Headline »

May 23, 2017 – 3:08 pm | Edit Post

Share this on WhatsApp
Oleh : Ali Muhammad Baagil, Alumni Fakultas Al Quran Sunniyah Salafiyyah Pasuruan
Perintah puasa ramadhan diturunkan oleh Allah swt pada bulan sya’ban tahun kedua hijriyah, namun puasa bukanlah hal baru bagi umat islam …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Uncategorized

PANDANGAN PARA ULAMA TENTANG TASAWUF

Submitted by on April 29, 2017 – 4:28 am

tasawuf-ilustrasi-_140211115944-982

Melihat mulianya ilmu tasawuf, tidak heran jika banyak ulama memuji dan bahkan mempelajari serta menerapkan pada kehidupannya. Imam Abu Hanifah merupakan murid dari Imam Jakfar ash Shadiq yang tidak diragukan termasuk tokoh dan rujukan kaum sufi. Imam Abu Hanifah pernah berkata, “Jika tidak karena dua tahun, Nu`man (Abu Hanifah) pasti celaka.” Ini karena dalam dua tahun tersebut beliau mempelajari ilmu spiritual kepada Imam Jakfar ash-Shadiq sehingga ia dapat mengetahui kebenaran.

Imam Malik memiliki pameo yang sangat terkenal di kalangan ulama, “Siapa yang mempelajari fiqih tanpa bertasawuf maka ia akan menjadi fasik. Siapa yang bertasawuf tanpa mempelajari fiqih ia akan menjadi zindiq (sesat) dan siapa yang mengumpulkan keduanya ia akan mendapatkan hakikat kebenaran.”

Ucapan yang memotivasi untuk tidak hanya mempelajari ilmu hukum saja namun juga harus dibarengi dengan bertasawuf (berakhlak).

Senada dengan ini perkataan Imam Syafii dalam diwannya, “Jadilah seorang ahli fiqih yang sufi dan jangan engkau menjadi salah satunya. Sungguh dengan hak Allah aku menasihatimu. Sebab seorang faqih saja (tanpa tasawuf) hatinya keras dan tidak dapat merasakan nikmatnya takwa. Sedangkan sufi saja (tanpa fiqih) ia sangat bodoh, orang bodoh tidak akan menjadi baik.”

Fiqih dan tasawuf merupakan dua hal yang tidak terpisahkan. Seorang yang hanya menjadi sufi namun tidak mempelajari fiqih ia akan menjadi sangat bodoh. Ucapan Imam Syafii ini adalah penjelasan dari ucapan beliau lainnya yang sering dijadikan senjata kaum pembenci tasawuf, yaitu :

“Jika seorang bertasawuf di pagi hari maka tidaklah datang waktu dzuhur kecuali engkau mendapatinya sebagai orang dungu.”

Atau perkataannya :

“Seorang sufi tidak menjadi sufi hingga ada pada dirinya terkumpul empat perkara, malas, suka makan, suka tidur dan berlebih-lebihan.”

Celaan Imam Syafii ini hanya ditujukan bagi mereka yang hanya bertasawuf tanpa mempelajari ilmu lainnya. Atau sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Al Baihaqi, ditujukan bagi sufi gadungan yang memiliki sifat seperti itu. Adapun para sufi yang murni kesufiannya yang bertawakal dan berlandaskan syariat dalam beribadah kepada Allah dan bermuamalah kepada makhluk, Imam Syafii menyanjung tinggi mereka dan mengambil ilmu dari mereka. Diriwayatkan oleh al-Baihaqi bahwa Imam Syafii pernah berkata, “Aku telah bersahabat dengan para sufi selama sepuluh tahun, aku tidak memperoleh dari mereka kecuali dua kalimat ini,”Waktu adalah pedang” dan “Termasuk kemaksuman (penjagaan), engkau tidak mampu” (Maksudnya ketidakmampuan itu terkadang menjaga kita dari perbuatan dosa).

Bahkan al Ajluni dalam kasyful khofa menukilkan perkataan Imam Syafii,“Aku mencintai tiga hal dari dunia kalian: meninggalkan sikap berlebihan, berlaku lemah-lembut dalam bergaul dengan makhluk, dan mengikuti jalan sufi”

Imam Ahmad bin Hanbal sebelum mengenal kaum sufi menasihati putranya untuk tidak bergaul dengan kaum sufi karena mengira mereka adalah kaum yang bodoh namun setelah beliau bersahabat dengan Abu Hamzah al Baghdadi yang sufi ia menasihati anaknya, “Wahai anakku, hendaknya kamu bergaul dengan kaum ini (sufi) sebab mereka  melebihi kita dengan banyaknya ilmu, muroqobah (merasa diawasi Allah), takut, zuhud, dan semangat tinggi”

Beliau juga berkata, “Aku tidak mengetahui kaum yang lebih utama daripada mereka (kaum sufi).” Seorang mengatakan , “Tapi Mereka mendengarkan syair dan terlarut di dalamnya.” Imam Ahmad berkata, “Biarkan mereka bersenang-senang bersama Allah beberapa saat.”

Masih banyak perkataan ulama dalam memuji tasawuf yang tidak mungkin kami sebut semua di sini.

Dewasa ini banyak kaum muslim memiliki persepsi salah mengenai tasawuf, tasawuf dianggap sebagai ajaran untuk bisa terbang di udara, berjalan di atas air, kebal senjata dan lainnya. Semua hal itu bukanlah bagian dari tasawuf, tasawuf hanya membahas masalah akhlak, yaitu jalan untuk membersihkan hati dari sifat tercela dan mengisinya dengan sifat mulia. Semua ajaran tasawuf bersumber dari al-Quran dan Hadits. Apabila ada sesuatu yang dinisbatkan kepada tasawuf namun bertentangan dengan syariat maka ia bukanlah bagian dari tasawuf. Imam Syuyuthi menegaskan, “Aku tidak mendapati seorang sufi hakiki berkata dengan satu pun dari hal yang melanggar syariat. Yang mengatakannya hanyalah pelaku bidah yang melampaui batas dan mengaku sebagai sufi padahal bukan.” Sufi sejati adalah yang menjaga syariat Allah,  Betapa benarnya ucapan Abu Yazid al-Busthami, “Jika kamu melihat seseorang yang bisa terbang di udara, maka janganlah tertipu sehingga kamu dapat menilai kesungguhannya dalam melaksanakan perintah dan larangan Allah, dalam menjaga batas-batas hukum Allah, dan dalam melaksanakan syariat Allah.” Itulah jalan tasawuf yang sesungguhnya, Jalan al-Quran dan Sunah, Jalan ahlu sunah wal jamaah.

Dzorif, dari berbagai sumber

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.