Headline »

December 13, 2017 – 2:00 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Di antara umat beliau SAW, ada yang susah-payah mendatangi telaga dalam keadaan kehausan, namun ketika mendekat, ia dihalau dari telaga dan tidak diizinkan untuk meminum setetes pun darinya. Merekalah orang-orang yang merugi.
Imam …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Konsultasi Umum, Majelis Ifta', Uncategorized

SEBAIKNYA KAMU TAHU “HUKUM SALAMAN DENGAN AJNABIY”

Submitted by on March 17, 2017 – 3:44 am One Comment

بسم الله الرحمن الرحيم
SEBAIKNYA KAMU TAHU
“JABAT TANGAN DENGAN AJNABI”

Assalamualaikum..
Yang terhormat Ustadz Gus Ajir Ubaidillah, perkenalkan nama saya Hena Sofiani dari Jakarta Timur. Saat ini saya duduk di kelas XII salah satu SMA di Jaktim. Saya rutin mengikuti postingan Gus di FP milik Gus Ajir, insya Allah sangat bermanfaat. Untuk kali ini ijinkan saya untuk memohon pencerahan serta nasihat dari Gus.
Jadi gini Gus, beberapa bulan yang lalu saya ikut taklim yang menerangkan tentang bahaya bersalaman dengan lawan jenis. Saya pun mencoba dan berusaha untuk mengamalkannya, Alhamdulillah sejauh ini masih terus mencoba.
Tapi gini Gus, terkadang kalau pas di sekolah atau kumpul bareng keluarga besar terus semua bersalaman itu rasanya serba salah banget. Pernah saya mencoba untuk tidak bersalaman tapi dampaknya dibilang macem-macem. Bahkan ada salah seorang guru yang menasihati saya untuk tetap bersalaman toh selama nggak nafsu nggak apa-apa kok.
Mohon pencerahan dan nasihatnya Gus. Semoga Ustadz Gus Ajir dan keluarga senantiasa mendapatkan kemudahand dan berkahan dalam semua urusan.
Wassalamu’alaikum
DARI : Hena Sofiani Jakarta Timur
HP : 0891XXXXXX
Pertanyaan serupa dari: Monalisa (Jambi), Ahmad Samiun (Jember)

Wa’alaikum salam Warohmatullah Wabarokatuh. Amiin Ya Robbal Alamiin, terima kasih doanya semoga Anda dan semua pembaca pun diberi kesehatan dan keberkahan umur.
Subhaanalloh, sungguh pertanyaan yang luar biasa. Zaman kayak gini ada remaja yang mau berfikir sampai ke sana itu sungguh amazing. Udah gitu manggilnya Ustadz Gus lagi,hehe, kalau yang ini sih bukan amazing tapi semacam pemborosan kata. Tapi tak apalah semoga menjadi doa tersendiri untuk saya agar suatu saat bener-bener dipantaskan jadi ustadz beneran, bukan ustadz jadi-jadian.

TENTANG JABAT TANGAN
Well, kita bahas dulu tentang salaman (berjabat tangan). Berjabat tangan memang sesuatu yang sangat dianjurkan dalam Agama Islam, banyak keterangan yang menjelaskan mengenai keutamaan berjabat-tangan. Diantaranya,

مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا.
“Ketika ada dua orang muslim yang bertemu kemudian mereka berjabat tangan maka dosa mereka diampuni sebelum mereka berpisah.” (HR Abu Dawud)(6)
So usahain tu untuk menjadikan ini sebagai rutinitas harian, baik dengan tetangga, teman, guru khususunya dengan kedua orang tua dan keluarga terdekat. Yah minimal kalau pas mau berangkat ataupun pulang bepergian, lebih hebat lagi kalau setiap bertemu kita mau bersalaman.

