Headline »

October 17, 2017 – 1:05 am | Edit Post

Share this on WhatsApp
Oleh: Sayyid Husein Ali Assegaf*
Pertanyaan seperti itu akhir-akhir ini sering muncul bahkan dari mereka yang mungkin tidak mengerti apa yg dinamakan ” dalil ”
Memang betul , bahwa seseorang berhak menanyakan dalil atau …

Read the full story »
Artikel

Tulisan-tulisan bermuatan ilmu dan wacana yang bakal memperluas cakrawala pengetahuan.

Kalam Salaf

Pitutur dan nasehat ulama salaf yang senantiasa melipur kegundahan dan menyegarkan kedahagaan rohani.

Konsultasi Umum

Konsultasi bersama Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf untuk memecah problematika di tengah keluarga dan masyarakat.

Majelis Ifta'

Tanya jawab permasalahan fikih dan lainnya yang dipandu LBM (Lajnah Buhuts wal Muraja'ah) Sunniyah Salafiyah.

Program Streaming

Sajian beragam program menarik bernuansa islami yang bisa menyirami hati anda di tengah aktivitas

Home » Artikel, Headline

ITTIBA’ DALAM PERSPEKTIF SAINS

Submitted by on January 29, 2017 – 2:02 pm

Training neuroscience development concept as a group of cog wheels and gears shaped as human heads with information transfer as a technology brain symbol or psychology exchange success.

Penulis pernah mendengar nasihat dari guru kita, Al Habib Taufiq bin Abdulqodir Assegaff beberapa tahun lalu yang disampaikan dalam acara Haul Al Habib Alwi bin Seggaf Assegaff tentang pentingnya konsep ittiba’ (mencontoh dan meniru) dalam ajaran Islam. Beliau mengatakan bahwa ittiba’ merupakan inti dari Agama Islam. Bahkan ittiba’ adalah langkah awal sebelum menuntut ilmu. Nabi SAW menegaskan pentingnya menanamkan jiwa  ittiba’ (meniru dan mencontoh) sejak dini sebelum memerintahkan untuk menuntut ilmu. Beliau SAW bersabda:

مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ

Perintahkan anak-anakmu untuk shalat ketika mereka berumur tujuh tahun. (HR Abu Dawud)

Hadits di atas menunjukan bahwa pada tahap awal, pelaksanaan shalat didasari dengan konsep meniru, bukan dengan konsep dasar ilmu. Ketika anak berusia tujuh tahun, orang tua diharuskan untuk memerintahkannya shalat dengan teknis meniru atau menjiplak tata-cara pelaksanaan shalat orang tuanya sebelum si anak memiliki dasar ilmu yang harus diketahui mengenai tata-cara, rukun dan syarat pelaksanaan shalat itu sendiri.

Oleh sebab itu dalam Thariqah Alawiyah, konsep tahapan perjalanan yang harus ditempuh dalam menuntut ilmu adalah Ittiba’-Ilmu-Amal. Ittiba’ adalah tahap awal yang sangat  membantu, dilanjutkan dengan belajar ilmu dengan pengolahan-pengolahan inovatif, kemudian diamalkan sesuai dengan kemampuan.

Langkah awal Thariqah ini adalah usaha untuk menggunakan secara maksimal sel-sel saraf bernama Mirror Neuron untuk menggapai puncak pencapaian. Mirror Neuron adalah sekumpulan sel saraf yang bertugas meniru apa yang dilakukan oleh orang lain. Apabila ia dikelilingi oleh orang-orang hebat dan luar biasa, maka Mirror Neuron akan membuatnya meniru mereka sehingga ia akan menjadi orang yang hebat dan luar biasa. Sebaliknya, jika ia hidup di lingkungan yang buruk, Mirror Neuron akan membuat ia meniru keburukan lingkungannya sehingga ia akan tumbuh menjadi orang yang buruk perbuatannya. Saraf ini yang terlibat secara langsung dalam membentuk karakter sosial manusia dengan mencontoh orang yang dikenal atau perilaku orang tuanya

