Headline »

October 21, 2017 – 1:12 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Pertanyaan:
Ustadz, Bagaimana Hukumnya orang yang jualan jangkrik ?
Ainul Yaqin
Jawaban:
Hukum Jual beli hewan diperinci sebagai berikut:

Apabila hewan itu bermanfaat (secara syariat), seperti unta, sapi, kambing, kuda dan lain-lain, maka sah jual belinya, karena …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Foto Galeri, Headline, Majelis Ifta'

APA YANG DILAKUKAN DI AWAL MALAM RAMADHAN?

Submitted by on May 26, 2017 – 6:19 am

  1. Niat Puasa

Ada perbedaan pandangan yang terjadi antara Imam Syafi’i dan Imam Malik terkait puasa Ramadhan. Imam Syafi’i berpendapat bahwa puasa ramadhan setiap harinya berlaku independent tanpa terikat dengan hari lainnya. Sedangkan menurut Imam Malik, puasa Ramadhan itu satu set, sehingga hari yang satu dan yang lainnya saling berkaitan sebagaimana antara rakaat yang satu dengan rakaat lainnya dalam shalat.

Perbedaan pandangan ini menimbulkan perbedaan pendapat dalam niat berpuasa. Menurut Imam Syafi’i wajib berniat di setiap malamnya, dan tidak sah puasa di hari manapun jika tidak ada niat puasa di malam harinya. Sedangkan menurut Imam Malik hanya wajib di malam pertama bulan Ramadhan.

Dari perbedaan ini, para salaf berusaha agar dalam beramal keluar dari perbedaan pendapat ulama’, dan mencari solusi yang terbaik bagi umat. Sehingga mereka membuat satu tuntunan dalam niat puasa khusus di malam pertama bulan Ramadhan, yaitu menggabungkan niat keduanya dengan cara :

  1. Niat taqlid (mengikuti) Imam Malik dengan niat puasa untuk satu bulan penuh sebagai berikut :’

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ كُلِّهِ هَذِهِ السَّنَة لِلَّهِ تَعَالَى

“ saya niat berpuasa satu bulan Ramadhan penuh, di tahun ini karena Allah Ta’ala “

 

  1. Kemudian berniat dengan niat Imam Syafi’i sebagaimana biasanya kita lakukakan yaitu :

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَة لِلَّهِ تَعَالَى

Untuk hari-hari berikutnya tetap niat sebagaimana biasanya yaitu niat yang kedua.

Penggabungan niat sebagaimana tuntunan para salaf ini memiliki dua manfaat, yaitu :

  • Ketika suatu saat kita lupa niat puasa di malam harinya, maka puasa kita tetap sah, karena kita telah berniat mengikuti Imam Malik.
  • Apabila ditakdirkan mati di pertengahan bulan Ramadhan, maka akan mendapatkan pahala puasa satu bulan penuh mengikuti pendapat Imam Malik.

 

  1. Memperbanyak niat kebaikan sepanjang bulan Ramadhan

Niatkan untuk banyak melakukan kebaikan selama Bulan Ramadhan, dengan demikian maka jika seandainya kita tidak mampu melakukannya setidaknya kita telah mendapatkan pahala niat yang baik.

Di antara niat menyambut Ramadhan Yang diajarkan oleh Habib Abu Bakar al Adni bin Ali al Masyhur adalah:

 

 

