Headline »

October 21, 2017 – 1:12 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Pertanyaan:
Ustadz, Bagaimana Hukumnya orang yang jualan jangkrik ?
Ainul Yaqin
Jawaban:
Hukum Jual beli hewan diperinci sebagai berikut:

Apabila hewan itu bermanfaat (secara syariat), seperti unta, sapi, kambing, kuda dan lain-lain, maka sah jual belinya, karena …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline, Majelis Ifta'

MEMBAWA NAJIS DALAM SHALAT TANPA SADAR

Submitted by on March 15, 2017 – 6:50 am 2 Comments

sujud-dalam-sholat

Pertanyaan :

Bagaimana hukumnya apabila setelah shalat, ada barang najis di anggota tubuh kita. Apakah shalatnya wajib diulang?

Ismul Qolby

 

Jawaban :

Apabila seseorang melihat najis yang tidak dimaafkan setelah selesai shalat, baik najis itu ada pada badan, pakaian atau tempat shalatnya,  maka hukumnya dirinci sebagai berikut:

  1. Jika ada kemungkinan najis itu baru muncul setelah selesai shalat, maka tidak wajib baginya untuk mengulang shalatnya. Misalnya setengah jam setelah shalat baru ia melihat kotoran cicak di pakaiannya. Bisa jadi kotoran cicak itu baru ada setelah shalat, karena jarak antara selesai shalat dan melihat najis itu cukup lama yaitu setengah jam. Dalam keadaaan ini ia tidak wajib mengulangi shalatnya.
  2. Apabila tidak ada kemungkinan najis itu baru ada setelah shalat maka wajib baginya untuk mengulangi shalatnya. Misalnya selepas shalat ia langsung melihat kotorannya ada di pakaian, jika demikian maka ia wajib mengulangi shalatnya. Sebab sudah dapat dipastikan bahwa ia shalat dengan membawa najis tersebut.

Referensi:
أسنى مطالب (1ص 175)
وإذا عَلِمَ بَعْدَ الْفَرَاغِ من الصَّلَاةِ بِنَجَاسَةٍ غَيْرِ مَعْفُوٍّ عنها لَا يُمْكِنُ حُدُوثُهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ في بَدَنِهِ أو ثَوْبِهِ أو مَكَانِهِ أو خَرْقٍ لَا يُمْكِنُ حُدُوثُهُ بَعْدَهَا في ثَوْبِهِ السَّاتِرِ لِعَوْرَتِهِ أَعَادَ صَلَاتَهُ وُجُوبًا
كفاية الأخيار في حل غاية الاختصار (ص: 92)

(فرع) إِذا صلى بِنَجَاسَة لَا يُعْفَى عَنْهَا وَهُوَ جَاهِل بهَا حَال الصَّلَاة سَوَاء كَانَت فِي بدنه أَو ثَوْبه أَو مَوضِع صلَاته فَإِن لم يعلم بهَا أَلْبَتَّة فَقَوْلَانِ الْجَدِيد الْأَظْهر يجب عَلَيْهِ الْقَضَاء لِأَنَّهَا طَهَارَة وَاجِبَة فَلَا تسْقط بِالْجَهْلِ كطهارة الْحَدث وَالْقَدِيم أَنه لَا يجب وَنَقله ابْن الْمُنْذر عَن خلائق وَاخْتَارَهُ وَكَذَا النَّوَوِيّ اخْتَارَهُ فِي شرح الْمُهَذّب وَإِن علم بِالنَّجَاسَةِ ثمَّ نَسِيَهَا فطريقان

أَحدهمَا على الْقَوْلَيْنِ وَالْمذهب الْقطع بِوُجُوب الْقَضَاء لتَقْصِيره ثمَّ إِذا أَوجَبْنَا الْإِعَادَة فَيجب عَلَيْهِ إِعَادَة كل صَلَاة صلاهَا مَعَ النَّجَاسَة يَقِينا فَإِن احْتمل حدوثها بعد الصَّلَاة فَلَا شَيْء عَلَيْهِ لِأَن الأَصْل عدم وجدانها فِي ذَلِك الزَّمن وَلَو رأى شخصا يُرِيد الصَّلَاة وَفِي ثَوْبه نَجَاسَة وَالْمُصَلي لَا يعلم بهَا لزم الْعَالم إِعْلَامه بذلك لِأَن الْأَمر بِالْمَعْرُوفِ لَا يتَوَقَّف على الْعِصْيَان بل هُوَ لزوَال الْمفْسدَة قَالَه الشَّيْخ عز الدّين بن عبد السَّلَام وَهِي مَسْأَلَة حَسَنَة وَالله أعلم قَالَ

Tags:

2 Comments »

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.