Dalam Thariqoh Alawiyah, seorang menerima ilmu secara langsung dengan ittiba dari objek yang disaksikan.Yaitu dari ayah ke ayah dan generasi ke generasi. Mereka mewarisinya dari semenjak Al-Imam Husain, kemudian Al-Imam Ali Zainal Abidin, kemudian Al-Imam Muhammad Al-Bagir, kemudian Al-Imam Ja’far Ash-Shadiq, dan begitulah seterusnya diterima bergenerasi dari pemuka para imam sampai sekarang ini. Hal tersebut telah ditegaskan oleh Alhabib Ali bin Muhammad Alhabsyi dalam syairnya :

ﻃَﺭِﻳْﻘَﺔُ ﺭُﺷْﺪٍ ﻗَﺪْ ﺗَﻠَﻘَّﻰ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻟَﻬَﺎ – ﻣِﻦَ ﺍﻟﺴِّﺮِّ ﺃَﻣْﺠَﺎﺩٌ ﺧَﻠَﺎﺋِﻒُ ﺃَﻣْﺠَﺎﺩِ

ﺃَﺏٌ ﻳَﺘَﻠَﻘَّﻰ ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻴْﻪِ ﻭَﻫَﻜَﺬَﺍ – ﻓَﻴَﺎﻟَﻚَ ﻣِﻦْ ﺁﺑَﺎ ﻛِﺮَﺍﻡٍ ﻭَﺃَﻭْﻟَﺎﺩِ

Jalan petunjuk ke arah kebenaran di dalamnya berisi rahasia penting yang didapat oleh para pewaris nabi.

Ayah menerima dari ayahnya dan demikian seterusnya. Alangkah mulia mereka, para ayah serta putra-putranya.

Oleh karenanya ada istilah suri tauladan yaitu yang direferensikanan untuk ditiru dan dicontoh sifat, perilaku, akhlaq dan tindak-tanduknya. Maka kenapa alat yang ada di dalam diri kita disebut Mirror Neuron, mungkin karena dalam peniruan kita adalah cermin dari yang kita tiru. Sehingga Thariqah ini merekomendasikan para Aslafuna Sholihun untuk ditiru dan dicontoh karena mereka merupakan cerminan utuh dan totalitas dari Nabi SAW yang mana beliau SAW merupakan suri tauladan yang direferensikan oleh Allah SWT untuk ditiru dan dicontoh. Sebagaimana di dalam Al-Qur’an disebutkan :

ﻟَﻘَﺪْ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻜُﻢْ ﻓِﻲ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺃُﺳْﻮَﺓٌ ﺣَﺴَﻨَﺔٌ ﻟِﻤَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﺮْﺟُﻮ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﺍﻟْﻴَﻮْﻡَ ﺍﻟْﺂﺧِﺮَ ﻭَﺫَﻛَﺮَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.  (QS al-Ahzab: 21)

Allah SWT juga telah menekankan kepada kita dalam Al-Qur’an akan petingnya ittiba’, khususnya ittiba’ kepada Nabi Muhammad SAW:

ﻗُﻝْ ﺇﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗُﺤِﺒُّﻮْﻥَ ﺍﻟﻠﻪَ ﻓَﺎﺗَّﺒِﻌُﻮْﻧِﻲ ﻳُﺤْﺒِﺒْﻜُﻢُ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﻳَﻐْﻔِﺮْ ﻟَﻜُﻢْ ﺫُﻧُﻮْﺑَﻜُﻢْ ﻭَﺍﻟﻠﻪُ ﻏَﻔُﻭْﺭٌ ﺭَﺣِﻴْﻢٌ

Katakanlah: jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa -dosamu. Dan Allah Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.  (QS Ali Imran: 31)

Dalam ayat lain disebutkan:

ﻗُﻞْ ﻫَﺬِﻩِ ﺳَﺒِﻴْﻠِﻲ ﺃَﺩْﻋُﻮ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﻋَﻠَﻰ ﺑَﺼِﻴﺮَﺓٍ ﺃَﻧَﺎ ﻭَﻣَﻦِ ﺍﺗَّﺒَﻌَﻨِﻲ ﻭَﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﻣَﺎ ﺃَﻧَﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﺸْﺮِﻛِﻴﻦَ