نَوَيْنَا مَانَوَاهُ النَّبِيُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالسَلَفُ الصَّالِحُ مِنْ آلِ البَيْتِ الكِرَامِ وَالصَّحَابَه الأَعْلَام. وَنَوَيْنَا القِيَامَ بِحَقِّ الصِيَامِ عَلَى الوَجْهِ الَّذِيْ يُرْضِي المَلِكُ العَلاَّم. وَنَوَيْنَا المُحَافَظَةَ عَلَى القِيَامِ وَحِفْظِ الجَوَارِحِ عَنِ المَعَاصِي وَالآثَامِ. وَنَوَيْنَا تِلَاوَةَ القُرْآنِ وَكَثْرَة الذِكْرِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِ الأَنَامِ وَنَوَيْنَا تَجَنُّبَ الغِيْبَةِ وَالنَمِيْمَةِ وَالكَذِبِ وَأَسْبَابِ الحَرَامِ. وَنَوَيْنَا كَثْرَةَ الصَّدَقَاتِ وَمُوَاسَاةِ الأَرَامِلِ وَالفُقَرَاءِ وَالأَيْتَامِ. وَنَوَيْنَا كَمَالَ الإِلْتِزَامِ بِآدَابِ الإِسْلَامِ وَالصَّلاةِ فِي الجَمَاعَةِ فِي أَوْقَاتِهَا بِانْتِظَامِ . وَنَوَيْنَا كُلَّ نِيَّةِ صَالِحَةٍ نَوَاهَا عِبَادُ اللهِ الصَّالِحُوْنَ فِي العَشْرِ الأَوَائِلِ وَالأَوَاسِطِ وَالأَوَاخِرِ وَلَيْلَةِ القَدْرِ فِي سَائِرِ اللَيَالِي وَالأَيَّامِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ.

 

Kami niat sebagaimana niat Nabi Saw dan para Salafuna Shalih dari para Ahlulbait Nabi yang mulia dan para sahabat yang agung.

Kami niat melaksanakan puasa dengan sesempurna mungkin yang membuat Ridho Raja semesta alam;  Allah SWT.

Kami niat menjaga Shalat Tarawih dan menjaga anggota badan dari segala maksiat dan dosa.

Kami niat rutin membaca alqur’an dan banyak berdzikir serta Shalawat pada Mabi Muhammad pemimpin manusia dan menjauhi ghibah, adu domba, berdusta dan segala hal yang menyebabkan perkara yang haram dan dosa.

Kami niat banyak bersodaqoh dan menyantuni para janda-janda, orang-orang fakir juga anak-anak yatim.

Kami niat menjaga dengan sebaik baiknya akhlak-akhlak yang di ajarkan dalam Agama Islam serta menjaga shalat jama’ah tepat pada waktunya dengan sempurna.

Kami niat dengan semua niat-niat baik yang telah di niatkan para sholihin di 10 pertama , 10 kedua serta 10 terakhir dan malam lailatul qodar juga di setiap malam dan harinya

 

  1. Shalat Sunah Mutlaq empat rakaat dengan membaca surat Al Fath

 

Dianjurkan pada malam pertama di bulan Ramadhan untuk melakukan Shalat Sunnah mutlaq empat rakaat. Setiap Rakaatnya membaca Al Fatihah kemudian membaca satu maqro surat al Fath dengan urutan sebagai berikut:

Di Rakaat pertama setelah membaca surat Al Fatihah, membaca surat Al Fath dari ayat 1 sampai ayat 10

Di Rakaat kedua setelah membaca surat Al Fatihah, membaca surat Al Fath dari ayat 11 sampai ayat 17

Di Rakaat ketiga setelah membaca surat Al Fatihah, membaca surat Al Fath dari ayat  18  sampai ayat 26

Di Rakaat keempat setelah membaca surat Al Fatihah, membaca surat Al Fath dari ayat 27 sampai ayat 29

 

Diriwayatkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam al Khatib as Syarbani dalam kitab Tafsirnya dengan sanad bersambung kepada Nabi SAW: “Siapa yang melaksanakan Shalat empat rakaat pada malam pertama Bulan Ramadhan kemudian membaca Surat al Fath maka ia kan melewati satu tahun dalam keadaan kaya.” Dalam riwayat lain dikatakan ia akan melwati satu tahun penuh dalam kebaikan.

 

Dalam Tafsir al Qurthubi dikatakan, “Siapa yang membaca Surat al Fath di dalam shalat sunahnya pada malam pertama Bulan Ramadhan, maka Allah SWT akan menjaga dirinya pada tahun itu. Orang yang menginginkan hal tersebut maka hendaknya mengamalkan amalan ini di malam pertama  pada bulan Ramadhan..

 

 

NB: Bagi yang tidak hafal Surat Al Fath bisa shalat sambil membawa al Quran dan membaca secara langsung.

 

 

Tags:

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.