Headline »

December 11, 2017 – 3:06 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Pada masa ini banyak wanita keluar untuk menghadiri pengajian, majelis dzikir, shalat berjamaah, ziarah atau Shalat Ied. Bisa dikatakan wanita lebih rajin mengikuti majelis taklim dari pada pria. Fenomena ini memang menggembirakan …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline, Kalam Salaf

KEAGUNGAN BULAN SYAKBAN

Submitted by on April 27, 2017 – 12:26 pm

syakban

Berikut ini Intisari tulisan Habib Salim As Syathiri dalam menyambut Syakban beberapa tahun lalu:

Telah datang bula Syakban yang agung. Dan telah berlalu bulan Rajab salah satu dari asyhuril hurum. Syakban adalah bulan yang diagungkan dan disucikan, yang dikhususkan oleh Allah dengan beberapa keistimewaan. Di antaranya bahwa bulan ini adalah bulan yang dinisbatkan kepada Rasulullah SAW sebagaimana datang dalam hadits bahwa Nabi SAW bersabda:

(رجب شهر الله وشعبان شهري ورمضان شهر أمتي)

Rojab adalah Bulan Allah, Syakban adalah bulanku dan Romadhon adlaah bulan umatku

Sebab dinisbatkannya bulan ini kepada Nabi karena di dalam bulan inilah turun ayat:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS al Ahzab: 56)

Di antara kekhususan bulan Syakban juga adalah bahwa ini adalah bulan yang sering dipuasai oleh Nabi SAW. Dalam shahih Bukhari disebutkan bahwa Sayidah Aisyah mengatakan:

 (كان رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم يصوم حتى نقول لا يفطر ويفطر حتى نقول لا يصوم ، وما رأيته استكمل صيام شهر قط إلا رمضان ، وما رأيت في شهر أكثر صياماً منه في شهر شعبان

Rasulullah SAW kadang terus berpuassa sehingga kami mengira ia tidak akan pernah berbuka. Dan kadang beliau selalu tidak berpuasa sampai kami mengira ia tidak akan berpuasa. Aku tidak pernah melihat Nabi SAW berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan. Dan aku tidak pernah melihat nabi lebih sering berpuasa kecuali di bulan Syakban. (HR Bukhari)

Dalam bulan Syakban juga terdapat malam nisfu Syakban, malam kelima belas bulan Syakban. Pada malam inilah terjadi mukjizat Nabi SAW yang sangat luar biasa, yaitu terbelahnya bulan. Allah SWT berfirman:

اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانشَقَّ الْقَمَرُ . وَإِن يَرَوْا آيَةً يُعْرِضُوا وَيَقُولُوا سِحْرٌ مُّسْتَمِرٌّ

Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan.  Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus” (QS al-Qomar: 1-2)

Imam Dahrowi di dalam sirahnya mengatakan bahwa telah ditemukan batu bertulis di Cina yang isi tulisannya adalah:

 (كتب هذا في ليلة انشق فيه القمر ولا أدري لماذا انشق)

Ini ditulis di malam terbelahnya bulan dan aku tidak tahu kenapa bulan terbelah

Ini karena pembelahan bulan terjadi sebelum sampainya Islam kepada mereka. Para ulama sejarah mengatakan bahwa orang kafir Quraish berkehendak untuk menunjukkan kelemahan Nabi SAW, maka mereka mmeinta banyak hal di antaranya adalah mereka meminta Nabi SAW untuk membelah bulan. Nabi SAW pun memohon kepada Allah SWT, dan terbelahlah bulan di malam Nisfu Syakban menjadi dua bagian. Satu ditempatnya dan satu di atas gunung Abu Qubais, kemudian kembali menyatu. Nabi SAW bersabda kepada mereka:

اشْهَدُوا

Saksikanlah. (HR Bukhari)

Dikatakan bahwa orang-orang yang sampai ke bulan, mereka melihat bekas terbelahnya bulan terdapat di sana sampai saat ini.

Termasuk kekhsuusan bulan SYakban juga adalah malam Nishfu Syakban. Malam ini dianggap sebagai malam yang terutama dan suci. Sebagian ahli tafsir mengatakan bahwa malam inilah yang dimaksud dengan malam yang penuh berkah di dalam ayat:

{حم . وَالْكِتَابِ الْمُبِينِ . إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ}[الدخان: 1-3]

1Haa miim.  Demi Kitab (Al Quran) yang menjelaskan. sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. (QS ad-Dukhon: 1-3)

Mayoritas ulama mengatakan bahwa maksudnya adalah malam lailatul Qodar, tapi ada sebagian ulama yang mengatakan itu adalah malam Nisfu Syakban. Wal hasil kedua malam itu adalah malam utama yang diberkahi.

Termasuk keistimewaan agung malam yang suci ini adalah bahwa Allah SWT bertajalli kepasa semua penghuni bumi dna mengampuni semua orang beriman kecuali empat golongan:

 (مدمن الخمر وعاق الوالدين وأصحاب الشحناء وكل مشرك ومشركة)

Peminum khamr, orang yang durhaka pada orang tua, orang yang menyimpan dengki dan semua orang musyrik

Ada yang mengatakan 14 golongan yang diharamkan dari ampunan di malam Nisfu Syakban. Empat golongan di atas ditambah pezina dan homoseks serta golongan lain, semoga Allah melindungi kita semua darinya.

Maka sudah semestinya kita berusaha sungguh-sungguh agar tidak termasuk dalam golongan-golongan itu. Khususnya golongan orang yang memutus silaturahim, karena itu juga termasuk golingan yang diharamkan dari ampunan di malam nishfu Syakban.

Termasuk kekhususan bulan Syakban adalah bahwa pada bulan yang diberkahi ini diharamkan untuk berpuasa di separuh terakhir Bulan Syakban (mulai tanggal 16 Syakban). Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ فَلَا تَصُومُوا

Jika sudah berlalu separuh Bulan Syakban, maka jangan kalian berpuasa. (HR Abu Dawud)

Maka hati-hati, jangan anda berpuasa di separuh akhir Bulan Syakban tanpa sebab, sebab yang akan anda dapatkan adalah dosa bukan pahala. Hanya ada tiga sebab untuk membolehkan puasa di separuh terakhir Bulan Syakban:

Pertama, orang yang memiliki hutang puasa pada Bulan Ramadhan yang lalu. Ia wajib segera mengqodho puasanya sebelum datang Ramdahan yang baru. Hendaknay ini diperhatikan terutama oleh kaum hawa.

Kedua, orang yang memiliki kebiasaan puasa pada hari-hari tertentu seperti Puasa Senin-Kamis misalnya. Ia boleh melakukannya di pertengahan akhir Bulan Syakban.

Dan Ketiga, orang yang menyambung puasa pertengahan akhir Syakban dengan berpuasa sebelumya di separuh pertama bulan Syakban.

Wal hasil, hedaknya kita sambut Bulan Syakban yang penuh berkah dan agung ini dengan semangat dan sunggug-sungguh untuk mempersiapkan Bulan Ramadhan.

Semoga Allah SWT memberkahi kita di bulan Rajab dan Syakban dan menyampaikan kita kepada Bulan Ramadhan. Dan memberkan kita kekuatan untuk berpuasa dan memakmurkannya dengan berbagai ibadah yang dapat mendekatkan kita kepada Allah. Aamiin ya robbal Alamiin

 

Tags:

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.