Headline »

October 21, 2017 – 1:12 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Pertanyaan:
Ustadz, Bagaimana Hukumnya orang yang jualan jangkrik ?
Ainul Yaqin
Jawaban:
Hukum Jual beli hewan diperinci sebagai berikut:

Apabila hewan itu bermanfaat (secara syariat), seperti unta, sapi, kambing, kuda dan lain-lain, maka sah jual belinya, karena …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline, Majelis Ifta'

MAHROM DAN PERMASALAHANNYA

Submitted by on February 22, 2017 – 6:12 am

mahram_bagi_lelaki

PERTANYAAN :

Siapa saja wanita yang haram dinikahi sebab keturunan itu?

Aji Mustopa

JAWABAN :

Orang yang haram untuk dinikahi disebut mahram. Berikut ini kupas tuntas seputar mahrom dan permasalahannya:

Mahrom adalah sekumpulan perempuan yang haram dan tidak sah untuk dinikahi selama-lamanya karena pemuliaan pada diri mereka.

Kaitan hukum-hukum Islam pada hubungan mahrom adalah :

  1. Diperbolehkan untuk bertatap muka atau berduaan.
  2. Bolehnya untuk bersentuhan seperti bersalaman dengan ketentuan tanpa rasa syahwat. Adapun jika dengan syahwat, maka diharamkan walaupun dengan sesama mahrom.
  3. Tidak membatalkan wudhu’ jika bersentuhan kulit dengan mereka.
    Dalil para wanita yang mahrom adalah firman Allah Ta’ala :

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالَاتُكُمْ وَبَنَاتُ الْأَخِ وَبَنَاتُ الْأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللَّاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللَّاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلَائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلَابِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الْأُخْتَيْنِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا) 23(
“Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), Maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa’ : 23)
Jumlah perempuan-perempuan yang mahrom secara keseluruhan ada 18, yang terbagi ke dalam 3 sebab sebagai berikut :

  1. Sebab Senasab, ada 7 perempuan, yaitu :
  2. Ibu kandung atau nenek (ibu dari ibu) dan terus ke atasnya.
  3. Anak perempuan kandung atau cucu perempuan dan terus ke bawah.
  4. Saudara perempuan, baik sekandung, se-bapak atau se-ibu.
  5. Keponakan perempuan dari saudara laki-laki (anak perempuan dari saudara laki-laki, baik saudara se-kandung, se-bapak atau se-ibu)
  6. Keponakan perempuan dari saudara perempuan (anak perempuan dari saudara perempuan, baik saudara se-kandung, se-bapak atau se-ibu).
  7. Bibi dari Ayah kandung (saudara perempuan ayah kandung, baik saudara perempuan se-kandung, se-bapak atau se-ibu)
  8. Bibi dari Ibu kandung (saudara perempuan ibu kandung, baik saudara perempuan se-kandung, se-bapak atau se-ibu)

 

  1. Sebab Sepersusuan (Rodho’), ada 7 perempuan sebagaimana perempuan-perempuan sebab senasab di atas, yaitu :
  2. Ibu susu yaitu perempuan yang telah menyusuinya atau menyusui orang yang melahirkannya (orang tuanya), hingga ke atas (ibu dari ibu susu dan ke atasnya).
  3. Anak perempuan susu yaitu : anak perempuan yang telah disusui oleh istrinya, atau anak perempuan dari orang yang telah disusui istrinya hingga ke bawah.
  4. Saudara perempuan sepersusuan.
  5. Keponakan perempuan dari saudara laki-laki sepersusuan (anak perempuan dari saudara laki-laki sepersusuan).
  6. Keponakan perempuan dari saudara perempuan sepersusuan (anak perempuan dari saudara perempuan sepersusuan).
  7. Bibi dari ayah susu (saudara perempuan ayah susunya).
  8. Bibi dari ibu susu (saudara perempuan dari ibu susunya).

 

  1. Sebab Perkawinan (Mushoharoh), ada 4 perempuan yaitu : (3)
  2. Mertua perempuan (ibu dari istri baik ibu kandung ataukah ibu susu istri dan terus ke atas).
  3. Menantu perempuan (istri dari anak laki-lakinya baik anak laki-laki kandung ataukah anak susu. Begitu juga istrinya cucu, baik cucu kandung ataukah sepersusuan).
  4. Ibu Tiri (istri ayah baik ayak kandung atau ayah susunya) walaupun belum pernah dikumpuli (di jima’) oleh ayahnya. Begitu juga istri dari kakek, baik kakek dari ayah ataukah dari ibu, baik sekandung atau sepersusuan.
  5. Anak tiri (anak bawaan istri baik anak kandung atau anak susu istri) dengan syarat suami sudah mengumpuli istrinya.

PERMASALAHAN TENTANG MAHROM.

  1. Selain mahrom atau perempuan yang haram untuk dinikahi di atas, terdapat beberapa perempuan yang haram untuk dinikahi, namun tidak berlaku untuk selamanya melainkan hanya sementara. Pada golongan ini tidak berlaku hukum-hukum di atas, sehingga tetap diharamkan untuk berduaan atau bersentuhan dan bisa membatalkan wudhu’ dengan menyentuhnya.
    Mereka yang harom dinikahi sementara adalah perempuan-perempuan yang ada hubungan dengan istri karena senasab atau sepersusuan dimana jika dikira-kirakan salah satunya laki-laki akan saling haram untuk menikah. Perempuan-perempuan ini ada 3 yaitu :
  2. Saudara perempuan istri (ipar perempuan), baik saudara perempuan istri senasab atau sepersusuan.
  3. Bibi istri dari ayah istri, baik ayah kandung istri ataukah ayah susu.
  4. Bibi istri dari ibu istri, baik ibu kandung istri ataukah ibu susu.
  5. Terdapat pula perempuan yang haram untuk dinikahi selama-lamanya namun bukan dikategorikan Mahrom, seperti para istri Rasulullah SAW. Diharamkan bagi setiap umat bahkan para Nabi sekalipun untuk menikahi istri-istri Rasulullah SAW. Hanya saja, mereka tidak dikategorikan mahrom karena keharamannya bukan karena memuliakan mereka, melainkan karena memuliakan Rasulullah SAW.
  6. Ibu tiri (istri ayah) langsung menjadi mahrom dengan hanya dinikahi oleh ayah (dengan akad nikah saja) walaupun belum pernah dikumpuli sekalipun atau bahkan sudah dicerai oleh ayahnya sekalipun.
  7. Anak tiri (anak bawaan istri) menjadi mahrom dengan ayah tirinya jika sudah mengumpuli (menjima’ ibunya). Adapun jika belum pernah dikumpuli, maka tidak menjadi mahrom, sehingga jika ayah tirinya bercerai dengan ibunya, boleh untuk menikahi anak perempuan mantan istrinya.
  8. Anak perempuan dari mantan istri yang sudah pernah dikumpuli (dijima’) tetap menjadi mahrom walaupun terlahir setelah mencerainya, seperti ia mencerai istrinya dengan talak ba’in lalu mantan istri menikah lagi dan melahirkan anak perempuan, maka si anak perempuan ini menjadi mahrom dengan mantan suami ibunya.
  9. Pada sebab mahrom karena perkawinan (mushoharoh) bisa menetapkan mahrom jika dari perkawinan yang sah. Adapun jika dari pernikahan yang tidak sah, seperti tanpa wali dan saksi atau dari

Tags:

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.