Headline »

August 20, 2017 – 3:29 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
 
Al-Habib Muhammad bin Abdullah Al-haddar di dalam kitabnya Al-Masyrobus-Shofil-Haniy hal.173 mengisahkan:
Ada seorang laki-laki kaya raya dari Bani Isroil. Ia tidak mempunyai amal baik sama sekali, akan tetapi ia sangat menyukai untuk memberikan …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline

SIFAT PENGLIHATAN NABI SAW

Submitted by on May 11, 2017 – 5:28 am

masjid nabawiy
Nabi SAW memiliki penglihatan yang berbeda dengan penglihatan manusia biasa. Beliau SAW dapat melihat dalam kegelapan malam sebagaimana melihat di siang hari. Beliau SAW diberikan anugrah oleh Allah SWT sehingga dapat melihat shaf-shaf shalat yang ada di belakangnya  sebagaimana melihat apa yang ada di hadapannya. Beliau SAW dapat melihat 11 bintang dalam gugusan bintang Tsuroyya ketika manusia normal hanya dapat melihat enam atau tujuh bintang saja.

Di antara kebiasaan Nabi SAW, beliau tidak duduk di tempat yang gelap kecuali setelah menyalakan lampu. Beliau SAW menyukai untuk melihat kepada warna hijau dan air yang mengalir. Beliau juga suka melihat buah limau dan buah apel merah.

Adapun celaknya Nabi SAW. Beliau SAW jika bercelak, maka beliau bercelak dua kali bagi setiap mata kemudian memakai satu ambilan celak untuk dua mata sekaligus. Jadi semua celak itu berjumlah lima.

Rasulullah SAW jika bercelak maka bercelak dengan bilangan ganjil demikian pula jika menggunakan bukhur (dupa) melakukannya dengan ganjil.

Rasulullah SAW memiliki celak yang dipakai setiap malam. Tiga untuk mata kanan dan tiga untuk mata kiri. Ada lima hal yang selalu ada bersama Nabi SAW baik ketika bermukim atau dalam perjalanan, beliau selalu bersama istrinya, membawa tempat celak, sisir, siwak dan midro (alat semacam sisir yang bentuknya lebih panjang untuk meluruskan rambut)

Sahabat Ibnu Abbas RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda:

اكْتَحِلُوا بِالْإِثْمِدِ فَإِنَّهُ يَجْلُو الْبَصَرَ وَيُنْبِتُ الشَّعْرَ

Bercelaklah dengan Itsmid karena itu dapat menajamkan pandangan dan melebatkan bulu mata. (HR Turmudzi)

Al Bajuri mengatakan yang diperintahkan di sini adalah orang-orang yang sehat matanya. Adapun orang yang sakit mata kadang itsmid dapat berbahaya bagi mereka.

Itsmid adalah batu yang biasa dipakai sebagai celak setelah ditumbuk halus. Berwarna hitam dan agar kemerah-merahan.

Bercelak dengan itsmid dapat menajamkan pandangan bagi yang terbiasa memakainya. Adapun bagi yang tidak terbiasa kadang memakai itsmid dapat membuat mata sakit.

Sumber: Wasailul Wushul ila Syamailir Rosul

 

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.