Headline »

May 23, 2017 – 3:08 pm | Edit Post

Share this on WhatsApp
Oleh : Ali Muhammad Baagil, Alumni Fakultas Al Quran Sunniyah Salafiyyah Pasuruan
Perintah puasa ramadhan diturunkan oleh Allah swt pada bulan sya’ban tahun kedua hijriyah, namun puasa bukanlah hal baru bagi umat islam …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline

NASIB PENJUAL AGAMA

Submitted by on February 8, 2017 – 4:44 am

uang m

Diceritakan ada seorang yang dahulunya selalu melayani Nabi Musa as. Setelah lama melayani Nabi Musa As, ia pergi dan mulai mengumbar perkataan Nabi Musa AS. Terkadang ia berkata, “Musa Nabi pilihan Allah berkata padaku ini dan itu.” Terkadang ia berkata, “Musa yang telah diselamatkan Allah mengatakan padaku ini dan itu.” Terkadang ia berkata, “Musa yang pernah diajak bicara oleh Allah bercerita padaku ini dan itu.” Ia mengumbar ucapan Nabi Musa untuk menunjukkan ketinggian derajatnya dan mengumpulkan harta, sehingga akhirnya dia menjadi kaya raya.

Suatu hari Nabi Musa as teringat kepada mantan pelayannya itu. Beliau mulai bertanya-tanya tentang khabarnya kepada orang-orang yang menemuinya, namun tidak ada sedikit pun kabar yang datang mengenainya. Sampai akhirnya datang seorang lelaki dengan membawa seekor babi yang dilehernya terdapat tali hitam. Nabi Musa AS bertanya kepadanya,

“Apakah engkau tahu keadaan pelayanku si Fulan?”

“Ya, Aku tahu. Babi ini adalah dia.” katanya.

Nabi Musa AS terkejut, bagaimana mungkin orang yang pernah menjadi pelayannya menjadi seekor babi. Maka Nabi Musa pun berdoa kepada Allah SWT:

“Ya Tuhanku, aku mohon agar engkau mengembalikannya seperti semula sehingga aku bisa bertanya karena sebab apa ia menjadi seperti ini.”

Allah azza wa jalla mewahyukan kepada beliau, “ Andai engkau berdoa kepada-Ku sebanyak doa Adam dan seluruh keturunannya, Aku tidak akan mengabulkan. Akan tetapi Aku kabarkan kepadamu mengapa Aku berlaku demikian kepadanya. Yaitu karena ia mencari kekayaan dunia dengan agama.”

Inilah akibat bagi para dai yang menjual agama demi dunia. Akibat di akhirat tentu lebih keras dan pedih lagi. Maka hati-hati dengan ilmu agama, jangan sembarangan mengutak-atik hanya untuk kepentingan duniawi semata.

(Sumber kitab Ihya Ulumidinn)

Tags:

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.