Headline »

May 23, 2017 – 3:08 pm | Edit Post

Share this on WhatsApp
Oleh : Ali Muhammad Baagil, Alumni Fakultas Al Quran Sunniyah Salafiyyah Pasuruan
Perintah puasa ramadhan diturunkan oleh Allah swt pada bulan sya’ban tahun kedua hijriyah, namun puasa bukanlah hal baru bagi umat islam …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline

ISLAM (BUKAN) AGAMA PERANG

Submitted by on March 18, 2017 – 12:48 am

 

Peace-and-Justice-in-Islam

Oleh : Ali Muhammad Baagil*

Islam semenjak zaman nabi-nabi terdahulu selalu diserang, terkadang diserang fisiknya yaitu dengan memerangi, menyakiti, menganggu kaum muslimin terkadang diserang dengan ucapan-ucapan atau fitnah fitnah yang diarahkan kepada kaum muslimin atau islam itu sendiri, diantaranya adalah ucapan mereka ”  islam disebarkan dengan peperangan dan kekerasan ”

Seandainya mereka mau membaca buku-buku sejarah yang obyektif dan jauh dari fanatisme pengarangnya maka akan didapatkan bahwa tuduhan tuduhan yg disebutkan adalah tidak benar adanya

Syekh Dr Ali Jumah dalam kitabnya sayyidina muhammad SAW Rasulillah ilal alamin, beliau memaparkan data-data tentang penyebaran islam sejak zaman nabi saw

Selama memimpin negara islam nabi saw mendapatkan kewajiban berperang sebanyak 82 kali; 60 kali tidak sampai meletus menjadi peperangan dan 5 kali agresi tidak sampai menewaskan orang orang di luar islam. Adapun jumlah orang yang terbunuh dari kedua belah pihak adalah 1004 orang; 252 orang dari kaum muslimin gugur sebagai syahid dan selebihnya adalah dari golongan musyrikin.

Apakah karena angka diatas membuat orang menjadi takut dengan islam dan akhirnya mereka memeluk islam ? Tidak, sekali-kali tidak demikian

Fakta sejarah penyebaran islam diluar jazirah arab-pun menunjukkan bahwa islam tidak tersebar dengan peperangan

Berikut ini adalah statistik penyebaran islam diluar jazirah arab :

Pada abad pertama hijrah :

Di persia ( iran ) jumlah muslimin ada 5%, di irak ada 3% di suriah ada 2 % di mesir ada 2 % dan di andalusia ( spanyol ) kurang dari 1 %

Adapun tahun-tahun disaat jumlah orang islam hampir 25%  dari jumlah penduduk adalah sebagai berikut :

Iran pada tahun 185 H, Irak pada tahun 225 H, Suriah pada tahun 275 H, Mesir pada tahun 275 H dan andalusia pada tahun 295 H.

Tahun-tahub saat jumlah orang islam mencapai 50% dari jumlah penduduk adalah sebagai berikut :

Iran pada tahun 235 H, Irak pada tahun 280 H, Suriah pada tahun 330 H, Medir pada tahun 330 H, dan Andalusia pada tahun 355 H.

Tahun-tahun saat jumlah orang islam mencapai 75% dari jumlah penduduk adalah sebagai berikut :

Iran pada tahun 280 H, Irak pada tahun 320 H, Suriah pada tahun 385 H, Mesir pada tahun 385 H, dan Andalusia pada tahun 400 H

Kiranya paparan statistik diatas sudah cukum membantah anggapan atau tuduhan bahwa islam baik di jazirah arab atau di luar jazirah arab tidak pernah disebarkan dengan pedang, jika saja islam memaksakan orang untuk memeluk islam dengan pedang maka hampir dipastikan negara-negara yang ditahlukkan oleh kaum muslimin seluruh pendudukanya akan masuk islam seketika ketika negaranya dikuasai tapi fakta sejarah berkata tidak, islam mulai dianut disuatu negeri dengan berangsur dari tahun ke tahun dengan tanpa pemaksaan

Hal ini adalah yang disepakati baik oleh kalangan ulama-ulama muslimin begitu juga para orientalis barat seperti Gustave Le Bon dalam bukunya La civilization des arabes yang kemudian diterjemahkan dalam bahasa arab dengan judul Hadaratul Arab, Le bon mengatakan :

وقد أثبت التاريخ أن الأديان لا تَُفرض بالقوة ولم ينتشر القرآن بالسيف إذن، بل انتشر بالدعوة وحدها، وبالدعوة وحدها اعتنقته الشعوب التي قهرت العرب مؤخرا كالترك والمغول، وبلغ القرآن من الانتشار في الهند، التي لم يكن العرب فيها غير عابري سبيل، ما زاد معه عدد مسلمين على خمسين مليون

Dan sejarah telah menegaskan bahwasannya agama tidak mengharusnya penyebarannya dengan kekuatan, begitu juga Al Quran tidak tersebar dengan pedang, melainkan semata mata dengan berdakwah, dan dengan dakwah itu pula beberapa bangsa yang telah ditaklukkan oleh pasukan arab seperti Turki dan Mongol, penyebaran Al Quran sampai juga di india yang mana tidak ada orang arab disana kecuali sekedar lewat saja dan penduduk muslim disana tidak lebih dari 50 juta jiwa.

Sepakat dengan itu, Dr Nabil Luga bibawi yang menulis satu buku khusus membahas tentang penyebaran islam dengan judul ” Intisyarul islam bi haddi saif, baina Al Haqiqah wal iftira’ ” kitab ini telah mendapat rekomendasi dari Al Azhar untuk dibaca

Dr Nabi satu dari banyak ilmuwan nasrani yang memiliki jalan berpikir lurus jauh dari fanatisme golongan sehingga dapat menilai persoalan dengan obyektif dengan mengedepankan fakta -fakta yang ada

Terakhir, penyebaran islam jauh dari tuduhan-tuduhan yang disebutkan selaras dengan firman Allah SWT :
لا اكراه في الدين

Tidak ada pemaksaan dalam agama

Fakta – fakta yang telah disebutkan diatas tidak terbantahkan, belum lagi jika melihat kepada sejarah penyebaran islam di asia dan afrika, apakah islam masuk ke indonesia dengan perang ? Tentu saja tidak, lalu malaysia, brunei, india, pakistan, lalu negara-negara di afrika seperti Al Jazair, maroko dan lain lain, apakah islam masuk kesana dengan perang

Seorang sejarawan terkenal De Lacy O’Leary dalam bukunya “Islam At The Cross Road” (Halaman 8):

“Sejarah membuatnya jelas, bahwa legenda tentang Muslim fanatik yang melakukan kekerasan di seluruh dunia dan memaksa orang untuk masuk Islam dengan hunusan pedang ketika menaklukkan bangsa-bangsa lain adalah salah satu mitos yang paling fantastis dan tidak masuk akal yang seringkali diulang-ulang para sejarawan”

*ditulis dari beberapa sumber

*Penulis adalah Alumni Pondok pesantren Sunniyah Salafiyyah Pasuruan

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.