Headline »

December 13, 2017 – 2:00 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Di antara umat beliau SAW, ada yang susah-payah mendatangi telaga dalam keadaan kehausan, namun ketika mendekat, ia dihalau dari telaga dan tidak diizinkan untuk meminum setetes pun darinya. Merekalah orang-orang yang merugi.
Imam …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline, Kalam Salaf

RIZKI TIDAK TERGANTUNG PEKERJAAN

Submitted by on March 6, 2017 – 11:42 pm

Oleh: Ust.Ja’far bin Abdulqodir alhaddar.

Mendapatkan rejeki sama sekali tidak tergantung dengan pekerjaan. Allah swt memberi rejeki kepada hambanya dengan dua cara:

1- Dengan usaha

2- Tanpa usaha

Dengan dua cara itu Allah swt melimpahkan rejeki kepada hamba- hambanya yang Dia kehendaki

ومن اقيم فى الاسباب فعليه بتقوى الله في سببه وبالاعتماد على الله دونه، وليحذر من الاشتغال به عن طاعة ربه.

Bila hamba diberi rejeki lewat perantara pekerjaan (usaha), maka wajib baginya untuk selalu bertaqwa kepada Allah swt, jujur dalam pekerjaannya, tidak menghalalkan segala cara untuk mendapatkan harta, dan dia harus selalu bersandar kepada Allah swt, bukan kepada pekerjaannya.

فمن اقيم فى التجرد فعليه بقوة اليقين وسعة الصدر وملازمة العبادة.

Adapun bila hamba diberi rezeki tanpa perantara (tanpa usaha), maka wajib baginya mempunyai keyakinan yang kuat atas rejeki yang dijanjikan oleh Allah swt untuknya. Orang yang demikian harus mempunyai sifat lapang dada atas apa yang ia dapat dari rejekinya, sedikit maupun banyak dan sepatutnya ia senantiasa menekuni dan memperbanyak ibadah kepada Allah swt atas kesempatan yang diberikan oleh Allah swt kepada ia berupa kelonggaran waktu.

الذي لغيرك لن يصل اليك و الذي قسم لك حاصل لديك

Alhabib Abdullah bin Alwy Al-haddad di dalam gubahan syairnya berkata ” Rezeqi yang untuk orang lain tidak akan sampai kepada kamu, dan rezeqi yang telah ditentukan untuk kamu pasti sampai kepada kamu ”

Walhasil, orang yang bekerja dan tidak bekerja sama- sama benar, karena rezeki itu urusan Allah swt. Yang tidak benar adalah ketika hati seorang hamba meyakini dan mengandalkan pekerjaannya dalam urusan rejeki. Seorang mukmin tidak boleh berkata “Kalau aku tidak bekerja dari mana aku bisa mendapatkan uang untuk makan?”

Sumber : adabus-sulukil murid.hal.50

Wallahu a’lam.

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.