Katakanlah: Inilah jalanku (jalan dakwah), Aku dan orang-orang yang mengikutiku menyeru kepada Allah dengan keterangan yang nyata. Maha Suci Allah dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik. (QS Yusuf: 108)

Dari uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa konsep Ittiba’us Salaf (meniru para ulama’ salaf) merupakan sebuah keniscayaan dan harga mati dalam ber-agama dan ber-thariqah setelah dua sumber utama dalam Islam yaitu Al-Qur’an dan As-sunnah. Alhabib Abdullah bin Alwi Alhaddad berkata :

ﻭَﺍﻟْﺰَﻡْ ﻛِﺘﺎﺏَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭﺍْﺗﺒَﻊْ ﺳُﻨَّﺔً – ﻭﺍﻗْﺘَﺪْ ﻫَﺪَﺍﻙَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺑِﺎﻷَﺳْﻠَﺎﻑِ

Dan lazimilah Kitab Allah dan ikutilah sunnah dan ikutilah salaf (semoga allah memberikan kalian hidayah)

ﺷَﺮَﺍﺏُ ﺍﻟْﻗﻮْﻡِ ﺳﺎﺩَﺗُﻨﺎَ ﻭَﻗَﺪْ – ﺃَﺧْﻄَﺎ ﺍﻟﻄَّﺮِﻳﻘْﺔَ ﻣَﻦ ﻳَﻘُﻞْ ﺑِﺨِﻼﻑِ

Inilah jalan kaum sadah kita, dan sungguh salah jalan yang berlainan dengan jalan mereka.

Alhabib Ali bin Muhammad Alhabsyi juga mengingatkan akan hal tersebut dalam nasehat-nasehat beliau kepada keturunan dan para pecinta beliau :

ﻭَﻣِﻤَّﺎ ﻳَﺴُﺮُّ ﺍﻟْﻘَﻠْﺐَ ﻣِﻨِّﻲ ﻟُﺰُﻭْﻣُﻜُﻢْ – ﻃَﺮِﻳْﻘَﺔَ ﺁﺑﺂﺀِﻱ ﻭَﺃَﻫْﻠِﻲ ﻭَﺃﺟْﺪَﺍﺩِﻱ

ﻣِﻦَ ﺍﻟﺴَّﻠَﻒِ ﺍﻟْﻘَﻮْﻡِ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺗَﻮَﺟَّﻬُﻮْﺍ – ﺇﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﻳَﻘْﻔُﻮْﻥَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺍﻟْﻤُﺼْﻄَﻔَﻰ ﺍﻟْﻬَﺎﺩِﻱ

ﻭَﻫَﺎ ﻫِﻲَ ﺃﻋْﻤَﺎﻝٌ ﺧَﻠَﺖْ ﻋَﻦْ ﺷَﻮَﺍﺋِﺐَ – ﻭَﻋِﻠَﻢٌ ﻭَﺃﺧْﻠَﺎﻕٌ ﻭَﻛَﺜْﺮَﺓُ ﺃﻭْﺭَﺍﺩِ

Dan yang paling menggembirakan hati tetap dan teguhnya kalian (berpijak pada) Thoriqoh para leluhurku, keluargaku, dan para kakek-kakekku.

Mereka adalah para pendahulu kita yang telah memusatkan segala usahanya menuju kepada Allah mengikuti petunjuk nabi pilihan-Nya.

Amal (mereka) bersih dari berbagai penyakit dan cacat, dihiasi dengan ilmu, akhlak dan sejumlah besar wirid.

Sungguh sangat hebat strategi Aslafuna Sholihun dalam pembentukan karakter unggul dengan menggunakan sistem Mirror Neuron yang diperkirakan berperan penting dalam kepekaan dan kesadaran sosial dan lebih jauh lagi dalam membentuk peradaban manusia.

 

*Ditulis oleh: Ustadz Muhammad Mahdi Assegaf salah satu alumni Ponpes Sunniyah Salafiyah Pasuruan.

Tags: ,

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.