Headline »

December 13, 2017 – 2:00 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Di antara umat beliau SAW, ada yang susah-payah mendatangi telaga dalam keadaan kehausan, namun ketika mendekat, ia dihalau dari telaga dan tidak diizinkan untuk meminum setetes pun darinya. Merekalah orang-orang yang merugi.
Imam …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline, Majelis Ifta'

HUKUM SHALAT SAMBIL MEMBAWA UANG

Submitted by on February 2, 2017 – 12:19 pm 2 Comments

uang

Pertanyaan :

Saya mau bertanya hukum membawa uang (di saku) ketika sedang shalat itu bagaimana? Sebelumnya, terima kasih…..
Ronnie Febriant

 

Jawaban :

Di antara syarat shalat adalah sucinya badan, pakaian, dan tempat shalat dari najis. Oleh sebab itu hukum shalat orang yang membawa uang dirinci sebagai berikut:

  • Jika ia tahu uang itu pernah terkena najis, maka shalatnya tidak sah. Sebab ia shalat dengan membawa najis.
  • Jika ia tidak tahu kenajisan uang itu maka hukum asal uang itu adalah suci. Oleh sebab itu shalatnya tetap dihukumi sah.

Wallahu a`lam

Referensi:

المنهاج القويم شرح المقدمة الحضرمية (ص: 112)

“والطهارة عن الخبث” الذي لا يعفى عنه “في الثوب والبدن والمكان” فتبطل بخبث في أحد الثلاثة وإن جهله مقارن وكذا طارئ ما لم ينح محله أو هو2 بشرط أن يكون يابسًا وأن ينحيه بنحو نفض لا بنحو يده أو عود فيها أو كمه وذلك لقوله تعالى: {وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ} [المدثر: 4] ، وللخبر الصحيح: “تنزهوا من البول فإن عامة عذاب القبر منه” 3, وثبت الأمر باجتناب النجاسة وهو لا يجب في غير الصلاة فيجب فيها، نعم يحرم التضمخ4 بها خارجها في البدن والثوب بلا حاجة.


فتح المعين 1/104-105

قاعدة مهمة ) وهي أن ما أصله الطهارة وغلب على الظن تنجسه لغلبة النجاسة في مثله فيه قولان معروفان بقولي الأصل والظاهر أو الغالب أرجحهما أنه طاهر عملا بالأصل المتيقن لأنه أضبط من الغالب المختلف بالأحوال والأزمان ( وذلك كثياب خمار وحائض وصبيان ) وأواني متدينين بالنجاسة وورق يغلب نثره على نجس ولعاب صبيوجوخ اشتهر عمله بشحم الخنزير وجبن شامي اشتهر عمله بإنفحة الخنزير

Bottom of Form

 

Tags:

2 Comments »

  • Mohamat zaenuri says:

    Jika misal kita bekerja sbgai pjual es/minuman…saat menerima uang td tahu klo ad najis.. Kmudian bru sadar stlh d rmh.. Apakah barang dagangan dan perkakasnya ikut trkena najis mengingat tangan kita pasti basah sdngkan uang najis tdi najisnya sdh kering..

    • admin says:

      Jika yang dimaksud adalah najis yang ada di dalam uang.

      Apabila uang itu dibawa shalat maka shalatnya harus diulang.

      Apabila tidak, maka cukup disucikan saja uangnya. cara mensecikannya adalah dengan dihilangkan najisnya kemudian dialiri air…

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.