Headline »

December 13, 2017 – 2:00 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Di antara umat beliau SAW, ada yang susah-payah mendatangi telaga dalam keadaan kehausan, namun ketika mendekat, ia dihalau dari telaga dan tidak diizinkan untuk meminum setetes pun darinya. Merekalah orang-orang yang merugi.
Imam …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline

WASPADALAH KARENA WASPADA ADALAH AJARAN RASUL

Submitted by on January 29, 2017 – 3:47 pm

stop-1502032_960_720

 

Rasulullah SAW bersabda:

احترسوا من الناس بسوء الظن.

Berjaga-jagalah dari  (kejahatan) manusia dengan cara suudzon (kepadanya). (HR Thabrani)

Hadits mulia ini sangat singkat, namun memiliki makna yang mendalam.  Ada dua penafsiran ulama tentang makna hadits mulia ini.

  1. Hendaknya kita mewaspadai kejahatan manusia yang jahat dengan cara bersuudzon kepada mereka.
  2. Janganlah kita mempercayai semua orang, sebab itu lebih selamat bagi kita.

Sebenarnya maksud hadits ini hampir serupa, bahwa kita dianjurkan untuk bersikap waspada kepada orang yang biasa berbuat jahat. Husnudzon kepada orang jahat itu adalah termasuk hal yang sering membuat penyesalan di kemudian hari. Rasulullah SAW pernah bersabda:

لَا يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ

Seorang mukmin tidak akan tersengat dari lubang hewan yang sama dua kali. (HR Bukhari)

Al Khathabi mengatakan makna hadits ini adalah hendaknya seorang mukmin menjadi orang yang waspada baik dalam urusan dunia atau pun agama, jangan sampai ia lalai sehingga tertipu berkali-kali oleh orang yang sama. Dalam hadits lain dikatakan:

 ” الْمُؤْمِن كَيِّس حَذِر

Seorang mukmin itu cerdas dan waspada. (HR Dailami)

Diceritakan dalam perang Badar, Nabi SAW menawan Abu Azzah al Jumahi. Ia memohon untuk dibebaskan karena memiliki keluarga yang ditakutkan tidak terawat jika ia mati. Maka Nabi SAW pun membebaskannya tanpa bayaran. Pada perang Uhud, Abu Azza kembali tertawan. Ia meminta dibebaskan karena alasan yang sama. Maka Nabi SAW pun menjawab:

لَا تَمْسَح عَارِضَيْك بِمَكَّة تَقُول سَخِرْت بِمُحَمَّدٍ مَرَّتَيْنِ

Jangan sampai nanti engkau mengusap janggutmu di Makkah sambil berkata, “Aku telah menipu Muhammad dua kali.”

Maka Nabi SAW pun memerintahkan agar ia dihukum mati. Ibnu Hisyam mengatakan, ketika itulah Nabi SAW mengucapkan sabdanya yang terkenal, “Seorang mukmin tidak akan tersengat dari lubang hewan yang sama dua kali.

Ini menunjukkan bahwa husnudzon kepada seorang penipu bukanlah sikap yang tepat. Kepada orang yang demikian, hendaklah kita bersikap waspada. Husnudzon kepada orang yang tidak tepat itulah yang sering membuahkan penyesalan di kemudian hari.

Ini dikuatkan oleh kabar riwayat Imam Ibnu `Asakir dari Sayidina Ibnu Abbas ra, yaitu Hadist Marfu’:

من حسن ظنه بالناس كثرت ندامته

Barang siapa yang berprasangka baik kepada seluruh manusia maka ia akan banyak merasakan penyesalan

`Abid Syibrimah yang berumur 200 tahun pernah ditanya, “Apa saja yang telah engkau saksikan?”

Ia menjawab, “Aku telah menemui banyak manusia , dan semua dari mereka berkata, “Manusia (yang baik) telah pergi.”

Ada pula yang mengatakan, “Tidak tersisa dari manusia kecuali seperti anjing yang menggonggong atau seperti keledai yang meringkik maka waspadailah keduanya.

Sebagian ulama terdahulu pernah berkata, “Jika dunia ini dipenuhi hewan buas dan ular berbisa, aku tidak akan khawatir. Akan tetapi jika di dunia ini tersisa satu manusia saja, maka aku akan lebih mengkhawatirkannya.”

Dalam pepatah Arab dikatakan:

رب زائر يراوحك ويغاديك وهو ممن يكادحك ويعاديك

Betapa banyak peziarah yang datang padamu dan menghiburmu, sedangkan dia hakikatnya adalah orang yang menipumu dan memusuhimu.

Sikap waspada harus ada pada diri kita, tapi bukan berarti kita harus bersuudzon kepada semua orang. Rasulullah SAW bersabda:

إياكم وسوء الظن

Hati hati kalian daripada prasangka buruk.

Kita harus berhusnudzon kepada orang yang baik dan bersifat amanah. Sedangkan kepada orang yang jahat dan munafik hendaklah kita bersikap waspada. Demikianlah seharusnya sikap seorang muslim, ia harus cerdas dalam memahami situasi, sehingga ia tahu kapan harus berhusnudzon dan kapan harus waspada.

*Penulis: Ustadz Muhammad Muthohar, alumni Ponpes Sunniyah Salafiah

 

 

Tags:

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.