Headline »

August 18, 2017 – 9:16 am | Edit Post

Share this on WhatsAppPesan Kemerdekaan yang disampaikan oleh Al – Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf dalam upacara hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72 di lingkungan Pondok Pesantren Sunniyah Salafiyah – Pasuruan
Kamis, 17 Agustus 2017 …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline, Kalam Salaf

KITAB-KITAB TERLARANG

Submitted by on April 15, 2017 – 4:45 am

futuhatul makiyah

 

Penuntut ilmu harus hati-hati, jangan sembarangan membaca kitab sebab sebagian kitab justru dapat menjerumuskannya pada pandangan keliru. Kitab-kitab filsafat dan permasalahan-permasalahan teologi yang rumit sebaiknya dihindari agar kita selamat dari pemahaman keliru yang menyebabkan kita melenceng dari akidah ahlu sunnah wal jamaah, atau bahkan melenceng dari akidah islam naudzu billahi min dzalik.

Kitab yang dilarang salaf

Di antara kitab-kitab yang dilarang sebagaimana dikatakan oleh Habib Abdullah al Haddad adalah kitab-kitab Syaikh Ibnu Arobiy, kitab Mi`raj karya Imam Ghazali dan kitab Madhnun karya Imam Ghazali juga. Di antaranya pula adalah kitab-kitab karya Syaikh Abdul Karim al Jiliy (cicit Syaikh Abdul Qodir al Jailani). Kitab-kita ini tidak seharusnya dibaca oleh pelajar karena isi kandungannya yang sangat rumit dan dapat menjerumuskan. Jangan beralasan kita ambil yang dapat difahami dan tinggalkan yang tidak dapat difahami, sebab yang difahami itulah yang dikhawatirkan kelirunya.

Al Habib Idrus bin Umar menceritakan: “Diriwayatkan bahwa Sayidina Abdullah Alaydrus pernah melihat di tangan putranya Abu Bakar Al Adani satu bagian dari kitab Futuhatul Makkiyah karya Ibnu Arobiy. Beliau pun menegur putranya dan memperingatkannya agar tidak membaca kitab itu.”

Dalam Tatsbitul Fuad dari Imam Abdullah bin Alwi al Haddad beliau mengatakan: “Selayaknya agar tidak memulai mempelajari kitab-kitab Asyaziliyah sebelum mempelajari kitab lain terlebih dahulu dan menguasainya seperti kitab-kitab Imam Ghazali. Kemudian setelah itu barulah mempelajari kitab-kitab Syaziliyah untuk diambil faidahnya. Jika ia memulai dengan kitab-kitab Syaziliyah maka ia akan menjadi orang yang berargumentasi dengan takdir sehingga ia menjadi seperti daging di atas kayu, (Tidak akan menjadi matang).”

Beliau juga mengatakan: “Dua ilmu yang kami tidak merasa aman bagi pelajar di  zaman ini atasnya, ilmu hakikat dan ilmu perselisihan antara para imam. Kami memiliki banyak kitab mengenai keduanya namun kami tidak menampakkannya.”

Perselisihan sahabat

Termasuk yang semestinya dihindari adalah kitab-kitab yang membahas perselisihan para sahabat. Habib Abdullah al Haddad mengatakan: “Hendaknya manusia tidak mendalami kitab-kitab yang di dalamnya disebutkan peperangan Sayidina Ali seperti perang Jamal, Shifin dan lainnya. Itu dapat menyulut emosi.”

Beliau juga berkata, “Kami tidak mempelajari sedikit pun tentang pertikaian para sahabat kecuali ketika sampainya faham Zaidiyah (pecahan Syiah) ke Hadramaut. Maka kami mempelajari sebagian yang dibutuhkan. Adapun mendalaminya, itu pasti akan menyibukan hati dan menjerumuskannya ke dalam kesesatan.”

Habib Ahmad bin Hasan Alathas mengatakan: “Sesungguhnya salaf ra melarang mempelajari tentang pertikaian sahabat ra terutama Umawiy dan Hasyimi. Telah sampai pada kami dari sebagian mereka, bahwa jika dalam suatu kitab ada pembahasan mengenai itu, maka mereka mengatakan kepada pembacanya, “Lewati itu! Bacalah untuk dirimu sendiri.”

Habib Abdullah al Haddad mengatakan, “Seandainya saja penulis “Masyra” tidak menyebutkan kisah pembunuhan Husain.” Semua ini karena mereka takut hatinya berubah dan condong kepada keyakinan keliru yang tidak pantas diyakini. Cukuplah ucapan pengarang Zubad:

وما جرى بين الصحاب نسكت ***عنه وأجر الاجتهاد نثبت

Apa yang terjadi di antara sahabat kami diam, dan pahala ijtihad kami tetapkan untuknya

KITAB-KITAB TAUHID

Para salaf juga tidak menyukai kitab-kitab Tauhid yang menyebutkan pembahasan-pembahasan mendetail dan masalah-masalah kalam. Habib Abdullah bin Alwi al Haddad pernah mengatakan bahwa membaca “as Sanusiyah” dan “Ummul Barohin” adalah haram,  ini adalah bagi orang yang tidak memiliki ilmu cukup karena takut condong pada kesesatan.

Imam Idrus bin Umar al Habsyi mengatakan: Sesungguhnya para salaf kita tidak menyukai menyibukan diri dengan membahas Ilmu Akidah. Banyak meneliti masalah-maslaah fan ini dikhawatirkan menimbulkan keraguan, dan membuatnya tahu masalah-masalah akidah yang menyimpang.  Yang semisal ini, lebih baik dijauhi. Sudah cukup bagi manusia untuk mengetahui kitab-kitab yang ringkas saja mengenai fan ini seperti akidah Imam Ghazali dan lainnya.”

Disarikan dari Manhajus Sawi

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.