Headline »

August 15, 2017 – 11:58 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Memberikan nama boleh dilakukan kapan saja, tetapi sunahnya dilakukan pada hari ke tujuh dari kelahiran berbarengan dengan akikah dan pemotongan rambut bayi. Sahabat Amar bin Syuaib ra berkata:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline

HUKUM MENSHALATI JENAZAH PENDUKUNG NON MUSLIM

Submitted by on March 24, 2017 – 12:46 pm

MENSHALATI PENDUKUNG NON MUSLIM

Oleh: Ustadz Kholid bin Hasan Madihij, Nguling
Alumni` Ma`had Sunniyah Salafiyah, Pasuruan

Pertanyaan:

Bagaimana hukum menshalati para pendukung calon gubernur non muslim yang meninggal dunia ?

Jawaban :
Condong kepada non muslim, mendukung mereka karena sebab hubungan persaudaraan atau sebab cinta dan termasuk pula memilih pemimpin non muslim, jika dilakukan dengan keyakinan bahwa agama orang kafir itu adalah batil tidak menjadikan kufur pelakunya. Tetapi yang demikian itu dilarang dalam agama Islam, sebab yang demikian itu dapat menarik orang mukmin untuk menganggap baik keberadaan hidup non muslim itu atau rela dengan agama orang kafir tersebut.

Sedangkan orang yang mendukung atau mencintai mereka dengan disertai perasaan rela terhadap agama mereka, ia telah terjatuh dalam kekufuran. Apabila kekufuran ini ia bawa sampai akhir hayat, maka ia meninggal dalam keadaan kafir. Orang yang mengetahui kekufurannya tidak boleh menshalatkannya.

Selama tidak ada perasaan rela dengan agama lain, maka menshalati jenazahnya tetap wajib hukumnya. Sebab mereka tetap berstatus muslim meski pun tidak mematuhi larangan memilih pemimpin non muslim. Jadi jenazahnya tetap wajib diurus, sebagaimana muslim lainnya. Selama mereka masih terlihat sebagai orang muslim kita tidak boleh menganggap mereka kafir meski selalu berbuat maksiat dan bid’ah.

Sedangkan anggapan sebagian orang bahwa mereka tergolong sebagai orang munafiq hanya bisa diarahkan dalam ranah lughowi semata, sebab yang dimaksud munafiq yang dilarang dishalati adalah munafiq hakiki alias muslim dzohiron namun kafir bathinan dan ini hanya diketahui oleh nabi saja, karena kaitannya adalah hati sedangkan kita menghukumi secara dzohir.

Mengenai riwayat bahwa sayyidina Umar tidak menshalati orang munafiq, hal itu beliau lakukan dengan petunjuk sahabat Hudzaifah yang diberitahu langsung oleh Nabi SAW tentang siapa saja orang munafiq yang ada di zaman itu, sehingga hal ini tidak bisa diterapkan untuk zaman sekarang.

Kesimpulannya adalah:

Terkait menshalati orang yang memilih Pemimpin Non Muslim hukumnya di Tafshil sebagaimana berikut :

• Apabila pemilih calon pemimpin Non Muslim tersebut rela dengan agama non muslim itu, maka ia telah berstatus kafir. Sehingga jika ia meninggal dalam kekufurannya itu,maka ia tidak boleh dishalatkan.

• Apabila ia tidak meridhoi agama non muslim itu, maka ia tetap wajib dishalati, namun ia telah berdosa karena telah melanggar aturan agama.

• Bagi para kiai atau ulama sebaiknya tidak menshalatkan pelaku dosa besar atau orang yang terang-terangan berbuat maksiat. Namun demikian melarang menyalati orang yang masih dalam Islam hukumnya haram, walaupun orang tersebut pelaku dosa besar. Kecuali jika di sana sudah ada orang Islam yang mengurusnya.

Pages: 1 2

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.