SALAMAN DENGAN AJNABIY?
Satu hal yang perlu difahami bersama, bahwa kesunnahan berjabat tangan itu memiliki koridor atau batasan. Di antaranya apa yang dijelaskan oleh RASULULLAH,

إِني لَا أُصَافِحُ النِّسَاءَ وَلَكِنْ سَأَخُذُ عَلَيْكُنَّ.
Artinya: “Sesungguhnya aku sama sekali tidak berjabat tangan dengan perempuan akan tetapi aku akan mengambil perjanjian dengan kalian,” (HR Turmudzi)(12)

Hal ini juga diperkuat dengan statement Sayyidah ‘Aisyah Rodiyaallou ‘anha,
وَاللَّهِ مَا مَسَّتْ يَدُهُ يَدَ امْرَأَةٍ قَطُّ فِي الْمُبَايَعَةِ وَمَا بَايَعَهُنَّ إِلَّا بِقَوْلِهِ.
“Demi Allah tangan RASULULLAH Shollallohu ‘alaihi wa sallam sama sekali tidak pernah menyentuh tangan perempuan dalam membaiat, beliau tidak membaiat mereka kecuali melalui ucapan saja ”(HR. Bukhori).

WARNING DARI NABI
Selain keterangan di atas, dalam beberapa hadits RASULULLAH juga memberikan warning keras untuk tidak menyentuh kulit lawan jenis yang bukan mahrom (ajnabiy). Di antaranya hadits berikut,

لَأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ أَحَدِكُمْ بـِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يـَمَسَّ امْرَأَةً لَا تـَحِلُّ لَهُ
Artinya : “Seandainya kepala salah seorang diantara kalian ditusuk dengan jarum yang terbuat dari besi niscaya hal itu masih lebih baik dari pada dia menyentuh perempuan yang tidak halal baginya.”. (HR. Ma’qil Bin Yassar dalam Faidhul Qodir).
Wah kebayang nggak tuh gimana rasanya ditusuk dengan jarum besi yang tajam?. Itupun masih lebih ringan dibanding dengan resiko jika kita menyentuh lawan jenis yang bukan mahrom. Ngeri bukan??
Tidak hanya itu, dalam hadits lain RASULULLAH juga mengingatkan kita,

مَنْ مَسَّ كَفَّ اِمْرَأَةٍ لَيْسَ مِنْهَا بِسَبِيْلٍ وُضِعَ عَلَى كَفِّهِ جَمْرَةٌ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ
Artinya: “Barang siapa menyentuh telapak tangan seorang perempuan yang tidak halal baginya maka akan ditaruh di tangannya bara api kelak di hari kiamat.”(Nasbun Royah Juz IV Hal.309)

PENDAPAT PARA ULAMA
Berdasarkan pada hadits-hadits dan referensi yang ada, mayoritas ulama sepakat akan ketidak bolehannya bersalaman/bersentuhan kulit dengan lawan jenis yang ajnabiy apalagi jika masih berpotensi menimbulkan ketertarikan. Keterangan mengenai hal ini bisa kita dengan mudah kita temukan di dalam referensi para ulama sholeh terhdahulu.

BISA TUH KARENA TERBIASA
Tidak bisa dipungkiri, memulai atau membiasakan untuk tidak bersalaman dengan ajnabiy bukanlah hal yang mudah karena tidak semua orang di sekitar kita memahami tentang hal ini. But, bukan berarti kita diam di tempat, pura-pura nggak tahu dan terus menerjang larangan ini. Awas lho, ancaman Nabi di atas tu serius banget! Lagian tidak bersalaman dengan ajabiy bukan berarti nggak menghargai mereka to?. Hormati serta perlakukan semua orang dengan sebaik mungkin tanpa harus menerjang larangan yang ada, itu baru keren.

Inget Bro, beragama ini bukan masalah enak nggak enak ataupun suka nggak suka, tapi tentang bagaimana kita mematuhi ajaran serta aturan yang ada secara totalitas walaupun harus banyak tantangan dan kesulitan. Bahkan bisa jadi semakin besar tantangan dan godaannya semakin besar pula pahala yang kita peroleh. BISMILLAH…

Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat bagi semua yang membacanya. Semoga ALLAH mengampuni semua dosa-dosa kita dan senantiasa menuntun kita untuk terus meperbaiki ibadah kita kepada-NYA dan muamalah dengan semua hamba-NYA sehingga keberuntungan dan kebahagiaan hakiki akan menjadi milik kita. Amiin Ya Robbal Alamin.

#inspirasiislam
#forsansalaf
#edukasi
#enhatv
#sunniyahsalafiyah
#tentangdakwahktia

One Comment »

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.