Headline »

December 13, 2017 – 2:00 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Di antara umat beliau SAW, ada yang susah-payah mendatangi telaga dalam keadaan kehausan, namun ketika mendekat, ia dihalau dari telaga dan tidak diizinkan untuk meminum setetes pun darinya. Merekalah orang-orang yang merugi.
Imam …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline, Kalam Salaf

AMALAN-AMALAN NISHFU SYAKBAN

Submitted by on May 10, 2017 – 3:13 am

doa nisfu syakban

Berbeda dengan penanggalan Masehi, hari dalam penanggalan Islam dimulai dari Maghrib dan berakhir dengan Maghrib hari berikutnya. Jadi Tanggal 15 Syakban atau yang lebih dikenal dengan Nishfu Syakban Insya Allah jatuh mulai Magrib Malam Jumat, 11 Mei 2017 sampai Maghrib Hari Jumat 12 Mei 2017. Nishfu Syakban adalah malam Mulia, banyak sekali amalan salaf yang dianjurkan untuk dilakukan di dalamnya di antaranya:

  1. Menghidupkan malam nisfu sya’ban dengan memperbanyak ibadah dan bertaubat kepada Allah SWT, sesuai dengan hadist Nabi yang diriwayatkan oleh Al Ashfahaany dari Sahabat Mu`adz bin Jabal :

من أحيا الليالي الخمس وجبت له الجنة : ليلة التروية, وليلة عرفة, وليلة النحر, وليلة الفطر, وليلة النصف من شعبان

Barangsiapa yang menghidupkan 5 malam, maka dia berhak masuk surga, yaitu : malam tarwiyah, malam `Arofah, malam `Idul Adha, malam `Idul Fitri, dan malam nishfu Sya`ban.”

  1. Dianjurkan pula melakukan puasa di siang harinya. Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا نَهَارَهَا فَإِنَّ اللَّهَ يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُولُ أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِي فَأَغْفِرَ لَهُ أَلَا مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ أَلَا مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ أَلَا كَذَا أَلَا كَذَا حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ

Jika dating Malam Nishfu Syakban, beribadahlah di malam harinya dan berpuasalah di siang harinya. Karena di malam itu (rahmat) Allah turun sampai langit dunia sampai datangnya waktu Maghrib. Allah berfirman, “Adakah yang meminta ampun kepadaku, sehingga aku akan mengampuninya? Adakah yang meminta rizki kepadaku sehingga aku akan memberikanya? Adakah yangtertimpa bala sehingga aku akan menghalaunya? Adakah..Adakah…sampai terbtnya fajar. (HR Ibnu Majah)

  1. Banyak berdoa kebaikan baik untuk diri sendiri, keluarga, umat Islam dan baik untuk kebaikan dunia ataupun akhirat.
  2. Malam Nisfu Syakban adalah salah satu dari lima malam yang tidak ditolak doa di dalamnya. Rasulullah SAW bersabda:

خَمْسُ لَيَالٍ لَا تُرَدُّ فِيهِنَّ الدُّعَاء؛ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَب، وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِن شَعْبَان، وَلَيْلَةُ الْجُمْعَة، وَلَيْلَةُ الْفِطْر، وَلَيْلَةُ النَّحْر

Ada lima malam yang tidak akan ditolak doa yang dipanjatkan di dalamnya:  Malam pertama Bulan Rajab, Malam Nisfu Syakban, Malam Jumat, malam Idul Fitri dan malam Idul Adha. (HR Ibnu Asakir)

Oleh sebab itu pada malam ini, para salaf sholeh membuat satu amalan yaitu membaca surat Yasin sebanyak 3 kali. Pertama, dengan niat panjang umur dalam ketaatan kepada Allah SWT.

Kedua, agar dijauhkan dari segala malapetaka dan penyakit serta kelapangan rizqi.

Ketiga, niat husnul khatimah dan kaya hati (dia tidak bergantung diri pada manusia).

 

Setiap selesai membaca surat Yasin dilanjutkan membaca do`a berikut :

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اللّهُمَّ يَاذَا الْمَنِّ وَلاَيُمَنُّ عَلَيْك. يَاذَا الْجَلاَلِ وَالْإِكْرَامِ. يَاذَا الطَّوْلِ والْإِنْعَامِ, لاَإِلهَ إِلاَّ أَنْتَ ظَهْرَ اللاَّجِئيْن, وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِيْن, وَمَأْمَنَ الْخَائِفِيْن. اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُوْمًا أَوْ مُقَتَّرًا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ فَامْحُ مِنْ أُمِّ الْكِتَابِ شَقَاوَتِيْ وَحِرْمَانِيْ وَتَقْتِيْرِ رِزْقِيْ وَأَثْبِتْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ الْمُنْزَل, عَلَى نَبِيِّكَ الْمُرْسَل {يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ} إِلهِيْ بِالتَّجَلِّي الْأَعْظَم, فِيْ لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ الْمُكَرَّم, الَّتِيْ يُفْرَقُ فِيْهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيْمٍ وَيُبْرَم, اكْشِفْ عَنِّيْ مِنَ الْبَلاَءِ مَا أَعْلَم, وَمَا لاَ أَعْلَم, وَاغْفِرْ لِيْ مَا أَنْتَ بِهِ أَعْلَم. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنْ أَعْظَمِ عِبَادِكَ حَظًّا وَنَصِيْبًا فِيْ كُلِّ شَيْئٍ قَسَمْتَهُ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ نُوْرٍ تَهْدِيْ بِهِ, أَوْ رَحْمَةٍ تَنْشُرُهَا, أَوْ رِزْقٍ تَبْسُطُهُ, أَوْ فَضْلٍ تُقَسِّمُهُ عَلَى عِبَادِكَ الْمُؤْمِنِيْنَ, يَاللهُ, يَاللهُ, لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ. اللَّهُمَّ هَبْ لِيْ قَلْبًا تَقِيًّا نَقِيًّا, مِنَالشِّرْكِ بَرِيًّا, لاَ كَافِرًا وَلاَ شَقِيًّا, وَقَلْبًا سَلِيْمًا خَاشِعًا ضَارِعًا. اللَّهُمَّ امْلَأْ قَلْبِيْ بِنُوْرِكَ وَأَنْوَارِ مُشَاهَدَتِكَ, وَجَمَالِكَ وَكَمَالِكَ وَمَحَبَّتِكَ, وَعِصْمَتِكَ وَقُدْرَتِكَ وَعِلْمِكَ, يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ, وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

  1. Menghindari hal-hal yang menghalangi ampunan Allah SWT di malam Nishfi Syakban. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لَيَطَّلِعُ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

Sesungguhnya Allah SWT bertajali di malam Nishfu Syakban dan mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang memendam kebencian. (HR Ibnu Majah)

Di dalam riwayat-riwayat lain disebutkan golongan-golongan lain yang terhalang dari pengampunan Allah SWT di mala mini yaitu: Tukang sihir, Dukun/peramal, pecandu minuman keras/narkoba, orang yang durhaka kepada orang tua, Pemungut pungutan liar, pembunuh, pemutus tali silaturahim, yang mengisbal pakaian (bagi lelaki) melebihi mata kaki karena sombong, pezina, pengadu domba, pembuat patung, yang curang dalam berdagang, ahli bidah, rafidhoh sebab ia menyimpan kebencian pada para sahabat Nabi SAW. Siapa yang memiliki satu di antaranya maka ia tidak aan mendapatkan ampunan di Malam Nishfu Syakban ini, kecuali jika ia bertaubat dengan sungguh-sungguh kepada Allah.

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.