Headline »

October 17, 2017 – 1:05 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Oleh: Sayyid Husein Ali Assegaf*
Pertanyaan seperti itu akhir-akhir ini sering muncul bahkan dari mereka yang mungkin tidak mengerti apa yg dinamakan ” dalil ”
Memang betul , bahwa seseorang berhak menanyakan dalil atau …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline, Majelis Ifta'

HUKUM MENJUAL BUAH YANG ADA DI POHON

Submitted by on May 2, 2017 – 11:40 am

Menjual buah yang ada di pohon

pohon-iman-e1451360745766

Pertanyaan:

Mau tanya, hukum jual beli seperti contoh, ada orang membeli buah mangga yang masih ada di pohon, dan pembeli itu sebelumnya sudah meneliti banyaknya buah dari bawah pohon. dan terjadi negosiasi.halalkah yg demikian itu ustad,,
mohon penjelasannya

Jawaban:

 

Hukum menjual  buah yang ada di pohon itu dirinci sebagai berikut

  1. Jika sudah muncul tanda kematangan (buduwisholah) dalam buah, seperti mulai berubah warna bagi buah yang berwarna, atau mulai manis bagi buah yang rasanya manis. Maka hukum menjualnya adalah boleh dan sah baik dengan syarat langsung diambil dari pohon atau dibiarkan di pohon.
  2. Jika buahnya belum Nampak tanda kematangan, Maka diperinci lagi.
    a. Jika buah tersebut dapat dimanfaatkan mentahnya maka sah namun dengan syarat langsung diambil dan tidak dibiarkan di pohon
    b. Jika buah tersebut tidak dapat dimanfaatkan mentahnya maka tidak sah karena syarat jual beli adalah barangnya harus memiliki manfaat

Referensi:

 

السراج الوهاج (ص: 199)

فصل في بيان بيع الثمر والزرع   يجوز بيع الثمر بعد بدو   أي ظهور   صلاحه مطلقا وبشرط قطعه وبشرط إبقائه   وفي الاطلاق وشرط الابقاء يبقى إلى أوان الجداد  وقبل الصلاح ان بيع منفردا عن الشجر لا يجوز إلا بشرط القطع وأن يكون المقطوع منتفعا به   كحصرم فلا يجوز فيما لا ينتفع به شرط القطع أم لا ولا فيما ينتفع به ولم يشرط القطع حالا   لا ككمثرى   فإنه لا ينتفع بها قبل بدو صلاحها وشرط المبيع كما تقدم أن ينتفع به

روضة الطالبين (3/  555)

  فرع يحصل بدو الصلاح بظهور النضج ومبادىء الحلاوة وزوال العفوصة أو  يتلون بأن يحمر أو يصفر أو يسود وهذه الأوصاف وإن عرف بها بدو الصلاح فليس واحد منها شرطا فيه لأن القثاء لا يتصور فيه شىء منها بل يستطاب أكله صغيرا وكبيرا

 

Tags:

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.