalah berdiam di masjid dengan meniatkan itikaf. Maka seharusnya seorang muslim meniatkan itikaf walaupun hanya sebentar saja di masjid. Imam Nawawi RA mengatakan dalam Majmu`, “Seyogyanya bagi yang duduk di masjid untuk menunggu shalat atau menyibukan diri dengan menuntut ilmu atau perbuatan taat dan mubah lainnya untuk meniatkan itikaf, karena itikaf di anggap sah menurut ulama kami walaupun sebentar zamannya.”

  1. Meninggalkan sunah berbuka

Banyak yang berbuka puasa dengan mengabaikan sebagian kesunahan berbuka, padahal itu bukan pekerjaan yang sulit. Seperti sunah Nabi SAW untuk mendahulukan makan kurma basah dan jika tidak ada baru kurma kering dan jika tidak ada baru air. Banyak yang langsung berbuka dengan air tanpa uzur, padahal bisa saja ia memulai dengan kurma. Atau meninggalkan sunah memakan kurma secara ganjil, padahal bisa saja ia melakukannya. Ini adalah bentuk menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan derajat tinggi dengan mengikuti sunah yang mudah.

  1. Tidak sahur

Sahur adalah sunah Nabi SAW, dan Nabi SAW menganjurkan umatnya untuk melakukannya dan menamainya dengan “makanan yang diberkahi.” Kesalahan besar dengan meninggalkan sahur, baik ia tidak sahur sama sekali atau meninggalkan sebagian sunnah sahur. Di antara sunah sahur adalah mengakhirkan sahur selama tidak membuatnya jatuh dalam keraguan. Hendaknya ia berhenti beberapa menit sebelum fajar.

Yang lebih parah adalah orang yang sahur bersamaan dengan terbitnya fajar, atau berhenti hanya ketika medengar adzan. Ini adalah bentuk kecerobohan dalam agama, karena dapat makan saat fajar dapat membatalkan puasanya.

 

Masih banyak kesalahan-kesalahan fatal yang dilakukan di bulan Ramashan seperti tidak memperbanyak nafkah bagi keluarga padahal ia mampu melakukannya, melupakan bersedekah di Bulan Mulia ini, tidak mau menyediakan makanan berbuka padahal ia mampu, jarang membaca Al-Quran, atau membaca Al-Quran terburu-buru tanpa tartil, tidak berusaha untuk mendapatkan Malam Lailatul Qodar, Semangat di awal bulan tapi kendor di akhir bulan, terlalu menyibukan dengan membaca Al-Quran sepanjang saat sehingga melupakan wirid dzikir dan doa yang datang dari Nabi SAW di waktu-waktu tertentu, tidak pedulinya orang tua atas puasa anaknya, bercumbu dengan istrinya padahal ini bisa menyebabkan ia menjurus pada persetubuhan yang sangat besar akibat dosanya, meremehkan apa yang dapat membatalkan pahala puasanya seperti ghibah, dusta, mencaci maki dan lainnya, tidak peduli apakah makanan berbukanya halal atau haram, tidak puasa hanya karena sakit ringan, lupa berdoa kepada Allah sepanjang Ramadhan, dan lainnya.. Semoga kita dapat menghindari itu semua.. Aamiin

 

 

 

Tags:

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.