Headline »

October 17, 2017 – 1:05 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Oleh: Sayyid Husein Ali Assegaf*
Pertanyaan seperti itu akhir-akhir ini sering muncul bahkan dari mereka yang mungkin tidak mengerti apa yg dinamakan ” dalil ”
Memang betul , bahwa seseorang berhak menanyakan dalil atau …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline

DUA TANDA DOSA

Submitted by on May 12, 2017 – 11:44 pm

Rasulullah SAW bersabda:

الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ وَالْإِثْمُ مَا حَاكَ فِي صَدْرِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ

Kebaikan adalah baiknya akhlak dan dosa adalah apa yang mengganggu hatimu, dan engkau tidak ingin itu diketahui manusia. (HR Muslim)

Al Birr (kebaikan) adalah kata yang mencakup semua makna kebaikan mulai dari silaturahim, kasih sayang, kejujuran, ketaatan kepada Allah, dan lainnya. Termasuk makna kebaikan yang paling tinggi adalah berakhlak dengan akhlak yang indah, menghiasai diri dengan sifat-sifat mulia, beserta menahan diri dari mengganggu dan menyakiti orang lain, dan memberikan bantuan kepada mereka.

Hadits di atas membatasi kebaikan kepada akhlak yang baik, itu adalah isyarat agung bahwa kebaikan ahlak adalah buah dari baiknya agama. Rasulullah SAW diutus sebagai penyempurna Akhlak mulia. Siapa yang lebih berakhlak darimu, dia lebih beriman darimu.

Sebagian ulama mengatakan, “Sesungguhnya agama semuanya itu ada di dalam akhlak yang baik. Orang yang memiliki akhlak baik lebih unggul daripada orang yang banyak berpuasa dan shalat.”

Dosa

Secara umum dosa adalah apa yang dilarang oleh Allah SWT, daripada meninggalkan kewajiban atau melakukan hal yang haram.

Dalam hadits dikatakan Dosa adalah apa yang mengganggu hati. Maksudnya adalah yang membuat hati tidak tenang, ragu, sehingga hati tidak tenang dalam melakukannya. Dengan sekiranya ia tidak suka jika orang lain mengetahuinya.

Tanda dosa ada dua:

  1. Manusia merasakan ketika melakukannya berat hati, goncangan dalam hati dan kecemasan.
  2. Ia tidak suka dilihat orang (maksudnya orang mulia) ketika melakukannya karena perbuatan itu buruk

Maka wajib bagi manusia untuk melihat kepada hatinya sebelum melakukan sesuatu, Jika hatinya tenang dalam melakukannya maka lakukanlah. Jika tidak, jangan dilakuan. Sebab hati akan tenang kepada yang halal dan goncang pada yang haram. Tapi ini adalah bagi orang yang hatinya bercahaya dan baik.

Tags:

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.