Headline »

June 28, 2017 – 4:38 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Oleh: Ustadz Jakfar al Haddar Pasuruan
Siapakah orang kafir itu ? Dan siapakah yang memberi predikat kafir ?
Syarat untuk menjadi orang Islam adalah mengucapkan dua kalimat syahadat, persaksian tiada tuhan yang pantas disembah …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline, Rudud

SEKELUMIT TENTANG HAUL

Submitted by on March 12, 2017 – 8:43 am

IMG-20170311-WA0015

بسم الله الرحمن الرحيم

APA ITU HAUL?
Pembaca yang budiman, Haul adalah suatu istilah yang berasal dari bahasa Arab حَالَ يَحُوْلُ حَوْلاً yang berarti ‘berlalu satu tahun’.

Dari kata bahasa Arab inilah kemudian kaum muslimin terbiasa menamakan acara yang diadakan setiap tahun untuk mengenang tokoh-tokoh muslim yang berpengaruh dengan sebutan Haul.

Inti dari majelis Haul adalah menceritakan sekilas tentang kisah kehidupan (manaqib) dari tokoh yang bersangkutan agar kita mengerti kemudian tergerak untuk meneladaninya, sekaligus menjadikan momen itu untuk mendoakannya. Karena Haul ini biasanya dihadiri oleh banyak orang, maka sebagian ulama’ menjadikannya sebagai media dakwah yang efektif untuk memperkenalkan ajaran Islam kepada khalayak ramai.

Jadi boleh dikatakan bahwa mengadakan Haul sama artinya dengan mengumpulkan umat Islam untuk bersama-sama mendengarkan sejarah (sirah) tokoh-tokoh teladan sekaligus mendoakannya.

ADAKAH DALILNYA??
Yang perlu difahami terlebih dahulu, penamaan dan pelaksanaan tradisi Haul ini merupakan sebuah tradisi maka sejatinya RASULULULLAH tidak pernah menyebutkan secara eksplisit kata-kata Haul ini.

Akan tetapi jangan lupa bahwa ALLAH Subhaanahu wa ta’la berkali-kali menceritakan kisah orang-orang sholeh terdahulu seperti kisah Luqman Hakim, Sayyidah Maryam, Ashabul Kahfi dan sholihin lainnya.

Begitupun dalam hadits, RASULULLAH Shollallohu alaihi wa sallam banyak menceritakan sejarah orang-orang sholeh seperti Sayyidah Asiah istri Fir’aun, Juraij sang Rahib dari Bani Israil, dan kisah-kisah sholihin lainnya.

Para ulama’ sendiri, memberikan perhatian yang besar untuk mengisahkan keutamaan kaum solihin, baik dari kalangan umat terdahulu mau pun dari umat NABI MUHAMMAD Shollallohu alaihi wa sallam. Seorang ulama terkemuka bernama Imam Sufyan bin ‘Uyainah berkata:
عِنْدَ ذِكْرِ الصَّالِحِيْنَ تَتَنَزَّلُ الرَّحْمَةُ
“Ketika kaum solihin disebut, maka turunlah rahmat.” (lihat Kitab At-Tamhid Juz 17 Hal 429)

Oleh karena itu banyak disebutkan manaqib orang soleh seperti Sayyiduna Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman, ‘Ali, Fatimah Az Zahra, dan lain-lain radhiyallahu anhum. Yang diceritakan dalam riwayat-riwayat tersebut adalah keutamaan-keutamaan mereka, ibadah mereka dan terkadang karomah-karomah mereka.

Semua itu menunjukkan bahawa menceritakan kehidupan kaum solihin bukanlah sesuatu yang bertentangan, tetapi sangat dianjurkan dengan tujuan yang jelas, yaitu agar kita dapat mengambil pelajaran dari mereka. ALLAH Subhaanahu wa ta’la berfirman:

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ
“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.” (Surah Yusuf: 111)

ZIARAH TAHUNAN RASULULLAH
Termasuk dalil diperbolehkan Haul adalah apa yang dicontohkan oleh RASULULLAH, Abu Bakar, ‘Umar, dan ‘Utsman yang selalu mengenang para Syuhada’ Uhud dengan menziarahi kubur mereka pada setiap tahun. Imam At Thabary meriwayatkan:

كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَأْتِي قُبُوْرَ الشُّهَدَاءِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ حَوْلٍ فَيَقُوْلُ: “اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ”، وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ
“RASULULLAH selalu mendatangi kubur para syuhada’ di setiap awal tahun seraya berkata: “Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada kalian semua berkat kesabaran kalian, ini adalah sebaik-baiknya tempat kembali.” Begitu juga Abu Bakar, ‘Umar dan ‘Utsman pun melakukan hal yang sama. (HR Thabary).

Dalam Mushonnaf Abdur Razzaq juga disebutkan hal yang sama. Selain itu di dalam kitab Dalail An-Nubuwwah, Imam Baihaqi juga menceritakan bahwa para sahabat menziarahi Uhud bersama-sama.

Hadits-hadits di atas menjadi dalil tak terbantahkan bahwa RASULULLAH dan para sahabat juga mengenang kebaikan kaum solihin di setiap tahunnya, seperti yang diamalkan kaum muslimin saat ini yang dalam perkembangannya disebut Haul.

Pembaca yang budiman, fhoto berikut ini (sebelah kanan) adalah AL-HABIB JAKFAR BIN SYEIKHON ASSEGAF, seorang ulama penghafal Al-Quran. Beliau juga merupakan Kakek dari guru kami Al-Habib Taufiq Bin Abdu Qodir Assegaf.

Hari ini adalah peringatan Haul Beliau yang ke 63. Manakib atau sejarah hidup Beliau patut untuk kita telaah bersama karena kehidupan Beliau penuh dengan kebaikan dan kisah keteladanan.

رب فانفعنا ببركتهم # واهدنا الحسنى بحرمتهم
وأمتنا في طريقتهم # ومعافاة من الفتن

Semoga kita semua mendapatkan keberkahan, dan terinspirasi untuk sedikit demi sedikit meniru kemuliaan Beliau dan seluruh kaum sholihihin. Amiin Ya Robbal Alamin.

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.