Headline »

July 24, 2017 – 1:48 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Salah satu kewajiban suami adalah memberi nafkah kepada istri, namun dalam beberapa keadaan kewajiban ini bisa gugur.  Kapan saja suami tidak lagi wajib menafkahi istrinya? insya Allah, Pada kesempatan kali ini kami …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline, Kalam Salaf

​AMALAN AGAR MENDAPAT AMPUNAN ALLAH SWT.

Submitted by on February 17, 2017 – 1:29 am One Comment

Oleh : ust.Ja’far bin Abdulqodir al-haddar

Imam As-Sakhowi pernah berkata : 
Diriwayatkan di sebagian akhbar bahwasannya dulu di zaman Bani Isroil ada seorang lelaki yang gemar maksiat meninggal dunia. Tidak ada orang yang sudi mengurusi jenazahnya hingga akhirnya dibuang begitu saja di jalan. Tahu-tahu Allah swt memerintahkan Nabi Musa untuk mengurusi jenazah lelaki tadi. ‘Wahai Musa, mandikan dan sholati jenazah hamba-Ku tersebut karena sesungguhnya Aku telah mengampuni dosa-dosanya. “

Nabi Musa bertanya keheranan, “Apakah gerangan yang membuat Engkau mengampun hamba yang berlumuran dosa itu?” Allah swt menjawab, “Sesungguhnya pernah suatu hari ia membuka kitab suci Taurot dan ia mendapatkan nama kekasih-Ku Muhammad saw di dalamnya. Kemudia ia pun bersholawat kepada -Nya dan aku ampuni dosa-dosanya karena sebab sholawatnya kepada kekasih-Ku.

Al-Hafid As-Sakhowi juga bercerita:

Dahulu ada seorang perempuan datang ke Hasan al-Basriy. Ia berkata, “Wahai syekh, anak gadisku telah meninggal dengan membawa sedikit pahala dan tumpukan dosa. Sekarang aku ingin melihat keadaannya di dalam mimpiku, maka tolong ajari aku amalannya.” Maka Hasan al-Basriy memberikan amalan, “Sholatlah empat rokaat dan bacalah di setiap rokaatnya surat al-fateha sekali dan surat At-Takasur ( الهاكم التكاثر ) sekali, dan setelah sholat isyak kerjakanlah sholat empat rokaat lalu berbaringlah sambil membaca sholawat kepada Nabi muhammad saw sampai engkau tertidur. Insyaallah Allah swt akan menampakan keadaan anak-mu di dalam mimpi-mu.” 
Kemudian perempuan tersebut mengamalkannya dan melihat keadaan anaknya di dalam mimpinya yang sangat mengenaskan karena mendapat siksaan. Kedua tangannya dibelenggu dan kedua kakinya dirantai dengan rantai yang terbuat dari api. Maka bangunlah sang ibu sambil menangis tersedu-sedu. 
Perempuan itu kemudian kembali lagi ke Hasan al-Basriy untuk menceritakan keadaan anaknya yang terlihat di dalam mimpinya. Hasan al-Basriy mendengarkannya lalu memberikan satu amalan lagi:  “Bersedekahlah, mudah-mudahan Allah swt mengampuni dosa anak-mu.” Ketika Imam Hasan al-Basriy tidur pada malam harinya, beliau melihat seakan-akan beliau berada di sebuah taman yang sangat indah bagai taman syurga. Di dalam taman itu Hasan Al-basri menyaksikan ranjang yang indah dan di atasnya ada perempuan yang cantik bak bidadari dengan memakai mahkota yang terbuat dari cahaya di kepalanya. 
Perempuan tersebut berkata: “Wahai Hasan, apakah kamu mengenalku?” Imam Hasan menjawab: “Tidak, aku tidak mengenalimu.” Perempuan itu berkata lagi : “Aku adalah anak gadis dari perempuan yang engkau perintahkan untuk bersholawat kepada Nabi muhammad.” Hasan al-Basriy berkata: “Sesungguhnya ibumu telah menceritakan keadaanmu kepadaku namun tidak seperti yang aku lihat saat ini.” Perempuan itu berkata, “Apa yang telah diceritakan ibuku soal keadaanku yang tersiksa itu memang benar’.” Hasan al-Basriy bertanya: “Lalu dengan apa engkau mencapai kedudukan seperti ini?”
Si Perempuan menjawab: “Kami adalah tujuh puluh ribu jiwa yang sedang mendapatkan siksa dari Allah swt di dalam kubur, lalu ada seorang sholeh melewati kuburan kami sambil membaca sholawat kepada Nabi Muhammad saw dan pahala sholawat tersebut dia niatkan untuk kami. Allah swt menerima sholawat orang sholeh tadi lalu membebaskan kami semua dari siksa-Nya berkat sholawatnya, dan keadaanku pun seperti anda lihat saat ini.”
Oleh karena itu jangan sampai lisan kita kering dari bacaan sholawat kepada Nabi Muhammad saw. sesungguhnya Nabi muhammad saw tidak akan melupakan dan menyia-nyiakan orang yang gemar menghaturkan sholawat kepadanya.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من صلى علي كنت شفيعه يوم القيامة.

Nabi Muhammad saw bersabda : “Siapa orang yang gemar bersholawat kepada aku maka aku akan menjadi penolongnya di hari qiyamat.”

Imam as-sya’roni mengungkapkan di dalam kitab kasyful-ghommah bahwa sebagian ulama berkata: “Minimalnya untuk dikatakan gemar membaca sholawat adalah 700 kali di siang hari dan 700 kali di malam hari.”

Wallahu a’lam.
Sumber : kitab Afdholus-Sholawat. Hal. 32-33 & 54.

One Comment »

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.