Headline »

October 21, 2017 – 1:12 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Pertanyaan:
Ustadz, Bagaimana Hukumnya orang yang jualan jangkrik ?
Ainul Yaqin
Jawaban:
Hukum Jual beli hewan diperinci sebagai berikut:

Apabila hewan itu bermanfaat (secara syariat), seperti unta, sapi, kambing, kuda dan lain-lain, maka sah jual belinya, karena …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline, Kalam Salaf

​JANGAN RAGU MENGANGKAT SUARA BILA BERDOA.

Submitted by on February 27, 2017 – 8:43 am One Comment


Oleh : Ust.Ja’far bin Abdulqodir alhaddar

Allah SWT Maha Mendengar, tapi mengapa kita perlu mengangkat suara kala berdoa dan berzikir?
Allah SWT Maha Mengetahui, tapi mengapa kita dianjurkan berdoa ketika kita mempunyai hajat?

وانما يشرع الذكر والدعاء والجهر فيهما لتصوير النفس بالذكر ورسوخه فيها ومنعها عن الاشتغال بغيره وهضمها بالتضرع وليس ذلك لاعلام الله تعالى.

Syekh Nawawi al-Bantani menjelaskan di dalam salah satu karyanya Bahjatul-Wasail hal.6,  “Dianjurkannya berdoa, berzikir dan mengangkat suara di dalam berdoa dan berzikir adalah untuk menggambarkan jiwa manusia yang sedang berdoa dan berzikir kepada Allah SWT. Disamping itu juga untuk memperkokoh kemantapan di dalam jiwanya dan untuk mencegah jiwanya dari hal-hal selain berzdikir.

وافتى النواوي رحمه الله بتفضيله ما لم يشبه حظ او تشويش.

Imam An-nawawi mengunggulkan dzikir dan doa dengan suara tinggi asal tidak didasari perasaan riya’ dan tidak mengganggu

Mengangkat suara dalam doa dan dzikir dilakukan bukan karena Allah SWT tuli. Dzikir dan doa dipanjatkan bukan untuk memberitahu kepada Allah swt tentang hajat-hajat, akan tetapi sebagai penanda bahwa hamba selalu butuh kepada Allah SWT.

Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad berkata di dalam qosidahnya

قَــــــدْ كَفَانِي عِلْمُ رَبِّي مِنْ سُـــؤَالِي وَاخْـتِيَارِي 

Sungguh telah cukup bagiku Penciptaku Maha Mengetahui Terhadap segala permintaan dan usahaku
 فَـــــدُعَائـــي وَابْـتِـهَالِي شَاهِـــــــدٌ لِي بِافْـــتِقَارِي

 Maka doa-doa dan jeritan hatiku menjadi saksi bagiku atas kefakiranku.

Wallahu a’lam.

One Comment »

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.